“Enak ji tidur, ta?" tanya tanteku dalam aksen Makassar.

Aku tersenyum, dan membalasnya dengan berkata, “Iye, tante.” 

Ah, seandainya tante tahu, sejak mengenalnya, si laki-laki itu, tidur tak enak, dan makan pun tak nyenyak. Eh, kebalik, tidur tak nyenyak, dan makan pun tak enak. Btw, nih tanda-tanda jatuh cinta atau banyak pikiran. 

Menurutku, gejala jatuh cinta beda-beda tipis dengan insomnia yang merupakan gangguan tidur itu. Apalagi sama-sama membuat sulit fokus dan konsentrasi karena fokusnya cuma pada seseorang.

Jika ada pertanyaan, apakah semalam tidur anda nyenyak? Jawabannya beragam. Ada yang bilang iya, ada juga yang bilang tidak. 

Yang bilang iya, karena mereka sibuk bekerja di siang hari sehingga mereka bisa mudah jatuh tertidur dengan nyenyak di malam hari. Atau karena di sore hari mereka berolahraga ringan seperti jogging, atau bersepeda akan merasa capek dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. 

Atau orang-orang yang menghabiskan waktu di jalan, alias lama di jalan akibat macet mengakibatkan kepala sakit, pusing sehingga ingin istirahat. Dan tidur dengan nyenyak adalah suatu keharusan sebagai pilihan utama.

Bagi yang suka begadang, tidur di tengah malam atau di waktu subuh adalah tidur yang paling enak dan membuat nyenyak. Apalagi bangun jam sembilan atau jam sepuluh pagi gitu. Seperti kelelawar yang tidur di waktu siang, bekerja mencari makan di malam hari.

Aku sendiri suka pada ritual aktris Raline Shah yang katanya bisa tidur dengan cepat di malam hari ketika tidak ada pekerjaan. Pantas saja cantik begitu. 

Ada beberapa perempuan yang cantik mengatakan rahasia cantiknya adalah pergi tidur dengan cepat dan nyenyak di malam hari. Percuma pergi tidur dengan cepat kalau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Karena ketika kita begadang membuat kantong mata terlihat lingkaran hitam, wajah kelihatan kusam karena aliran darah ke muka kurang sehingga muka jadi tidak segar dan ceria. Katanya...

Jadi kalau perempuan ingin bertambah cantik, cukup bisa tidur dengan baik (nyenyak). Sesuai dengan porsinya, kualitas tidur, 6-8 jam menurutku cukup. 

Yang jelas, ketika subuh atau pagi tiba ketika masih ingin tidur, jangan bangun dulu. Bangun yang terburu-buru membuat kepala sakit karena kita belum siap bangun. Apalagi nyawa juga belum terkumpul sepenuhnya, dan perasaan belum stabil. Sehingga, ketika bangun kita masih uring-uringan, ingin pingsan.

Tidur Kita Hari Ini!

Tidur kita hari ini menyedihkan. Kita dilanda banyak pikiran sehingga menyebabkan kecemasan sehingga susah untuk tidur nyenyak. Kita membutuhkan obat-obatan, minum susu, dan makan makanan jenis tertentu, seperti buah pisang yang katanya membuat "enak" tidur. 

Kecemasan kita ada sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin saja akibat banyaknya berita-berita, ataupun hoaks-hoaks yang beterbangan di sekitar kita. Mulai berita dari TV, koran. Gosip-gosip hoaks di tempat kerja, ghibah-ghibah anak kos, sampai pada status-status media sosial yang selalu menghantui kita. 

Bahkan, masalah pribadi yang juga bejibun jumlahnya membuat kita tidak bisa tidur. Mungkin saja, kita tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan cowok atau cewek yang kita taksir. Dianya balik naksir kita juga, tidak, ya?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan tugas kita yang belum selesai dikerjakan, baik bagi mahasiswa yang lagi skripsi atau karyawan di suatu perusahaan yang harus presentasi. Apakah skripsi atau pekerjaan ini akan beres besok pagi?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan anak kita yang lagi kuliah di perantauan. Apakah dia baik-baik saja di sana?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan utang kita yang sudah menumpuk di warung kelontong, padahal hari gajian masih lama, masih pertengahan bulan. Masih bisa ngutang lagi tidak, ya?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan cucian kita yang menumpuk kayak utang tadi karena air PAM belum mengalir akibat kekeringan. Apakah benar, kiamat sudah dekat?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan mahasiswa kita yang tidak suka mengerjakan tugasnya, kita bingung cara mendapatkan solusinya. Bagaimana bisa membuat mahasiswa patuh? (kalau lebih suka...)

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan jalanan yang begitu ramai, sehingga kita takut membawa kendaraan motor atau mobil sendiri di keesokan harinya. Bagaimana kalau mesinnya tiba-tiba ngadat di jalan raya yang ramai?

Kita tidak bisa tidur nyenyak melihat status WA teman yang mengirimkan gambar. Gambar perempuan yang berdampingan. Pertama, perempuan dengan hijab hitamnya seakan-akan menuju surga karena di depannya ada tangga menuju cahaya putih, dan perempuan yang kedua tidak berhijab seakan-akan menuju neraka, karena tangganya menuju api. 

Wacana tentang perempuan yang tidak berhijab tempatnya di neraka sehingga yang berhijab adalah surga membuat sebel. Kaliankah penentu pintu surga itu?

Kita tidak bisa tidur nyenyak memikirkan pelantikan Presiden Jokowi tanggal 20 Oktober nanti. Semoga saja berlangsung dengan sukses, aman, dan amanah. Sebagai bucin Jokowi, dan buzzer, aku buser saja (buru sergap) siap mengawal dari ruangku sendiri.

Banyak banget yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak. Semoga, semua hal yang mengganggu kecemasan bisa diselesaikan, dicarikan solusi. Seperti sebuah tulisan,

The Simple Life:
Missing somebody...call
Wanna meet up...invite
Wanna be understood...explain
have questions...ask
don't like something...say it nicely
like something...declare it
want something...ask for it
stressed...let go
love someone...say it

Untuk penerapannya, misalnya, yang punya gebetan yang kamu sukai, ungkapkan dong (berani, gak?).

Lagi banyak pikiran? Ayo, piknik! Ngiler lihat pohon mangga tetangga. Minta saja langsung, jangan dilempar batu. Terpesona melihat gambar seseorang, katakan dengan pujian.

Tidak suka anak kost ribut tengah malam, gara-gara nonton drama Korea, ajak mereka bicara baik-baik. Punya pertanyaan tentang suatu hal, tanyakan biar tidak penasaran. Jelaskan secara detail, karena wanita ingin dimengerti.

Ingin bertemu seseorang? Gampang, bikin janjian. Merindukan si dia, hubungi dengan telepon biar kamu tahu dari suaranya, apakah dua juga rindu. Ehmmm...

Sepertinya sih gampang BGT menerapkan hal-hal di atas. Tapi, kalau untuk berhadapan dengan orang-orang pemilik surga itu, bingung juga. Habis sudah beda level pemahaman.

Namun hari gini kata orang-orang: santuy. Sante mi, Karaeng. Santai saja. Hidup sudah susah, jangan dibuat susah. Hidup itu ditaburi masalah, kalau ditaburi keju namanya martabak manis.

Bersikaplah bodo amat, walau mungkin itu tidak mungkin terus-menerus dilakukan. Hadapi semua dengan senyuman. Misalnya, tersenyum manis, tersenyum nyengir, sampai tersenyum kecut.

Terakhir, kita kutip tulisan Paulo Coelho dalam bukunya Manuskrip yang ditemukan di Accra, tentang tidur,

"Apakah kesuksesan itu? Kesuksesan adalah bisa pergi tidur setiap malam dengan jiwa yang damai."

Baiklah, aku jadi putri tidur dulu, ya.