Pada masa pandemi seperti sekarang ini, dunia pendidikan adalah salah satu yang terdampak akibat adanya wabah Covid-19. Semua pola pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah pun berubah. 

Kini, pola pelajaran diubah dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah atau yang disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal itu diputuskan pemerintah sejak 16 Maret yang hingga kini masih terus berlanjut. Adapun pengumuman pemerintah yang baru-baru ini adalah anak sekolah akan masuk sekolah pada tanggal 13 Juli 2020 di daerah zona hijau saja, tidak untuk yang sedang berada di zona merah.

Namun, pengumuman tersebut banyak mengundang komentar yang menjadikan pro dan kontra di dalamnya. Beberapa alasan dimunculkan kepada pihak masyarakat yang setuju  dan yang tidak setuju dengan adanya anak sekolah yang harus masuk kembali belajar di sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di rumah dilakukan dengan teknologi informasi, seperti gawai maupun laptop, itu semua tergantung teknologi yang dimiliki oleh siswa ataupun guru. Sebagai siswa pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka maupun online sama saja, yaitu sama-sama menunggu arahan dari sang guru. Karena sang guru merupakan pemimpin dalam kegiatan belajar mengajar.

Beberapa orang tua siswa mengeluh jika Pembalajaran Jarak Jauh ini diperpanjang, karena tidak sedikit orang tua yang merasakan guru kurang memberikan arahan dan tidak mumpuni dalam hal aplikasi-aplikasi gawai. 

Memang, tidak semua guru memiliki umur yang terbilang muda, atau tidak semua guru dapat menguasai teknologi informasi yang kian berkembang. Tetapi hal itu sangat menghambat kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah.

Tetapi di sisi lain jika kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah mulai berjalan seperti biasa, orang tua pun khawatir terhadap kondisi dan situasi yang hingga kini belum juga membaik. Walaupun peraturan new normal sudah berlaku, namun orang tua masih merasa ketakutan jika anaknya melakukan kegiatan belajar di sekolah. Hal-hal itulah yang menjadi kendala dan keresahan para orang tua dalam hal pendidikan anak-anaknya.

Yang Harus dilakukan oleh Guru?

Dalam proses belajar mengajar di masa pandemi ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru.

  • Guru seharusnya memberikan pengertian lebih terhadap siswa, misalnya  saat memberikan tugas guru harus melihat apakah semua siswa memiliki alat dan bahan yang sama, karena pada masa pandemi seperti sekarang ini, ekonomi semua orang sedang tidak stabil.

  • Guru dalam kondisi seperti ini harusnya menanyakan kabar kesehatan siswanya saat belajar online  berlangsung. Itu hal sederhana, tetapi situasi yang sedang kita hadapi adalah bersumber dari kesehatan.

  • Guru harus memberikan sedikit jeda dalam proses belajar mengajar jangan terlalu monoton memberikan tugas terus menerus karena akan berdampak pada kesehatan siswa.

  • Guru harus memilih aplikasi yang semua siswa punya dengan tidak memberatkan kuota yang lebih, Karena tidak semua siswa mampu membeli kuota yang mahal.
  • Guru harus mengupdate diri untuk terus mempelajari aplikasi-aplikasi yang dapat memudahkan proses pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan efektif.

  • Guru harus memberikan arahan dan pengetahuan tentang wabah Covid-19 yang sama-sama sedang kita hadapi bersama. Hal itu sangat diperlukan oleh siswa untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selalu di mana pun mereka berada.

  • Jika hal-hal tersebut dilakukan guru secara rutin, maka kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di rumah pun tetap terasa nyaman dan maksimal. Karena sumber dari pengajaran adalah seorang guru. Maka sebaik-baiknya pengajaran adalah guru yang terus mau belajar dalam kondisi apapun. Guru juga harus siap dalam mengajar saat kondisi seperti ini, maka guru harus terus mencari pengatahuan yang nantinya akan diberikan oleh siswa-siswanya.

  • Kerjasama antara Guru dan Orang Tua


Pada proses Pembelajaran Jarak Jauh seperti ini, guru harus mengajak orang tua untuk bekerjasama dalam hal membimbing dan megawasi selepas pembelajaran online selesai. Pembelajaran online selesai, maka itu menjadi tanggung jawab para orang tua dalam hal mendidik anak-anaknya. 

Guru pada kondisi seperti ini juga harus tetap berkomunikasi kepada para orang tua siswa dan menjadwalkan waktu untuk paraorang tua dan guru berdiskusi online untuk membicarakan perkembangan siswa saat belajar di rumah. 

Mungkin hal ini hanya perlu dilakukan untuk siswa jenjang TK, SD, dan SMP. Karena untuk jenjang SMA, mereka sudah lebih dewasa dalam bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Hal-hal seperti itu harus dilakukan oleh guru dalam kondisi dan situasi saat ini. 

Guru harus merangkul orang tua dan siswa sebagai penguat pendidikan yang maksimal. Semoga keadaan pandemi cepat berlalu agar kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di sekolah seperti biasanya dan dunia pendidikan kembali berjalan normal.