Akhir-akhir ini Self reward menjadi istilah populer di kalangan remaja. Sebenarnya apa sih self reward itu? Self reward adalah sebuah istilah yang berasal dari kata ‘self’ yang berarti diri sendiri dan ‘reward’ yang berarti penghargaan. Jadi self reward dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas untuk menghargai dan mengapresiasi diri atas perjuangan dan pencapaian yang telah dilakukan. 

Self reward juga dapat dikatakan sebagai tindakan memanjakan diri dengan memberikan atau melakukan hal-hal yang disukai, hal ini bertujuan untuk menghilangkan penat, dan me-refresh energi untuk kembali beraktivitas.

Di kalangan remaja seperti di usia kita, self reward biasanya dilakukan dengan jalan-jalan bersama teman atau istilah gaulnya sekarang healing, menonton film terbaru, berbelanja barang yang diinginkan misalnya makeup yang sedang viral atau novel dari penulis favorit dan juga makan di tempat yang sedang hits.

Sedangkan di kalangan orang tua kita mereka tidak mungkin melakukan self reward seperti apa yang dilakukan remaja karena hal itu dianggap berfoya-foya. Dikalangan orang tua kita self reward biasanya dilakukan dengan me time seperti menonton tv bersama keluarga, memasak makanan favorit atau mencoba resep masakan terbaru dari youtube.


Semakin kesini semakin banyak remaja yang menyadari betapa pentingnya mental health, dan self reward adalah bagian dari itu. Hal ini dibuktikan dengan semakin seringnya mendengar percakapan “Ayo nonton konser, apresiasi diri sehabis UTS” atau ada juga “Jogja yuk habis UTS” yang artinya semakin banyak remaja yang sadar akan apresiasi untuk diri sendiri. 

Namun tidak sedikit pula remaja yang belum mampu memberi apresiasi untuk diri sendiri, banyak dari mereka yang masih merasa belum puas, belum pantas mendapatkan apresiasi karena dirasa masih belum setara dengan kemampuan teman-teman dan saya termasuk salah satunya. Saya masuk dalam kategori ini dan saya termasuk dalam orang yang pelit untuk diri sendiri.

Maka dari itu berbeda dengan kebanyakan orang, menurut saya self reward tidak melulu tentang hangout dan shopping. Self reward bisa dilakukan dengan sederhana dan tanpa biaya, karena yang terpenting dari self reward adalah membuat kita bahagia. Dan versi bahagia setiap orang berbeda, semua punya bahagianya masing-masing. Kamu dengan bahagiamu, dan aku dengan bahagiaku.

Sebagai pribadi yang pelit memberi apresiasi untuk diri sendiri beberapa kali saya mencoba self reward seperti yang dilakukan oleh orang pada umumnya. Namun apa yang saya dapat bukan perasaan bahagia dan puas tapi malah perasaan lelah dan menyesal diakhir.

Untuk itu saya merenung, berfikir, bertanya pada diri sendiri sebenarnya apa sih yang diri saya inginkan, apa sih yang diri saya butuhkan. Sampai akhirnya saya sadar bahwa yang diri saya butuhkan bukan jalan-jalan, bukan juga nonton konser tetapi me time. Menikmati waktu sendiri yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk orang. 

Dari beberapa me time yang pernah saya coba diantaranya membaca novel, mendengarkan musik, ataupun mengedit gambar dan video tetapi ternyata saya kurang enjoy dengan itu semua. Sampai akhirnya saya mencoba  menonton drama Korea atau sering disebut drakor. Pada saat menonton drama perasaan yang saya rasakan adalah puas, bahagia, enjoy, dan dalam beberapa saat saya merasa beban yang saya tanggung lepas. 

Ada beberapa judul drama Korea versi self reward menurut saya, hal ini karena tema yang ringan dan alur yang menghibur seperti Our Beloved Summer, Hometown Cha-Cha-Cha, Business Proposal dan yang sedang on-going saat ini adalah Cheer Up.

Setelah menjalani hari-hari yang panjang dan melelahkan, menjalani betapa hecticnya membuat laporan praktikum di tengah-tengah UTS, dan di akhir minggu nanti ditunggu oleh satu episode baru drama Korea. Membayangkan saja rasanya sudah membuat senyum-senyum sendiri saking senangnya.

Berdasarkan pengalaman menemukan self reward yang cocok, saya sadar bahwa tidak semua orang pada usia yang sama menyukai hal yang sama pula. Dan tidak semua hal-hal yang sederhana itu membosankan. Siapa sangka kegiatan sesederhana menonton drama bisa mengisi kembali energi seseorang setelah berproses selama satu minggu. Berbeda dari yang lain itu bukan kelainan tapi keunikan.


Untuk memberi self reward tidak perlu menunggu harus berhasil terlebih dahulu, kalaupun gagal kita pantas untuk mendapatkan self reward atas usaha dan perjuangan yang telah kita lakukan. Karena poin utama dari self reward adalah bagaimana cara kita menghargai diri sendiri. Tidak semua yang kita rencanakan akan berjalan sesuai harapan, terkadang terpeleset, tersandung bahkan terjungkal tapi itu semua bagian dari proses. Semua itu terjadi karena kerja keras kita dan perjuangan kita ini layak untuk mendapatkan apresiasi. 

Dengan memberikan self reward, otak akan memunculkan emosi positif. Emosi positif tersebut akan memberitahu kesadaran bahwa upaya yang telah kita lakukan akan menghasilkan sesuatu yang baik. 

Dengan melakukan terus-menerus, otak akan menghubungkan antara kesenangan dan aktivitas yang kita selesaikan di masa depan. Sehingga hal ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan juga kita akan terlatih untuk menghargai sebuah proses dalam kehidupan. 

Manfaat lain dari pemberian self reward untuk diri sendiri adalah sebagai tempat untuk melepas penat dan beban pikiran, sebagai motivasi diri untuk terus berusaha menjadi lebih baik serta sebagai bentuk self love yaitu wujud cinta dan kasih sayang kita kepada diri sendiri yang pastinya itu semua akan berdampak pada mental health seseorang. 

Dimana mental health adalah bagian penting dari diri seseorang untuk mampu tumbuh dengan baik. Untuk itu jangan lupa mengapresiasi diri sesederhana apapun caranya, kalau itu bahagiamu why not?.