Pagi tadi membuka group whatsapp, kok ramai sekali membicarakan tentang kebahagiaan bisa di ukur? Bagi saya sedikit aneh dan ketawa sendiri. Serta baru dengar juga bahwa ada alat untuk mengukur kebahagian. 

Setahu saya mengukur kebahagian itu gampang yang penting pegang uang ditangan, di dompet ada isinya, saldo ATM ada juga, itu kunci bahagia sederhanakan, benar kan hehhe. 

Nah, selanjutnya saya ikut nimbrung dalam group whatsapp, saling memberikan komentar dan jawaban tentang ukuran bahagia itu yang mau diukur, sebetulnya antara penting dan tidak penting juga mau dibahas?

Membuat saya tertarik adalah komentar dari teman-teman group whatsapp yang berbeda-beda, ya menurut pendapat teman masing-masing saja lah. 

Namun belum menemukan solusinya, namanya juga group diskusi, group berbagi, sembari canda tawa ya tidak serius begitulah, ikut partisipasi biar group tidak kepanasan dan tidak tegang atau group tidak sepi.

Kebetulan saja sih, di group ini bersama literasi penulis, memberikan bahan pertanyaan tentang ukuran bahagia itu seperti apa? Mengulang lagi seperti uraian di atas namun sudah agak serius, jika diberikan nilai hitungan 0 sampai 10, kita pilih yang mana? "Ungkap bang Zul".

***

Memberikan pandangan yang menganalisa terhadap nilai 10 sangat puas dan nilai 0 sangat tidak puas. Sedangkan nilai 1 sampai 5 cenderung semakin tidak puas dan nilai 6 sampai 9 cenderung semakin puas, nah semakin bingung juga sampai disini…pasti kan?

Sedangkan angka 5 menjadi titik tengah yang berada antara semakin tidak puas dan titik semakin puas. Maksudnya angka 5 tersebut mengikuti seluruh angka yang di dalam hitungan 0 sampai 10 tersebut. 

Semoga tidak bertambah bingung karena masih hitungan angka, belum spesifik sih, apa yang menjadi poin ukuran dari bahagia itu?

Tentunya saya bersama teman literasi, ya semakin penasaran dan akhirnya memberikan jawaban lagi yang boleh dikatakan pura-pura memahami juga, karena bahagia persi kita, pasti masing-masing tergantung pada diri kita yang menjalani kehidupan sehari-hari dilihat dari situasi dan kondisi yang tidak menentu, belum ada ukurannya juga.

Semakin seru pembahasan ukuran bahagia ini, mengajak setiap sahabat literasi menjawab berdasarkan pengalaman apa yang terjadi pada dirinya, berdasarkan analisa atau yang dipikirkan dan logika sedikit ngaur dan tidaak nyambung juga tidak apa-apa, namanya juga pendapat kita. 

Ada juga berdasarkan teori bahagia menurut para ahli dan seterusnya, yang dijelaskan makin tidak paham nantinya.

Pada prinsipnya kita semua pasti pernah merasa bahagia, mengalami bahagia, dan mencapai puncak kebahagiaan, ya atau tidak belum tau juga sih? 

Hal ini tidak diketahui orang lain, artinya kita bisa mendefinisikan bahagia itu seperti apa dan pasti akan sama juga bila berbagi cerita kepada sahabat yang lainnya. Bahagia juga tidak harus maksa, tidak harus pamer, tidak harus dilihat orang lain…ya kan.

Pendekatannya bahagia lebih kepada rutinitas aktivitas sehari-hari apabila kita bahagia setiap hari, maka selamanya akan bahagia "kok bisa", pasti bisa donk? 

Tapi ada syaratnya yaitu hati tentram, pikiran tenang, jiwa raga sehat, fokus mikir masa depan, emosi stabil. Itu persi saya ya…bukan menjadi patokan juga, yang penting happy saja setiap saat.

Sebagai perbandingan saja ya biar kita semua lebih tau, ternyata ada benaran ukuran dan cara nilai bahagia itu lho…hahaha. Saya akan menguraikan beberapa negara paling bahagia di Dunia dan provinsi di Indonesia yang paling bahagia serta dari pandangan diri kita masing-masing.

Sorotan Negara Paling Bahagia :

Mengutip dari "kompas.com (Senin, 22/03/2021) penulis Nabilla Ramadhian, menyampaikan bahwa ada 20 Negara yang paling bahagia". Ternyata Indonesia tidak termasuk bahagia…he. 

Bagaimana dengan masyarakatnya kalau negaranya belum bahagia, namun ada beberapa provinsi di Indonesia paling bahagia. Alhamdulillah juga, ada bahagianya juga buat contoh provinsi lain.

***

Berikut negara paling bahagia dunia tahun 2020 yang telah dirilis melalui laporan tahunan World Happiness Report milik United Nations.Nama-nama Negara yang paling bahagia dimaksud :

Finlandia, Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Jerman, Norwegia, Selandia Baru, Austria, Israel, Austfalia, Islandia, Irlandia, AS, Kanada, Canada, Ceko, Inggris raya,Taiwa , dan Taiwan.

Berdasarkan "informasi dalam Barrons.com, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam penentuan peringkat adalah produk domestik bruto (PDB) adalah dukungan sosial, kebebasan pribadi, dan tingkat korupsi negara. 

Dan "pengukuran bahagia yang lain bergantung pada tiga indikator utama, yaitu Life Evaluations, Positive Emotions, dan Negative Emotions".

Nah, menurut data diatas ternyata jika suatu negara mau bahagia harus mengikuti contoh negara yang lain seperti dukungan sosial, kebebasan pribadi, tingkat korupsi suatu negara. 

Kalau yang ini kita bisa nilai sendiri lah, bagaimana di negara kita…ya kan. Saya tidak berani menyampaikan secara vulgar nanti keliru karena perbuatan atau perilaku tulisan ini.

Sisi lain yang menyatakan bahagia sebuah negara dilihat dari evaluasi kehidupan, emosi negatif dan emosi positif. Semoga kalau yang ini tidakk bingung lagi ya, anggap saja contoh sebuah masyarakat negaranya jika ingin bahagia jangan sering marah, sedih, egois, emosian, dengki, iri hati apalagi ya. 

Intinya itulah, tapi sedikit aneh sih kalau di negara kita sendiri sedikit sulit lho merubah budaya tau sendiri cibiran netizen masyarakat Indonesia…hehe.

Teropong Provinsi Paling Bahagia Di Indonesia :

Walaupun negara kita tidak masuk bagian negara paling bahagia, tapi alhamdulilah juga sih ada perwakilan sebuah kota ada yang bahagia. Sehingga bisa dicontoh kota-kota lain, siapa tau tahun depan negara kita masuk ke bagian negara paling bahagia di dunia.

Ya itu juga mulai dari mana untuk memperbaiki apa dari individu kita, masyarakat Indonesia, pemerintah, atau yang terlibat lah…biar masuk kategori bahagia.

Mengutip dari halaman pegipegi.com (20/32020) penulis Nadia Latief " Hal ini diketahui berdasarkan Indeks kebahagiaan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2017 lalu. 

Penilaiannya sendiri diukur dari tiga dimensi, yaitu tingkat kepuasan hidup, perasaan, dan pemaknaan hidup. Itu menurut data, tapi tidak tau juga kenyataan karena dari dimensinya berbeda dengan indikator penilaian di negara. 

Ya tidak papa juga, yang penting bahagia bisa kita tiru bersama provinsi yang paling bahagia di Indonesia…ayo bahagia.

Berikut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 dikemukakan kota yang paling bahagia, yaitu, Maluku utata, Sulawesi utata, Kalimantan timur, Kalimantan utara ,dan Gorontalo.

Nah, sekarang kita ingat ya kalau mau bahagia dilihat dari kepuasan hidup, perasaan, dan pemaknaan hidup. Itu data lho ya bukan dari saya…hehe, kalo menurut saya sih, nikmatin saja kehidupan, jangan baperan gitu, jalani hidup dengan senyum walaupun hati dan pikiran tidak bahagia.