“Hidup dan kehidupan itu terus bergerak, tanpa berhenti, pertumbuhan dan perkembangan menjadi suatu proses dalam perjalanan hidup”

Proses kehidupan manusia memanglah seperti ilmu padi “semakin berisi, semakin menguning”. Artinya proses kedewasaan seseorang itu dilatar belakangi oleh proses perjalanan kehidupan yang sudah dijalaninya.

Manusia terlahir suci seperti kertas putih tanpa coretan, jadi kita bebas berekspresi di dalamnya. Kita bebas untuk melukis hari-hari dengan berbagai coretan warna yang kita inginkan. Coretan tersebut kita ibaratkan seperti perjalanan hidup manusia yang penuh dengan lika liku.

Awal kehidupan memang penuh dengan pilihan, tetapi setiap pilihan pasti memiliki risiko tersendiri. Risiko tersebut merupakan tantangan dari pilihan diri sendiri. Di dalam perjalanan kehidupan pasti memiliki tantangan yang harus dilalui, entah itu kita melewatinya dengan diam  atau keberanian. 

Jika kita melewatinya dengan diam dan rasa takut, maka kita tidak mendapatkan pelajaran dari tantangan tersebut. Sebaliknya jika kita melewati tantangan dengan keberanian, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga yaitu kedewasaan.

Ketakutan tidak akan membawa kita untuk melakukan perubahan diri. Kita akan terus terdiam dalam menghadapi tantangan hidup karena kita takut akan kegagalan untuk mencoba melewatinya. Jadi kita harus berani melewatinya, entah gagal ataupun berhasil itu urusan nanti. Bila hidup terus-menerus berisi ketakutan maka kita hanya mendapatkan sesuatu yang kosong.

Ada kalanya pasti terus-menerus terbesit di pikiran kita tentang apa itu dewasa. Sebenarnya apa sih arti dari dewasa itu? Secara umum arti dari dewasa adalah tingkat kematangan seseorang untuk berpikir, yaitu proses peningkatan pola pikir seseorang dari remaja ke yang lebih tinggi, di mana kita dapat memilah mana yang baik dan buruk.

Mencari pembenaran hidup dengan berpikir apa yang dilakukan selama ini benar atau salah untuk diri sendiri maupun orang lain. Mulai merasa berbeda dalam berbagai aspek kehidupan dari sebelumnya membuat sadar bahwa kita sudah memasuki tahap dewasa. Jadi tidak dapat dihindari, cepat atau lambat, suka ataupun tidak suka masa dewasa itu akan datang dan menjadi sebuah pilihan.

Menjadi dewasa memanglah sulit, bagi sebagian orang dewasa itu cukup mengerikan bahkan ada juga yang merasa belum siap. Dewasa itu bukan soal kompetisi, melainkan berasal dari diri sendiri untuk memulainya.

Dewasa artinya bertumbuh. Bersedia untuk tumbuh bersama diri sendiri, mencintai kelebihan dan kekurangan, optimis akan masa depan, serta berusaha menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Di usia kita yang dari remaja beranjak dewasa ini, sudah saatnya kita mengarungi diri sendiri. 

Berada di masa transisi remaja menuju dewasa ini menjadikan kita untuk berpikir dan sharing dengan banyak orang tentang kegelisahan akan masa depan. Kedewasaan seseorang akan terlihat dari kematangan emosionalnya yang tercermin dari setiap perilakunya, dewasa bukan proses rekayasa, melainkan hasil dari rangkaian tahapan kehidupan. 

Jadi kedewasaan bukan merupakan proses yang instan. Kedewasaan merupakan proses dari dalam diri manusia. Masa dewasa adalah masa di mana kita harus berjuang atas dirinya masing-masing. Dalam masa dewasa ini kita harus dituntut untuk memiliki pribadi yang lebih matang, agar dapat menghadapi berbagai persoalan yang ada baik itu ringan maupun berat.

Kita perlu mengoreksi diri sendiri atas tindakan apa yang kita lakukan, mana yang benar atau salah, baik atau buruk, dan pantas atau tidak pantas tentang sesuatu yang telah kita lakukan. 

Kita akan mengevaluasi diri, yaitu evaluasi tentang kita bagaimana cara memperbaiki sesuatu yang salah atau buruk, maupun pantas atau tidak pantas. Sehingga kita akan melakukan perencanaan ulang di mana kita akan mengimplementasikan hasil evaluasi diri. Proses tersebut akan berulang-ulang dalam kehidupan kita.

Tidak ada ketentuan yang pasti untuk menunjukkan kedewasaan seseorang. Semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kedewasaan dalam diri kita juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun ada faktor yang paling berpengaruh yaitu faktor didikan orang tua, lingkungan pertemanan, dan tuntutan hidup.

Adapun yang pertama yaitu dewasa karena didikan orang tua artinya orang tua merupakan tempat yang paling utama dan pertama dalam proses pembentukan kepribadian. Cara orang tua mendidik menjadi penentu dalam perilaku di masa depan. 

Memang tidak mudah dalam mendidik agar dapat tumbuh menjadi seperti yang diinginkan. Butuh usaha yang keras dan kesabaran untuk dapat berbuat positif saat dewasa nanti. Karena pada dasarnya perilaku dan sikap orang tua lah yang pasti akan dicontoh dan ditiru. Jadi dorongan dari orang tua lah yang dapat membantu dalam penyesuaian kedewasaan yang memuaskan untuk masa depan.

Lalu yang kedua yaitu karena faktor lingkungan pertemanan, artinya bagaimana individu berinteraksi dengan sesamanya dan pengaruh yang ditimbulkan. Ada suatu kalimat yang pernah saya dengar yaitu “Pada akhirnya seleksi alam yang akan membawa kita bertemu dengan teman-teman yang sefrekuensi. Semakin kita tumbuh dewasa, circle pertemanan semakin mengecil dan itu merupakan hal yang positif”. 

Kemudian saya mulai tersadar, menginjak dewasa ini kita akan merasa keterasingan sosial, di mana teman-teman yang dahulu sering bersama perlahan mulai hilang. Saat kita dikelilingi orang-orang yang senantiasa memiliki pikiran terbuka dan dewasa, kita pun akan ikut terpengaruhi. 

Karena kita mendapat pengaruh dari lingkungan pertemanan yang posistif di sekitar. Dalam hal ini kita perlu selektif dalam memilih lingkungan pertemanan, agar kita dapat bertumbuh dewasa dengan baik.

Faktor yang terakhir yaitu karena tuntutan hidup artinya di mana kita dituntut untuk selalu menyelesaikan diri dengan kondisi yang ada. Karena kondisi, banyak anak yang dipaksa bersikap dewasa sebelum waktunya. Mereka harus melakukan tugas dan tanggung jawab orang dewasa. 

Setiap orang seharusnya tumbuh sesuai dengan masanya. Ketiga faktor tersebutlah yang akan membentuk pola pikir serta cara bersosioalisasi sehingga akan muncul kedewasaan seseorang.

Masihkah ada yang beranggapan bahwa umur merupakan tolok ukur dari kedewasaan seseorang? Apakah jika kita semakin bertambah usia semakin bertambah juga dewasa kita karena telah melalui berbagai lika liku kehidupan?

Menurut pendapat saya tidak. Tingkat kedewasaan seseorang itu tidak selalu berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang sudah terlihat tua belum tentu sudah dewasa. Menghadapi usia tua merupakan suatu keniscayaan. Tetapi menjadi seorang dewasa merupakan pilihan. 

Usia memang bukan sebagai tolak ukur dari kedewasaan seseorang. Tidak mudah bagi kita untuk menjadi dewasa. Membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk seseorang bisa dikatakan dewasa. Sampai saat ini saya pun juga belum yakin, apakah saya benar-benar telah dewasa atau masih belum dewasa.