Kebudayaan manusia seiring berjalannya waktu akan terus berkembang. Perkembangan kebudayaan manusia ini merupakan bentuk usaha serta upaya manusia untuk dapat memaksimalkan serta menggunakan akal budinya untuk berpikir dan berkembang.

Kebudayaan juga merupakan buah karsa, karya, dan rasa dari tindakan serta perilaku manusia. Kebudayaan manusia akan lahir ketika manusia mau untuk mengupayakannya dengan baik. Kebudayaan juga timbul lahir berawal dari tindakan atau perilaku kecil manusia yang terus-menerus dilakukan secara konsisten.

Tindakan tersebut pada akhirnya membuahkan kebiasaan. Setelah terbiasa melakukan sebuah tindakan pada akhirnya membentuk suatu kebudayaan. Kebudayaan inilah yang akhirnya membentuk pola serta karakter dari seseorang.

Apabila tindakan yang dilakukan hingga menciptakan kebudayaan tersebut merupakan tindakan yang baik maka akan berbuah sebuah keutamaan yang melekat. Namun apabila tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang buruk, maka akan tercipta sebuah kebudayaan serta karakter yang buruk pula.

Kebudayaan yang Relatif

Kebudayaan memiliki sifat yang relatif. Relativitas dalam budaya inilah yang mendorong kebudayaan semakin berkembang, sebab setiap kebudayaan akan berbenturan dengan kebudayaan lainnya sehingga terbentuk kebudayaan yang terus berkembang sesuai perkembangan peradaban manusia.

Relativisme kebudayaan memiliki pandangan bahwa tidak ada kebudayaan yang lebih unggul dari yang lain, karena semua kebudayaan adalah sederajat. Setiap kebudayaan harus dinilai menurut batasan pemikirannya masing-masing.

Permasalahan mengenai moral harus ditafsir secara berbeda oleh masyarakat sendiri, bahkan isu baik atau buruk adalah relatif tergantung dari kebudayaan tertentu. Suatu perbuatan bisa dianggap tidak bermoral dalam kebudayaan tertentu, dapat dianggap sebagai cara hidup yang diterima sebagai wajar oleh masyarakat tertentu lainnya.

Semakin berkembangnya zaman kebudayaan relatif akan semakin kuat dan mendominasi. Hal ini tentu ditengarai karena banyaknya pilihan yang muncul dalam realitas dunia. Pilihan-pilihan tersebut tentu mempengaruhi tindakan, kebutuhan, serta perilaku manusia.

Pengaruh tersebutlah yang membuat manusia melakukan tindakannya berdasarkan pilihan-pilihan yang begitu banyak. Dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut maka akan terbentuk budaya baru yang dilakukan oleh setiap orang di zaman modern ini.

Kebudayaan dan Arus Globalisasi

Dalam perkembangan zaman hingga dewasa ini muncul adanya globalisasi. Globalisasi yang begitu masif di zaman modern ini mempengaruhi seluruh kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Seperti halnya hukum alam, apabila makhluk hidup tidak mau menerima perkembangan zaman dan beradaptasi dengan lingkungan maka akan hanyut dan punah dari kehidupan itu sendiri.

Demikian halnya yang dirasakan dan dialami oleh manusia. Apabila ia tidak mengikuti perkembangan dan pengaruh zaman dengan adanya globalisasi ini, maka ia akan musnah dari lingkungan dan merasa terasingkan dengan lingkungan hingga akhirnya masuk dalam seleksi alam.

Globalisasi yang berkembang saat ini memberikan pengaruh terutama globalisasi telah membatasi ruang keleluasaan dalam relativitas kebudayaan. Sebab dengan adanya globalisasi, seluruh masyarakat akan terpengaruh untuk memiliki standard yang sama dalam penetapan suatu hal. 

Padahal pada awalnya setiap budaya, daerah, atau negara memiliki nilai serta keutamaannya masing-masing dalam berbudaya dan melakukan suatu hal.

Dengan adanya globalisasi, setiap manusia diharuskan untuk ikut serta dalam standard dunia yang telah dibuat oleh para penguasa atau yang mendominasi kehidupan seluruh masyarakat di dunia. 

Globalisasi ternyata tidak memberikan ruang bagi keunikan budaya lokal, sebab telah terdapat patron penting yang ditetapkan sama untuk dilakukan oleh seluruh masyarakat di dunia.

Dalam hal ini, kebudayaan yang memiliki sifat mendasar yakni sifat yang relaitf secara tidak langsung harus mengikuti jalan yang telah dibuat oleh globalisasi. 

Oleh sebab itu, perlu adanya kekritisan serta kehati-hatian tersendiri dalam mengikuti arus globalisasi yang bergerak cepat. Apabila tidak demikian, maka kebudayaan yang telah memiliki nilai-nilai sendiri di masing-masing daerah atau budaya akan punah dan hanyut karena terlalu mengikuti arus globalisasi.

Arus Globalisasi yang Kian Menerjang Kebudayaan

Globalisasi memberikan ancaman bagi kebudayaan yang relatif. Hal ini nampak jelas dalam keterancaman kebudayaan atau tradisi lokal masyarakat yang unik dan berbeda-beda. Globalisasi mengancam keberagaman tradisi dan kebudayaan lokal.

Sebab dalam kebudayaan lokal setiap budaya/tradisi memiliki perbedaan masing-masing. Apabila globalisasi telah masuk dan mempengaruhi pola pikir para pelaku budaya tradisional dan lokal, maka para subjek tersebut cenderung jatuh pada sikap menyamakan diri dengan budaya lainnya yang sedang mendominasi masyarakat saat itu. 

Hal ini terjadi karena dalam globalisasi telah ditanamkan suatu standard-standard tersendiri yang telah mendominasi masyarakat sebagai para pelaku budaya.

Dengan adanya globalisasi setiap bidang diajak untuk memiliki standard yang sama, sebab globalisasi mengajak setiap hal untuk memiliki kesamaan yang cenderung membatasi dan kurang memandang keunikan suatu hal.

Globalisasi secara tidak langsung juga mempengaruhi pola pemikiran setiap manusia, yakni ketika seseorang tidak mengikuti suatu perkembangan yang sangat terkenal atau menjadi trend saat itu, maka seseorang tersebut akan dikatakan ketinggalan zaman.

Selain itu pula, globalisasi juga mengancam kebudayaan karena dengan adanya globalisasi, masyarakat sebagai para pelaku budaya akan jatuh pada sikap kurang kritis. Hal ini terjadi karena masyarakat telah terbawa arus yang begitu marak dan masif.

Sehingga hal ini akan menimbulkan kebudayaan baru yang kurang kritis. Selain itu pula, masyarakat sebagai pelaku budaya juga akan kurang menyadari apakah tindakan atau suatu hal yang mereka lakukan berdasarkan trend saat itu sejalan dengan nilai-nilai kebudayaan setempat atau tidak.

Sebab arus globalisasi cenderung menyamakan begitu saja, seperti halnya game online yang menjajaki anak-anak dewasa ini. Mereka hanya bermain sesuai dengan trend yang berkembang di seluruh dunia dan meninggalkan permainan tradisional yang justru memiliki makna filosofis dalam kebudayaan lokal masyarakat.