1 bulan lalu · 17 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 59493_13105.jpg

Arti Kertas bagi Kita

Dulu hingga sekarang, kertas tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia,terutama dalam bidang tulis menulis.Kertas merupakan bahan tipis yang dihasilkan oleh kompresi serat dari pulp(serat selulosa dan hemiselulosa).

Menurut Wikipedia,peradaban Mesir kuno menggunakan papirus(sejenis tanaman air) yang sekarang dikenal dengan kata paper dalam bahasa Inggris.Dalam sejarah tercatat peradaban China yang menyebar luaskan kertas ke seluruh dunia.

Akan tetapi,cara pembuatan kertas sangat dirahasiakan oleh mereka.Hingga kekalahan perang terhadap orang arab (masa abbasiyah), mengungkap rahasia peradaban china tentang cara pembuatan kertas mereka melalui tawanan perang dengan mengajarkannya kepada orang arab. Di Indonesia, kertas dibuat pertama kali di Ponorogo pada abad ke 7.

Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, lebih banyak menggunakan bahan yang berbahan kertas dan plastik. Kedua bahan tersebut memiliki dampak positif dan negatif dalam penggunaannya.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono,Indonesia menjadi negara terbesar ke-2 di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan. Konsumsi plastik di Indonesia per kapita sudah mencapai 17 kilogram per tahun dengan pertumbuhan konsumsi mencapai 6-7 persen per tahun. 

Sedangkan,berdasarkan data Kementerian Perindustrian, konsumsi kertas di Indonesia saat ini sekitar 32,6 kg per kapita. Sebagai perbandingan, konsumsi kertas per kapita di AS sekitar 324 kg, Belgia 295 kg, Denmark 270 kg, Kanada 250 kg, dan Jepang 242 kg.

Beberapa manfaat kertas di kehidupan sehari hari,yaitu:aksesoris,sebagai media tulis dan cetak,sebagai pembungkus makanan,kosmetik.Tiap tahunnya, kebutuhan akan plastik sendiri semakin bertambah. 


Pada tahun 2005, plastik di cetak sebanyak 220 juta ton.Sebab hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan dalam sehari-hari itu terbuat dari plastik. Misalnya botol, sandal, tas, keranjang, ember, gelas, dan lain-lainnya. Plastik menjadi primadona kebanyakan orang karena di anggap lebih awet, kuat, dan ringan.

Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Untuk mengurangi permasalahan yang terjadi dibutuhkan kreasi dan inovasi terhadap kertas.Melika Dez dan Pauline Loctin, dua seniman asal Montreal ini memanfaatkan banyak limbah kertas untuk membuat busana. 

Dez dengan keahliannya sebagai fotografer benda bergerak dan Loctin yang memiliki keahlian di bidang seni kertas, berkolaborasi membuat sebuah proyek yang melibatkan para penari dari seluruh dunia merupakan contohnya.Kemudian,

Prof Alexander Bismarck, peneliti dari Universitas Wina berpikir untuk membuat kertas berbahan kotoran hewan. Ia memperoleh ide tersebut ketika melihat kambing- kambing yang asyik mengunyah rumput kering di Pulau Kreta, Yunani.

Menurut ia, selulosa sebagai bahan penyusun kertas selama ini diambil dari pohon, tapi selulosa tersebut bisa diperoleh dari kotoran hewan sehingga mengurangi pengekploitasian pohon.

Siswa SMAN 1 Banjarnegara juga mampu membuat inovasi dari limbah kulit salak. Kertas berbahan kulit salak ini memiliki tekstur yang khas.

Banyaknya sekarang orang mengganggap kertas ini adalah cuman sampah-sampah biasa atau hal kecil yang tidak perlu, mereka tidak tahu bahwa kertas adalah salah satu penyumbang global warming terbesar. maka dari thread ini saya akan jelaskan begitu pentingnya menghemat kertas untuk keselamatan bumi.

Setiap tahun hutan indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali,satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia 5 tahun,untuk kertas berkualitas baik, memerlukan pohon dengan kayu keras dan lunak,jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter aa.


Menurut data statistik Kementerian Kehutanan tahun 2011, laju deforestasi di Indonesia pada periode 2000-2010 melesat hingga 1,2  juta hektar hutan alam  setiap tahun. Walaupun angka ini telah menunjukkan penurunan sejak 2010,  bahaya deforestasi masih mengancam dari pola produksi dan konsumsi yang tidak bertanggung jawab

Untuk itu upaya mengurangi penggunaan kertas harus dilakukan seperti berlangganan konten digital daripada versi cetak,kurangi kiriman surat tidak berguna (junk mail) dengan berhenti berlangganan,beli sebuah pembaca elektronik (e-reader),menandatangani dokumen penting secara digital,gunakan kain serbet untuk menggantikan penggunaan tisu,hindari tumpukan kertas dan lakukan daur ulang,memanfaatkan bagian yang masih bersih di bagian belakang kertas.

Industri pulp dan kertas berkontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional. Pada 2018, industri ini berkontribusi 17,6% terhadap industri pengolahan non-migas dan 6,3% terhadap industri pengolahan nasional. PDB industri pulp dan kertas tumbuh setiap tahun.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai permintaan global maupun domestik masih terus meningkat yaitu sebesar 2%

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin mengatakan proses pembuatan kertas dan pulp harus mengutamakan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Pada tahun ini, produsen kemasan berbasis kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk beroperasi dengan kapasitas produksi baru, setelah mengakuisisi pabrik kertas yang sebelumnya dimiliki PT Surabaya Agung Industri Pulp & Paper. 

Di sisi lain, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sedang membangun fasilitas produksi baru. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia baru saja merampungkan pabrik baru di OKI yang hingga akhir 2018 memproduksi 2,5 juta ton pulp. Pada 2019, perusahaan ini memprediksi industri pulp akan tumbuh 4%.

APP salah satu produsen pulp, kertas beserta produk turunannya – menggunakan sejumlah merek – guna memenuhi kebutuhan dari berbagai penjuru dunia. Bermula dari PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 1972, APP berkembang menjadi industri berkapasitas produksi hingga 12 juta ton per tahun (tidak menyebut lagi produk yang dihasilkan), yang menjangkau 120 negara di 6 benua, dengan mengandalkan keberadaan sebanyak lebih dari 70 ribu orang karyawan.

Industri pulp dan kertas nasional memberikan kontribusi terhadap devisa negara masing-masing sebesar USD 1,73miliar dan USD 3,57miliar serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 260 ribu orang dan sebanyak 1,1 juta untuk tenaga kerja tidak langsung.


Berdasarkan data FAO (2013) total nilai ekspor Indonesia pada tahun 2011 untuk produk pulp sebesar 1,554 juta dolar, sedangkan untuk produk kertas sebesar 3,544 juta dolar.

Aryan Wargadalam, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, optimistis investasi di industri bubur kertas (pulp) dan kertas masih menempati urutan pertama di Indonesia, seperti halnya tahun lalu.

Salah satu calon investor terbesar adalah anak usaha Sinar Mas, yang berencana membangun pabrik baru di Sumsel dengan kapasitas produksi pulp mencapai 2 juta ton per tahun.

Misbahul Huda, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), menilai target yang dikemukakan Kemenperin terkait dengan industri pulp dan kertas cukup realistis mengingat Indonesia memiliki sumber daya pendukung yang sangat besar.

Jadi,dalam pembuatan kertas tetap harus mempertimbangkan segala resiko yang akan terjadi dan meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat. Demi menciptakan kondisi perekonomian yang sejahtera tanpa merusak alam di Indonesia.

Artikel Terkait