Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi kehidupan hanya beternak diri. ~ Pramoedya Ananta Toer

Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan di Indonesia. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bisa mengkader para pemudanya agar mampu untuk mengemban estafet kepemimpinan dalam segala bidang. Pemuda harus mempunyai karakter leader dalam dirinya, guna mengembangkan potensi yang ada. Pemuda juga seharusnya bisa mengambil peran dalam kontestasi politik di Indonesia.

Pemuda seharusnya terlibat aktif dalam memperbaiki kondisi perpolitikan di Indonesia. Kondisi perpolitikan yang kian hari makin parah, krisis moral dan krisis integritas yang dilakukan oleh para elite politik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyelidikan kasus korupsi di Indonesia. Pada tahun 2017, terdapat 114 kasus yang dalam penyelidikan kasus korupsi. Data tersebut menunjukan bahwa integritas moral para elite sudah terkikis.

Para elite juga banyak yang menunjukan sikap yang kurang arif dalam berpolitik. Para elite banyak yang tidak memberikan pendidikan politik yang benar bagi rakyat. Hal ini dibuktikan dengan mengangkatnya kembali isu SARA di akar rumput. Para elite tidak peduli dengan konsekuensi sosial dan konsekuensi moral yang terjadi diakar rumput. Para elite hanya peduli bagaimana mendulang suara dalam kontestasi politik.

Politik oligarki yang diperankan oleh beberapa elite politik juga menjadi masalah tersendiri bagi bangsa Indonesia. Partai yang berkuasa hanya dikuasai oleh beberapa keluarga. Kondisi ini terus berjalan tanpa ada perbaikan yang berarti dalam lingkaran politik di Indonesia. Politik oligarki tersebut menutup gerak demokrasi yang terbuka, dan tertutup bagi mereka yang berkompeten dan berdaya saing unggul.

Peran pemuda dalam situasi perpolitikan yang kacau ini diperlukan. Hadirnya pemuda dalam kontestasi politik yang ada diharapkan mampu untuk menjadi solusi bagi bangsa ini. Pemuda yang mempunyai visi misi yang maju dan unggul perlu di show up agar mampu menjadi alternatif pilihan bagi bangsa ini. Arah gerak pemuda diperluas dengan berbagai kegiatan yang berinovasi tinggi serta berorientasi future.

Peran serta pemuda dalam mengupayakan politik aristokrasi bukan oligarki perlu dilakukan. Pemuda harus mampu bertarung digelanggang politik untuk meraih posisi strategis dalam pemerintahan. Pemuda harus mampu memberi kontribusi nyata, tidak hanya sekedar kritik dangkal pada pemerintah. Pemuda harus mampu meruntuhkan oligarki politik para elite yang sekarang mengalami degradasi moral yang sangat parah.

Pemuda harus mempunyai karakter pemberani. Pemuda diharapkan menjadi alternatif untuk memperbaiki kualitas politik yang kian hari semakin memprihatinkan. Pemuda harus menegakkan bendera demokrasi dan upaya perbaikan kondisi bangsa yang semakin tertinggal jauh dari bangsa lain.

Optimisme pemuda dalam memeperbaiki kulitas hidup bangsa ini perlu dilakukan. Pemuda harus mempunyai visi misi future agar mampu menghadapi tantangan zaman. Pemuda harus percaya diri bahwa kulitas hidup bangsa akan lebih sejahtera bila pemuda yang akan memegang posisi penting dalam kontestasi politik di Indonesia.

Kontestasi politik yang ada harus memberi ruang tersendiri bagi pemuda. Para senior politik yang dinilai arif dan bijaksana harus mempunyai kesadaran untuk membimbing pemuda dalam berpolitik yang benar. Para elite senior diharapkan tidak merusak idealisme dan daya juang pemuda dengan berbagai trik kotor dan yang tidak sesuai dengan kaidah politik moral, dan politik hati nurani.

Para elite senior harus memfasilitasi pemuda, karena ini penting untuk regenerasi bangsa ini. Jangan pernah meracuni anak muda dengan politik kotor yang dapat membahayakan bangsa dan negara, misalnya korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini para elite terjerat kasus tersebut.

Pemuda juga diharapkan mampu menegakkan politik aristokrasi, yang berdasarkan kapasitas dan kualitas para politisi. Politisi muda diharapkan mempunyai kapasitas intelektual yang memadai untuk berkiprah dalam perpolitkan. Kapasitas intelektual ini diharapkan mampu untuk memecahkan persoalan yang pelik bagi bangsa Indonesia. Kapasitas intelektual tersebut sebagai pegangan untuk mengambil keputusan yang bijaksana.

Selain kapasitas intelektual pemuda harus mempunyai kapasitas moral, agar dalam berpolitik mempunyai integritas moral. Hal ini dimaksutkan agar dalam berpolitik pemuda mampu untuk bertingkah santun dihadapan rakyat. Politisi muda mampu memjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya.

Pemuda juga harus memberikan pendidikan politik yang benar bagi bangsa ini. Bagaimanapun, masyarakat harus diberikan pendidikan politik yang benar, dan tidak hanya diberikan sampah perdebatan yang menyesatkan logika politik. Pemuda harus mengedukasi masyarakat agar berlaku arif, adil, dan bijaksana.