Dalam menjalani kehidupan bernegara, sebuah bangsa selalu dihadapkan pada upaya bagaimana mempersatukan keanekaragaman orang-orang yang ada di dalamnya. Suatu bangsa tidak memungkinkan menjalani kehidupan bernegara jika warga negaranya tidak memiliki rasa persatuan dan kesatuan untuk membangun negara. 

Istilah Integrasi Nasional dalam bahasa Inggris adalah National Integration. Integration sendiri berasal dari bahasa latin integer, yang berarti utuh atau menyeluruh. Nation artinya bangsa sebagai bentuk persekutuan dari orang-orang yang berbeda latar belakangnya, berada dalam satu wilayah dan dibawah satu kekuasaan politik

Berdasarkan arti etimologisnya, integrasi dapat diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat.

Integrasi nasional adalah kesadaran identitas bersama diantara warga negara, yang berarti bahwa meskipun kita memiliki kasta yang berbeda agama, daerah, dan berbicara bahasa yang beda, kita mengakui kenyataan bahwa kita semua adalah satu (Kurana, 2010).

Secara umum, Integrasi nasional dapat diartikan sebagai bentuk persatuan dan kesatuan antara beragam kelompok sosial dan budaya dalam suatu negara yang bertujuan untuk mewujudkan keserasian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pentingnya integrasi nasional menurut Myron Weiner adalah faktor pemerintah yang berkeabsahan merupakan hal penting bagi pembentukan bangsa. 

Faktor ini disebabkan tujuan negara hanya akan dapat dicapai apabila terdapat suatu pemerintah yang mampu menggerakkan dan mengarahkan seluruh potensi masyarakat agar memiliki kemauan untuk bersatu dan bekerjasama.

Kemampuan ini tidak hanya didapat melalui kewenangan menggunakan kekuasaan fisik yang sah tetapi juga persetujuan dan dukungan rakyatnya terhadap pemerintahan itu.

Jadi, diperlukan hubungan yang ideal antara pemerintah dengan rakyatnya sesuai dengan sistem nilai dan politik yang disepakati. Hal demikian memerlukan integrasi politik.

Syarat Integrasi Nasional

Dalam mewujudkan integrasi nasional, perlu memperhatikan syarat-syarat guna terwujudnya integrasi nasional, yaitu: 

  1. Kesadaran mengenai perbedaan dan kesadaran mengenai kebutuhan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk mewujudkan integrasi nasional
  2. Konsensus bersama dengan tujuan di negara majemuk seperti Indonesia dalam hal aturan nilai dan norma menjalani kehidupan bermasyarkat agar keragaman tidak mejadi penghalang untuk persatuan
  3. Adanya nilai dan norma yang harus ditaati oleh setiap anggotanya. Hal itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun bernegara.


Jenis Integrasi

  1. Integrasi bangsa menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitas nasional.
  2. Integrasi wilayah menunjuk pada masalah pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat di atas unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok-kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
  3. Integrasi elit-massa menunjuk pada masalah perhubungan antara pemerintah dengan yang diperintah. Mendekatkan perbedaan-perbedaan mengenai aspirasi dan nilai pada kelompok elit massa.
  4. Integrasi nilai menunjuk pada adanya konsensus terhadap nilai yang minimum yang diperlukan dalam memelihara tertib nasional
  5. Integrasi tingkah laku menunjuk pada penciptaan tingkah laku yang terintegrasi dan yang diterima demi mencapai tujuan bersama. 


Contoh Integrasi Nasional

Sejak awal Indonesia berdiri sebagai negara kesatuan yang berdaulat, para pendiri bangsa ini menghendaki adanya persatuan Indonesia yang diwujudkan dengan menghargai perbedaan yang ada.

Artinya terwujudnya integrasi nasional di Indonesia sudah ada sejak lama dengan tetap memberi kesempatan kepada unsur-unsur perbedaan yang ada.

Seperti halnya pada masa proses pengesahan pembukaan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945 oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Bahannya diambil dari Piagam Jakarta dan di dalamnya terdapat rumusan Pancasila yang pernah menuai pro dan kontra antar sesama anggota PPKI

Pro dan kontra tersebut khususnya terkait dengan bunyi sila pertama yaitu “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Hal itu dirasa keberatan bagi beberapa anggota PPKI lainnya khususnya yang non-islam. Kemudian para pendiri bangsa lainnya berusaha melakukan perbaikan agar lebih demokratis dalam hal beragama untuk sila pertama tersebut.

Dengan demikian, para pendiri bangsa telah mengesampingkan masalah perbedaan yang ada untuk mewujudkan negara yang dapat melindungi segenap rakyat Indonesia.

Adapun penggantinya bunyi sila tersebut adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”. Dengan demikian bunyi sila ini tidak bersifat memaksa dan menghargai perbedaan, khususnya keragaman agama yang ada dan berkembang di Indonesia.

Hal itu pastinya mengingat semboyan negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu.

Keragaman bukan hal yang menjadi penghalang bagi kita untuk mewujudkan integrasi nasional, justru sebaliknya sebaiknya jadikan sebagai kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu nyatanya telah dibuktikan oleh Founding Father Indonesia sejak lama.

Kesimpulan

Integrasi nasional merupakan proses mempersatukan bagian-bagian, unsur, atau elemen yang terpisah dari masyarakat menjadi kesatuan yang lebih bulat, sehingga menjadi satu bangsa.

Integrasi bangsa diperlukan guna membangkitkan kesadaran akan identitas bersama, menguatkan identitas nasional, dan melanjutkan pembangunan persatuan bangsa yang telah dilakukan sejak lama oleh Founding Father Indonesia.