Didunia yang sedang dalam krisis ini banyak orang menyerah karena keadaan. Tak bisa dipungkiri bahwa keadaan ini memang benar-benar sedang dalam keadaan sulit. Mereka hanya bisa pasrah akan keadaan dan tak berbuat apapun.

Mereka percaya bahwa perjuangannya tak akan berbuah manis dan malah membuat semuanya lebih rumit. Akhirnya pasrah adalah tindakan terbaik menurut beberapa orang. Namun, kadang ada kejadian yang tak terduga dan disebut sebagai keajaiban.

Apa sih sebenarnya arti keajaiban ?

Mungkin, banyak orang  di sekeliling kita yang tidak percaya akan adanya  keajaiban. Padahal, banyak dari kita yang melalui kehidupan dengan kejadian yang terduga yang bisa disebut keajaiban. Hal di mana yang bisa menjadi tak bisa dan yang tak bisa menjadi bisa di waktu yang tak terbayangkan.

Kamu percaya nggak kalau keajaiban itu ada ?

Keajaiban di mana yang diinginkan tapi tak terpikirkan cara untuk menggapainya, namun ada saat di mana itu terjadi dan keadaanmu bisa bahagia atau sebaliknya.

Keajaiban datangnya bisa dari Tuhan lewat segala doa dan segala nasib yang sedang kita lalui dalam kehidupan ini. Rasa sedih yang terpendam akan menjadi sebuah jalan menuju keajaiban. Rasa tersakiti dan terhinakan bisa saja menjadi jalan keajaiban itu pula. Apa yang kita perbuat pasti ada kejadian dibaliknya.

Keajaiban bisa datang kapan, di mana, dan siapa yang akan mendapatkannya. Tak disangka bisa saja kamu akan mendapatkan keajaiban itu.

Seperti sebuah kejadian yang mengandung keajaiban. Kejadian ini  terjadi di suatu kota, ketika seorang anak yang sedang bersekolah disalah satu sekolah negeri yang ada di kotanya. Ia telah melewati perjalanan hidup yang sangat panjang.

Dimulai ketika ia ditinggal oleh keluarganya entah ke mana dan hidup dengan seorang tetangga yang merawatnya sejak kecil dan memiliki beban hidup yang berat. Saat kecil hingga sekarang, ia selalu melaksanakan banyak tugas rumah seperti menyapu, mencuci piring yang dimulai saat usianya masih dini.

Kesedihan tersimpan dalam hatinya yang tak tahu kapan akan hilang. Kesedihan di mana ia kehilangan sosok seorang ibu dan ayah, penderitaan yang begitu menyakitkan, dan perlakuan yang tak terpantaskan.  

Sekian waktu telah ia lalui, ia mulai memahami arti kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang tak pasti ada pada kebahagiaan, namun ada saatnya kesedihan dan kesulitan juga bagian dari kehidupan. Dan ia menyadari bahwa apa yang ada harus selalu disyukuri. Walaupun tak bahagia, tetap saja itu harus disyukuri.

Ia mulai mengerjakan segala tugas dan hal yang bisa ia lakukan dengan penuh semangat dan ikhlas. Hari-harinya pun menjadi lebih indah dan lebih bahagia.

Ia perempuan yang bersekolah di bangku kelas XII semester akhir. Selama menempuh pelajaran disekolah, selalu mendapatkan perlakuan yang tak begitu menyenangkan. Sering kali ia diejek karena tidak memiliki orang tua, miskin, ataupun dianggap rendah.

Mengharapkan sebuah pendidikan di universitas yang layak demi mengangkat derajat orang tuanya. Dengan modal nekat, belum begitu paham akan pelajaran yang diajarkan karena mempunyai pekerjaan rumah yang begitu banyak dan menghabiskan banyak waktu serta tenaga hingga tak ada waktu yang tersisa untuk belajar.                      

Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi pun dibuka, ia berusaha untuk mendaftar melalui jalur bagi yang kurang mampu. Mulai saat itu pun ia mulai belajar untuk persiapan penerimaan itu. Walaupun banyak materi yang tak dipahami, ia hanya bisa berusaha dan senantiasa memohon kepada Tuhan agar diberikan kemudahan.

Detik, jam, hari hingga bulan telah ia lalui dengan penuh semangat. Ujian penerimaan pun dimulai, lembar jawab pun diberikan. Dengan tangan gemetar ia memulai mengerjakan soal. Dengan kegigihannya, apa saja yang ada di depannya dapat terselesaikan dengan mudah padahal ia tak memahami betul apa yang diujikan.

Tak disangka ia diterima  di universitas yang diidam - idamkan sejak lama. Dengan kepintarannya ia dapat bersekolah dengan beasiswa bahkan mendapatkan tunjangan setiap bulannya.

Mulai saat itu ia menjadi rajin. Dengan perjuangannya, ia dapat membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa menggapai impiannya. Bisa mengubah perekonomian keluarganya dan tidak dianggap rendah lagi oleh teman temannya.


Itulah bukti adanya suatu keajaiban. Keajaiban datang di saat kita tak tahu apa yang akan terjadi, datang di saat kita telah menyerah akan semua usaha yang telah kita usahakan.

Keajaiban tak serta merta datang secara mendadak, bisa saja keajaiban datang di saat kamu memohon kepada Tuhan dengan segala kerendahan hati, atas segala usaha yang kamu lakukan, bahkan bisa saja penderitaan bisa menjadi jalan menuju keajaiban itu.

Tak hanya itu, keajaiban dapat kamu ciptakan dengan berusaha semaksimal mungkin, senantiasa mencoba walau gagal sekalipun, selalu meminta restu orang tua, dan berdoa.

Jangan menilai orang dari covernya saja namun, karena sikapnya, perilakunya, dan perjuangannya. Terkadang terdapat perjuangan yang lika-liku dalam hidupnya dan membuat dirinya bangkit.

Tetap semangat, berusaha, dan percaya diri akan apa yang ada di dalam dirimu. Jadikanlah cemoohan orang lain sebagai motivasi bukan membuatku tumbang. Semoga kamulah yang menerima keajaiban itu.