Sudah sekitar tiga minggu ini SCTV menayangkan sinetron terbaru mereka, Badai Pasti Berlalu, yang diadaptasi dari novel karya Marga T dengan judul yang sama.

Novel Badai Pasti Berlalu ini sendiri sudah pernah diangkat dalam bentuk film layar lebar di tahun 1977 dan dibuat versi ulangnya pada tahun 2007. Untuk versi sinetron juga sudah pernah diadaptasi sebelumnya di tahun 1996. Pada waktu itu karakter dari tokoh utamanya diperankan oleh bintang muda ternama tahun 90-an, Dian Nitami dan Ari Wibowo.

Versi sinetron yang sekarang, tiga tokoh utamanya di perankan oleh Stefan William sebagai Leo, Michelle Ziudith sebagai Siska dan Immanuel Caesar Hito sebagai Helmi. Tiga artis muda dengan penampilan menarik yang sudah cukup sering tampil di beberapa sinetron produksi SinemArt.

Untuk versi terbaru yang sedang berlangsung sekarang, walaupun mengambil latar belakang cerita yang hampir sama seperti di novelnya, namun pengembangan cerita lebih banyak dibuat dengan menonjolkan keinginan untuk balas dendam, reaksi cemburu buta dan sudah tentu, cinta segitiga. Kalau memang diperlukan, bisa juga dibuat menjadi cerita cinta segi-empat atau bahkan segi-lima sekalian supaya terlihat semakin ruwet. Lalu dialog akan di penuhi dengan beberapa kalimat ancaman yang berujung pada adegan perkelahian. Dan kalau ternyata ratingnya tinggi, bisa menjadi alasan untuk diperpanjang sampai beberapa ratus episode. Tipikal sinetron-sinetron sekarang pada umumnya.

Sutradara versi yang sekarang adalah Indrayanto Kurniawan. Untuk penulisan cerita dan skenarionya dipercayakan kepada Hilman Hariwijaya, pencipta karakter Lupus yang tenar di tahun 90-an. 

Bagi saya pribadi, adaptasi sinetron yang berlatar belakang cerita dari sebuah novel, alurnya seringkali jadi melenceng jauh, melupakan inti cerita aslinya. Dan dilihat dari empat puluh satu episode yang sudah tayang hingga hari ini, sinetron Badai Pasti Berlalu versi sekarang sepertinya juga akan menjadi sama saja, cukup jauh berbeda dari cerita asli.

Pada versi asli novel Badai Pasti Berlalu, cerita lebih berpusat pada karakter tokoh Siska. Dilema Siska ketika mendapat vonis dokter bahwa dia mengidap diabetes tipe A sebenarnya merupakan poin utama dalam cerita ini yang menyebabkan Siska menolak Leo dan malah menjadikan dirinya sendiri martir demi ibunya dengan memilih Helmi sebagai suaminya selama beberapa tahun yang menyiksa. Dilema yang menyebabkan badai dalam hidup Siska. Alasan yang agak konyol menurut saya. Pada novelnya sendiri, Marga T menuliskan kisah ini dengan alur lambat dan panjang, yang mungkin akan terasa agak membosankan bagi yang belum terbiasa dengan gaya tulisannya.

Sedangkan dalam versi sinetron yang sekarang, sejauh ini, cerita lebih berpusat pada Helmi. Tentang keinginannya untuk balas dendam kepada ayah Siska dan dilema Helmi ketika dia malah jadi benar-benar jatuh cinta pada Siska. Lalu untuk karakter Leo sebagai orang yang benar-benar dicintai Siska di versi novel, malah menjadi kurang menonjol dan kalah dominan dibanding Helmi pada cerita yang sekarang ini.

Karakter Helmi, diperankan dengan sangat baik oleh Caecar Hito. Kemampuan akting Hito terlihat berkembang pesat, jauh lebih baik pada peran antagonis ini dibanding perannya yang lain dalam sinetron-sinetron sebelumnya. Sedangkan Stefan William lebih terlihat datar dan agak membosankan dalam membawakan peran Leo. Padahal Leo seharusnya adalah tokoh peran protagonis utama pria. Entah apakah karena karakter Leo yang sekarang memang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi kurang berkharisma sebagai protagonis, atau kemampuan akting Stefan William memang sebegitu saja.

Untuk karakter Siska yang sekarang di perankan oleh Michelle Ziudith, menjadikan tokoh Siska lebih gamang dan terasa kekanakan, jauh berbeda dari versi novel. Sekali lagi, entah apakah memang karakter Siska dalam sinetron ini dibentuk seperti itu demi mengikuti selera penonton kekinian, ataukah efek dari penampilan Michelle sendiri yang menjadikannya terlihat seperti masih kekanakan.

Saya tidak yakin ketiga artis muda tadi yang memerankan tokoh utama Badai Pasti Berlalu telah membaca novel aslinya. Tapi sepertinya tidak penting juga mereka membaca novelnya atau tidak, toh cerita dan karakternya sejauh ini dibuat dengan versi yang jauh berbeda.

Entah berapa lama sinetron yang sedang dalam masa tayang ini bisa bertahan. Mungkin dengan mempertahankan karakter Helmi yang di perankan oleh Hito dan chemistry yang di bentuknya bersama Michelle sebagai Siska, bisa membuat rating melesat. Karena berdasarkan banyaknya masukan yang beredar di kolom-kolom komentar media sosial, alasan sinetron ini menjadi trending sekarang ini, sebagian besar, adalah karena lebih banyak yang menyukai ikatan antara Siska dengan Helmi dibandingkan Siska dengan Leo. Dan sepertinya saya juga cenderung menjadi ikut setuju dengan alasan mayoritas tersebut menilik karakter Leo yang sekarang ini kelihatannya cuma sedemikian saja adanya.