Apakah kamu tipe orang yang setiap bangun tidur langsung pegang HP dan cek deretan notifikasi dari berbagai socmed? Atau kamu orang yang merasa hidupmu runtuh tatkala seharian tidak bisa ngecek socmed disebab internet sedang down? Nah, hati-hati yah, bisa-bisa secara tidak sadar kamu termasuk socmed addict!

Ini bahaya banget lho guys. Kecanduan terhadap social media bisa berakibat pada terganggunya kesehatan fisik dan mental! Alih-alih menjadi hiburan yang membuat kamu senang, kalau sudah pada level kecanduan, berarti hidup kamu udah nirfaedah. Terlalu banyak terpapar feeds yang selalu menampakan sisi terang dari kehidupan seseorang mau public figures atau temen kamu sendiri bisa membuat kita jadi gampang tidak bersyukur dengan kehidupan yang kita miliki. Ending-ending jadi gampang insecure atau baperan. Efek ke dunia nyata jelas banget, kita jadi enggak percaya diri.

Selain itu, kecanduan socmed juga bisa membuat banyak penderitanya hanya terobsesi pada virtual life semata! Sibuk mempercantik tampilan akun dengan berbagai story dan postingan yang hiperbola. Niatnya semata, biar mendapat atensi dari warga socmed sejagad virtual. Ingat yah guys, hidup kita itu di dunia nyata bukan di dunia maya. Ini bisa bahaya banget. Selain kita jadi terobsesi dengan impostur life, kita jadi dengan mudah menihilkan nilai kejujuran plus hidup hanya demi memperoleh atensi alias mencoba untuk sok-exist! Demi secuil followers, likes, ataupun subscribes. Ahh retjeh!

Iya tidak dipungkiri, tatkala social media ini bisa dikelola secara professional, ia bisa menjadi lahan manfaat yang penuh faedah. Tetapi berapa persen sih dari milenials yang bener-bener mengelola social medianya demi semata meraup faedah tak ternilai? Dikit banget! Tidak ada setengahnya. Kebanyakan hanya menjadi users penikmat yang larut dalam gerusan trend socmed yang semakin kesini makin enggak sehat.

Apalagi nih, kamu-kamu yang sedang dalam usia produktif! Kecanduan socmed tidak hanya membuat kamu kehabisan waktu berhargamu untuk sekedar scrolling terus menerus , kamu juga bakal nihil karya, dan pada level akut malah mematikan kreatifitas yang kamu miliki.

Karena itu, be aware guys! Cek-cek lagi nih apakah kamu udah mulai candu sama socmed? Kalau rasa-rasanya iya, hayuk cepat-cepat sadar dan motivasi diri kalian untuk melepas belenggu socmed tadi. Ada beberapa tips yang bisa diamalkan nih, biar kita enggak semakin candu dengan socmed.

  • Batasi Screen Time untuk diri sendiri

Enggak cuman anak dan balita aja yang punya screen time. Kita yang udah remaja dan dewasa juga kudu banget punya screen time. Coba untuk batasi waktu yang kita miliki untuk terus bertatap dengan screen gadget kita. Paling mudahnya kita harus menentukan kapan waktu untuk benar-benar gadget-off. Misal kalian bisa memilih waktu untuk benar-bener tanpa gadget saat mulai bangun pagi hingga semua rutinitas pagi seperti beribadah, merapikan rumah, membersihkan diri dan sarapan selesai. Atau saat petang tiba, buat kalian yang kerja bisa dimulai saat pulang kerja hingga malam. Bisa juga ditambahkan waktu untuk off from gadget misal dua jam sebelum tidur. Non aktifkan HP kalian dan taruh diluar kamar atau simpan di lemari! No stealing yah..

Coba deh perlahan menentukan waktu untuk screen time kita sendiri. Dan disiplinlah dengan pilihan tersebut. Try to be present dalam kehidupan nyatamu, give yourself the best quality of your time dengan seoptimal mungkin melakukan aktifitas real tanpa gangguan dering notifikasi HP kamu.

  • Kurangi jumlah akun media social

Jelas salah satu penyebab menjadi candu terhadap socmed adalah kebanyakan akun! Hitung saja dari twitter, line, facebook, Instagram, telegram, whatApp, ditambah akun lain dari youtube, Netflix, tiktok, dan segudang platform lainnya! Banyak banget deh! Ini yang membuat waktu kamu habis scroll disana dan disini nggak henti-henti! Marathon dari satu platform ke platform lainnya lagi. Begitu terus sampai kamu enggak sadar sudah hampir jamuran di sudut kamar atau sampai jempol kamu mulai kesemutan dan kapalan disebab kelelahan touch on the screen. Please deh sob, cek lagi mana akun yang bener-bener kamu butuhin., dan mana yang nggak.

Kalau ada yang mendebat semua akun dibutuhin buat jualan, yah fine but please be professional. Layaknya toko yang punya jam kerja, akun jualan kamu juga kudu banget kek gitu. Apalagi buat kalean yang akunnya cuman personal account semata. Udah deh, kurangin saja. Uninstall satu-satu, sisakan dua personal account saja yang kira-kira paling nyaman buat kamu.

Serius! Ini penting banget buat menjaga kesehatan mental kamu juga, dan pastinya agar waktu hidup kamu yang amat berharga itu tidak habis begitu saja seiring menguapnya quota internetmu.

  • Cek lagi akun yang diikuti

Next step, coba perhatikan akun apa aja yang kamu ikutin. Kalau kamu sering merasa insecure bisa jadi kamu kebanyakan follow akun selebgram atau artis yang kehidupannya jelas beda 360 derajat sama kamu. Cek baik-baik akun yang kamu ikuti dan yang kamu subscribe! Karena sadar atau tidak sadar, apa yang sering kamu liat itu akan terekam dalam otak kecil kamu, jadinya patokan yang kamu pakai dalam menentukan berbagaik keputusan hidupmu akan bersandar dari apa yang sering kamu liat.

Coba lebih selektif dalam memilih teman atau mengikuti akun di berbagai socmed. Kalau yang disebar lebih banyak tentang pergunjingan, hedonisme, hidup hura-hura dan pamer materi doank. Mending kamu hapus aja! Sumpah deh semua itu cuman bakal menjadi toxic buat mental kamu. So please be more careful yah.

  • Biasakan punya aktifitas sosial dan fisik

Salah satu sebab kecanduan socmed adalah kamu kebanyakan rebahan dan hidup mager. Iye kan? Udah enggak perlu disangkal. Jadi ayolah semarakan kehidupan nyatamu bersama real friend and real family di sekitar kamu. Jangan sibuk mengejar atensi dari teman-teman maya yang ketemu aja enggak pernah.

Cobalah untuk hidup lebih aktif dan lebih terlibat lebih banyak dengan interaksi sosial yang bener nyata di sekitarmu. Cobalah untuk rutin menghabiskan waktu senggang melakukan hobi bersama orang-orang yang kamu cintai. Mulai urban gardening sama-sama, rutin jalan pagi bersama keluarga, rencanakan short getaway sama sohib-sohib kamu, atau sekedar be active dengan lebih banyak mencurahkan waktu untuk hal lain diluar nongkrongin gadget semata. Jika kamu punya banyak aktifitas nyata bersama-sama orang di sekitarmu, kamu bisa lepas dari candu socmed ini. Asal ingat yah, bener-benar quality time, bukan malah sama-sama asyik main HP sendiri-sendiri.

Kamu bebas guys menentukan apapun buat hidup kamu, tapi pastikan pilihanmu itu bermakna. Jangan sampai kehidupan virtual dan nyatamu menjadi tidak seimbang dengan berat ke kehidupan maya semata. Jangan sampai kamu habiskan waktumu yang berharga demi sesuatu yang minim faedah. Hati-hati penyesalan kemudian. Makanya yuk sebelum semuanya terlambat, be aware with social media addiction biar hidup kamu enggak melulu unhappy bahkan nggak waras.