Mahasiswa
1 bulan lalu · 123 view · 4 min baca menit baca · Hukum 98853_27000.jpg

Aturan Merokok bagi Para Pengguna Jalan

Para Perokok seharusnya Jera dengan Aturan Itu

Belakangan ini, masyarakat banyak yang memperdebatkan tentang aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah mengenai keselamatan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan. 

Padahal aturan itu sudah lama terdengar. Namun karena ada rencana bahwa peraturan itu akan dilaksanakan pada tahun ini, maka masyarakat yang merupakan perokok aktif itu sudah mulai terganggu dan resah dengan adanya peraturan yang akan berlaku ini.

Di jalan raya masih banyak terdapat orang yang merokok sambil berkendara. Hal itu tentunya dapat merugikan bagi orang lain yang berada di sekitar orang yang merokok tersebut. 

Dalam PM No 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat menyertakan bahwa pengendara dilarang merokok selama berkendara. 

Mantan Kabid Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Purn Budiyanto, mengungkapkan bahwa sudah dijelaskan dalam peraturan menteri yang diterangkan dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam UU tersebut, diatur bahwa tata cara berlalu lintas yang benar adalah setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib dengan wajar dan penuh konsentrasi. 

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI, menurut yang ada di pasal 6 huruf C, dikatakan bahwa pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang menggangu konsentrasi berkendara motor. Budiyanto menjelaskan peraturan ini hanya penjabaran dari UU 22 tahun 2009 yang sudah diungkapkan secara tersirat.

Ketentuan pidana bagi para pelanggar sudah ada hukumannya. Budiyanto mengungkapkan bahwa hukum yang berlaku bagi para pelanggar masih tetap mengacu pada pasal 283 UU No 22 tahun 2009. 

Dikatakan bahwa setiap orang yang tidak mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain yang menyebabkan hilangnya konsentrasi dalam mengemudi dapat dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp750.000.


Di Surabaya sendiri sudah ditetapkan bahwa bagi pengendara yang mengendarai kendaraan bermotor dengan merokok akan mendapatkan sanksi. Pada awal bulan Mei sudah ditetapkan aturan seperti itu.

Selain Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 12 Tahun 2019, Pasal 6 huruf (c), ada aturan lain yang juga melarang pengendara roda dua beraktivitas lain selain berkendara, yakni UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009, Pasal 106 Ayat (1). 

Peraturan tersebut juga berlaku bagi pengendara yang berkendara dengan memainkan hp. Sebab, saat seseorang berkendara sambil main hp, itu akan membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain yang berada di sekitarnya. 

Bilamana orang itu berkendara sambil memainkan hp, pasti tidak berkonsentrasi dengan jalan dan itu sudah pasti keselamatan akan nyawanya sudah mulai diperhitungkan. Karena jikalau dia mengebut di jalan dengan main hp, pasti akan terjadi kecelakaan.

Jika seseorang berkendara dengan merokok itu pasti sudah meresahkan para pengendara lain yang tidak merokok. Karena asapnya pasti akan mengikuti udara yang udara itu sudah pasti dihirup oleh manusia. 

Namun karena udara itu sudah tercemar dengan asap rokok, maka orang lain yang merupakan perokok pasif itu pasti akan mengalami batuk dan tidak nyaman. 

Ditambah lagi dengan abu rokok yang bisa terbang dan orang lain bisa terkena imbasnya. Abu rokok yang masih panas itu, bila terkena tangan seseorang, maka tangan orang itu pasti akan merasakan sakit dan bisa melepuh. Itu sangat merugikan bagi semua orang.

Menurut saya, seharusnya pemerintah sudah harus dengan tegas menindak pengendara yang dengan segaja melakukan aktivitas merokok sambil berkendara karena itu sudah pasti membuat orang lain tidak nyaman dan bahkan asapnya itu akan ada di udara hingga berjam-jam. 


Kasihan jika ada seorang anak bayi yang masih berumur beberapa bulan harus menghirup udara yang tidak sehat tersebut, pasti tubuhnya tidak akan sehat. Ditambah lagi dengan putungnya yang dibuang secara seenaknya sendiri oleh sang perokok. Putung rokok dapat menyebabkan pencemaran tanah dan dapat mengotori jalanan.

Lalu bila ada angin, pasti puntung tersebut akan bergeser dan bisa saja bergeser ke saluran air yang itu bisa mengakibatkan tersumbatnya saluran air dan bisa menyebabkan banjir. Dengan banjir itu sangat merugikan warga sekitar karena akan banyak penyakit yang muncul dengan adanya banjir yang melanda.

Bagi saya sendiri, merokok di jalan adalah suatu perilaku yang kurang menghargai keadaan di sekitarnya. Karena saya sangat merasa dirugikan dengan tindakan itu. 

Tindakan tersebut seharusnya itu harus ditindak tegas oleh para aparat kepolisian melihat peraturan dan hukumnya yang sudah adanya. 

Para bapak polisi yang saya perhatikan sejauh ini masih belum menindak dengan tegas para pelaku pelanggaran merokok di jalan karena saya sudah beberapa kali melihat masih ada orang yang mengendari sambil merokok dan di situ juga ada bapak polisi. Namun bapak polisi masih diam saja dan tidak melakukan tindakan apa pun.

Seharusnya, dengan sudah ditetapkannya peraturan dan sanksi oleh pemerintah mengenai kasus ini, polisi harus dengan tegas menindaknya agar para pelaku jera dan berpikir dua kali bila akan melakukan aktivitas mengendara sambil merokok.

Namun setelah saya membaca berita, ada pula bapak polisi yang sudah menindak tegas para pelakunya. Semoga apa yang dilakukan oleh bapak polisi yang sudah melaksanakan tugas dengan baik bisa dicontoh dan disalurkan kepada temannya yang lain.

Saya sebagai warga biasa berharap agar bisa berkonsentrasi bila berkendara agar dapat sampai rumah dengan selamat. 

Semoga para bapak polisi bisa menjalankan hukum yang berlaku dengan adil, baik, dan benar. Karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan. Karena bila disalahgunakan, maka itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Saya berharap bapak polisi bisa amanah dan istiqomah dalam menjalankan perkerjaannya

Artikel Terkait