5 hari lalu · 81 view · 4 menit baca · Lingkungan 31432_67593.jpg
Ilustrasi Kebakaran Hutan | sumber : lampost.com

Empat Pilar Penjaga Hutan

Musibah kabut asap yang terjadi di Indonesia pada 2015 menyebabkan kerugian banyak pihak. Keresahan masyarakat yang terkena dampak musibah terlihat jelas. Banyak orang menyalahkan kinerja pemerintah yang tidak siap dan tanggap dalam mengendalikan musibah. 

Selain itu, masyarakat juga beranggapan adanya unsur kesengajaan instansi tertentu yang membakar hutan untuk keuntungan pribadi. Saya pun pernah berpikiran seperti itu. 

Sederet nama perusahaan besar pun terseret dalam kasus ini. Jika kita lihat berita yang ada pada waktu itu, Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan yang menjadi kambing hitam dari musibah yang terjadi.

Pemanfaatan kayu dalam jumlah besar sebagai bahan baku untuk pabrik kertas dan adanya rencana pembangunan pabrik kertas di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mendorong stigma masyarakat yang memojokan APP Sinar Mas sebagai dalang terjadinya musibah ini. Apakah benar perusahaan sebesar Sinar Mas melakukan pembakaran hutan?

Saya pernah berkesempatan mengunjungi pabrik APP Sinar Mas dalam acara pelatihan menulis yang diadakan oleh APP Sinar Mas dan Qureta pada 28 Januari 2019 di Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Acara kunjungan ini dibuka oleh Mares Prabadi, Kepala Fire Operation Management APP Sinar Mas. Dalam pembukaannya, beliau mengatakan bahwa ada dua penyebab adanya kebakaran hutan, yaitu penyebab alami dan ulah tangan manusia.

Hanya sebagian kecil terjadinya kebakaran secara alami, kejadian ini bisa disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrim yang dapat menyebabkan terbakarnya kulit kayu atau daun kering di hutan. 

Sebagian besar terjadinya kebakaran hutan adalah hasil dari ulah manusia. Ulah manusia ini tidak lepas dari anggapan bahwa hal yang paling cepat dan tepat untuk membuka lahan baru adalah dengan cara membakarnya. Tanah akan lebih subur dan lebih cepat menumbuhkan tanaman. Selain itu, hal ini sudah menjadi tradisi dan sulit untuk dihilangkan. 

Mares juga menambahkan, APP Sinar Mas telah membentuk Fire Management dan DPMA (Desa Mandiri Peduli Api). Pembentukan Fire Management dan DPMA diharapkan dapat menjadi solusi agar tidak terjadi kebakaran hutan seperti pada tahun 2015 lalu.

Setelah itu, saya dan peserta pelatihan berkesempatan mengunjungi Fire Management yang telah dibentuk oleh APP Sinar Mas. Kunjungan ini disambut oleh Egon Rizar, Kepala Seksi Fire Planning.

Dalam kunjungan ini, Egon bercerita mengenai musibah yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Terdapat kurang lebih tiga ribu titik api yang tersebar di lima puluh ribu hektar lebih hutan di area Sumatera Selatan. 

Meskipun sudah bekerja sama dengan TNI dan POLRI, pemadaman masih sulit dilakukan karena sumber daya manusia yang bertugas dan minimnya peralatan yang menunjang operasi pemadaman api.

Berkaca dari hal tersebut, APP Sinar Mas membentuk Badan Fire Management yang bertujuan agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Tentu saja badan yang dibentuk ini telah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang terlatih, transportasi yang lengkap hingga teknologi yang paling mutakhir.

Fire Management APP Sinar Mas mengedepankan 4 pilar integrated fire management (IFM) yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respon cepat.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kalimat ini selaras dengan pilar pertama Fire Management yaitu pencegahan. Dalam pencegahan ini APP Sinar Mas menggandeng tokoh-tokoh berpengaruh di desa sekitar lahan yang dikelola Sinar Mas dan juga telah membentuk Desa Mandiri Peduli Api (DMPA). 

Dalam hal ini, APP Sinar Mas memiliki dana khusus untuk pembentukan DMPA dan insentif untuk tokoh masyarakat yang telah membantu untuk pencegahan kebakaran hutan.

Ini merupakan langkah cerdas yang diambil APP Sinar Mas. Tokoh masyarakat yang digandeng dapat menjadi mata-mata dan pengawas terhadap warga yang hendak membakar hutan. Hal ini efektif dilakukan karena masyarakat akan lebih mengikuti arahan yang lebih baik untuk membuka lahan.

Menghentikan kebiasaan warga untuk membuka lahan bukan tanpa solusi. APP Sinar Mas telah membangun DMPA yang dijadikan wadah sebagai media sosialisasi tentang pembukaan lahan yang benar tanpa membakar lahan dan menjadikan desa tersebut sigap dan tanggap terhadap munculnya titik-titik api.

Dalam upaya persiapan, APP Sinar Mas telah memiliki Situation Control Room (SCR), yang dilengkapi beberapa monitor data persebaran titik api, arah mata angin serta radar Helikopter. 

Selain itu, APP Sinar Mas telah bekerja sama dengan badan pemadam kebakaran Afrika Selatan dan Rusia guna menyiapkan pemadam kebakaran yang terlatih dan handal. Untuk transportasi, Fire Management telah dilengkapi Air-Boat, Mobil Pemadam Kebakaran dan Helikopter yang dapat digunakan untuk menjangkau titik kebakaran.

Menara pantau telah dibangun di beberapa titik hutan di area konsesi APP Sinar Mas guna deteksi dini kebakaran hutan. Tak hanya itu, menara pantau telah dipasang sensor thermal imaging. Informasi yang dibaca oleh sensor tersebut akan dikirim ke SCR. APP Sinar Mas ternyata perusahaan pertama yang mengaplikasikan sensor ini.

Informasi yang dikirim memerlukan respon cepat dan tepat. Maka, APP Sinar Mas membentuk Tim Respon Cepat (TRC) yang siap sedia setiap waktu. TRC inilah yang berjuang dalam pemadaman dan perluasan penyebaran titik api.

TRC yang siap bertugas. Sumber: penulis

Meskipun baru dua tahun terbentuk, Fire Management APP Sinar Mas telah siaga dan sigap dalam pencegahan hingga pemadaman titik api yang terjadi. Terbukti dengan tidak adanya kebakaran hutan hebat dalam rentang 3 tahun terakhir. Tujuan APP Sinar Mas menciptakan No Fire No Haze tampaknya sukses dengan adanya tim ini.

"Pantang pulang sebelum padam." Begitulah ucapan Egon di akhir kesempatan kunjungan ini. Pernyataan ini semakin membuat saya sadar, APP Sinar Mas juga korban dan tidak boleh dijadikan kambing hitam dalam musibah kebakaran hutan.

APP Sinar Mas telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menerapkan empat pilar yang terintegrasi di Fire Management. Bagaimana mungkin perusahaan yang mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar berani membakar hutannya sendiri? Alangkah ruginya APP Sinar Mas jika membakar hutannya sendiri. APP Sinar Mas telah berjuang dalam pencegahan kebakaran hutan.

APP Sinar Mas yang saya tahu sekarang adalah perusahaan yang memperhatikan lingkungan dan hutan. Bukan sebagai pembakar hutan, namun sebagai perusahaan yang berjuang dalam pencegahan kebakaran hutan.

Kunjungan peserta pelatihan menulis APP Sinar Mas dan Qureta