Staf Pengajar
1 bulan lalu · 184 view · 4 min baca menit baca · Filsafat 72617_17966.jpg
Dream Walking Photo by Simon Matzinger

Apakah Kita Bahagia Hidup di Dunia Modern Ini?

Saya tergerak tambah penasaran dengan banyaknya review dan komen mengenai film A Star is Born di jagat maya.

Pertama kali nonton ada banyak pertanyaan eksistensial yang tersimpan di benak diri saya dan terpaksa Saya menonton film A Star is Born sebanyak 4 kali untuk menemukan celah makna absurditas mengenai apa sebenarnya yang terjadi?

Mengapa film ini sulit dimengerti? Kenapa sang vokalis sekaligus pemain gitar yang bernama Jack melakukan aksi bunuh diri di penghujung film? dan apakah tindakan Jack itu salah?

Kalau kita bergerak cepat masuk pada intinya tanpa basa basi yang bikin ngantuk, yang bisa saya kutip adalah Jack menemukan bakat besar pada penyanyi kafe yang bernama Ally dan melihat ada bakat besar yang dimiliki Ally agar dikembangkan, setelah mendengarkan Ally nyanyi dipanggung, temannya Ally mengajak Jack untuk berkunjung dibelakang panggung tempat Ally berhias. Jack langsung mengajak Ally untuk minum bercerita mengenai bakat tersebut.

Kita langsung saja bahwa apa yang akan anda lakukan ketika seseorang menemukan bakat terbaik, lalu bakat yang ditemukan itu menjadi bintang besar, dan bintang itu meninggalkan anda sebagai pencetusnya. 

Ini bukan tentang si Ally yang meninggalkan melainkan ketenaran itulah yang memaksa Jack harus mengalah dan membiarkan Ally terus bersinar. 


Sang vokalis cewek yang bernama Ally tetap perhatian kepada pacarnya yang akan menjadi suaminya Jack, disela kesibukan tournya Ally selalu meluangkan waktu kepada Jack dan memberi perhatian kepada Jack untuk menjenguknya dirumah.

Permasalahannya adalah ketika Ally menjadi bintang papan atas, Jack dianggap sebagai perusak nama baik Ally, karena Jack dilihat publik sebagai seorang pecandu alkohol berat.

Padahal Jack lah yang mengembangkan bakat Ally, dan dari awal Jack memang seorang pecandu alkohol berat. Banyaknya jadwal konser tour Eropa yang akan dilakukan Ally membuat Jack harus menetap terus-terusan di rumah menahankan prustasi menjaga anjing peliharaan sementara Ally bersinar di puncak tournya.

Pertanyaannya adalah apakah kita bahagia hidup di dunia modern yang melanjutkan begitu cepat ini? Dan pertanyaan itu buatlah semangat motivasi dan jangan dianggap sebagai pertanyaan yang berujung pada kata menyerah pada nasib.

Kita hidup dalam berita viral yang cepat menampakkan diri dan cepat tenggelam dibawa viral yang baru. Ketenaran itu cepat muncul dan cepat meredup, dan ketenaran pada zaman modern ini lebih banyak didapat dengan cara berbuat banyak-banyak berbuat sensasi, bukan seperti artis seniman pada prinsipnya yang bergulat pada proses berbulan-bulan, bertahun-tahun dalam menciptakan satu karya.

Dalam puncak karirnya ada yang berbeda dari cara penampilan Ally, ia harus mengecat rambutnya, mengubah gaya berpakaian dengan banyak warna-warni, berbeda dengan yang sebelumnya ketika ia konser bersama Jack yang tampil sederhana dengan seadanya.

Pada ujung film, ada semacam sesuatu yang ingin diungkapkan oleh Jack namun ia merasa kesulitan untuk menceritakannya. Kita tahu bahwa kehidupan seorang musisi pada prinsipnya dan kebiasaannya banyak menemukan misteri. 

Berbedanya adalah seniman ada yang bisa menyuarakan hanya dengan musik dan tidak bisa menulis dan menjelaskannya, dan disitulah pentingnya filsuf memberi peran untuk menginterpretasikan fenomena apa yang tengah terjadi sebenarnya.

Saya memiliki kesimpulan bahwa modernitas lah yang membuat kesalahan, modernitas lah yang membunuh bakat Jack, buktinya Ally dipaksa menyanyi sambil menari joget-joget layaknya seperti Ariana Grande.  

Dalam lirik lagu Shallow yang mereka nyanyikan terdapat lirik Tell me something more, beritahu aku sesuatu yang lebih mengenai apakah kamu bahagia hidup di dunia modern.


Musik yang dinyanhikan Ally berbeda jauh dengan apa yang dimainkan disaat ia bersama Jack dan setelah tidak konser lagi bersama Jack. Dikala bersama Jack, Ally bernyanyi dengan genre folk pop, dan setelah solo tanpa Jack.

Ally lebih banyak bernyanyi sambil ngedance, pada pertengahan di menit ke 60 an kita akan melihat gaya musik Ally berubah total. Ia telah kehilangan soul-nya dikarenakan ia bernyanyi tanpa piano dan lebih banyak bernyanyi dengan ngedance.

Ini sebenarnya adalah perseteruan antara manakah yang lebih baik, bernyanyi dengan sambil bermain piano atau bernyanyi sambil joget-joget? 

Sebelumnya Ijinkan saya mengajak pembaca untuk mengawang-awang sedikit dalam tulisan ini dan mari kita pikirkan bersama. 

Bila harus memilih mana yang lebih baik Musik penenang atau musik yang penuh energi? Kita buat analagi ada dua orang tipikal pecinta musik, satu penikmat musik sambil nyantai minum kopi dan satu lagi penikmat musik untuk olahraga ngejim baik itu maraton dan olahraga lainnya biar lebih semangat mengangkat beban.

Ketakutan para seniman yang hidup dalam dunia modern ini adalah munculnya para artis online yang begitu cepatnya tenar, mendapatkan pengikut yang banyak dan terkenal, berbeda dengan apa yang telah diperjuangkan mati-matian oleh para seniman, berkutat dengan kepedihan berpikir yang tak berujung.

A Star is Born berubah menjadi Kekacauan yang terlahir dari dunia modernitas. Hal itu muncul ketika sang vokalis cewek Ally dipaksa untuk mengikuti zaman yang dimana Jack dipaksa berhenti mengalah demi kesuksesan Ally yang bisa melampaui artis kekinian.

Pada akhirnya yang bisa kita kutip dari film A Star is Born adalah inspirasi utuh bisa kita nikmati dengan mendengarkan piano, gitar, dan biola. 

Dari mendengarkan musik dan bernyanyi dari ketiga instrumental itulah kita bisa mendapatkan inspirasi alam yang utuh. 

Bandingkan dengan musik dugem ajib-ajib, kita memang banyak dibawa untuk bergerak cepat, namun percepatan dalam bergerak tersebut tidak menghasilkan buah pemikiran ide yang sejati.

Artikel Terkait