Manusia pasti akan selalu merasa kurang dalam hidupnya. Rasa ingin mendapatkan lebih dari apa yang telah dicapai memang sifat umum manusia. Namun, apakah selalu merasa kurang itu baik bagi kita?

Manusia selalu merasa kekurangan atas beberapa hal. Contohnya saja pencapaian, di saat teman-temannya mencapai target yang lebih tinggi dari dia, manusia akan merasa kurang atas apa yang telah dia capai. Padahal dia sudah mencapai target dia sendiri, sedangkan target orang lain ya milik orang lain.

Selalu merasa kurang memang bukan hal yang buruk. Sifat tersebut dapat menjadikan manusia menjadi lebih baik lagi ke depannya. Manusia menjadi lebih berkembang karena ia merasa kurang atas apa yang telah dicapainya.

Sisi positif dan negatif sifat selalu merasa kurang dapat dirasakan tergantung dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Apabila dalam suatu kekuasaan manusia merasa kurang atas posisinya dan dapat menimbulkan permasalahan maka sisi negatif yang ditimbulkan. 

Namun apabila dalam suatu pencapaian misalnya nilai mata pelajaran yang tidak sesuai dengan yang lain kemudian dapat mendorong manusia tersebut untuk lebih giat lagi belajar maka sisi positif yang didapatkan.

Untuk mendapatkan sisi positif dari sikap selalu merasa kurang maka perlu menerapkan beberapa hal, salah satunya yaitu bersyukur. Mensyukuri segala hal yang ada pada diri kita sangat penting untuk dilakukan baik terhadap hal kecil maupun hal besar. 

Bersyukur masih diberi kesempatan untuk menghirup udara, bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat dunia, maka rasa selalu kurang tidak akan sering muncul pada diri kita.

Melihat ke bawah juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Jauh di luar sana masih banyak yang kehidupannya kurang beruntung dari kita. Kekurangan yang kita rasakan tidak seberapa dari kekurangan yang mereka rasakan. Mengejar sesuatu untuk mencukupi rasa kekurangan tidak selalu berdampak positif ke diri kita, sehingga perlu untuk melihat ke bawah ke yang jauh lebih merasa kurang dari kita.

Cara selanjutnya yaitu dengan belajar menerima. Kita tidak tau mungkin saja apa yang telah kita capai, apa yang telah kita dapatkan merupakan kunci kebahagiaan kita. Mungkin kita saja yang belum merasakan dampaknya sehingga selalu merasa kurang.

Merasa kurang bukan berarti keadaan kita benar-benar kekurangan. Bisa jadi kita memang belum menerima atas apa yang telah kita dapatkan, atas apa yang telah kita punya.

Sikap selalu merasa kurang dapat dijadikan sebagai pembelajaran supaya dapat lebih menerima diri lagi. Menerima atas apa yang telah dimiliki karena bisa jadi di luar sana ada yang menginginkan posisi kita.

Apa yang telah kita capai, apa yang telah kita dapatkan semua hal itu perlu disyukuri. Perlu dijadikan pendongkrak untuk membuat diri kita menjadi lebih baik ke depannya.

Semua manusia akan selalu merasa kurang atas apa yang telah dicapainya, begitu juga saya sendiri. Saya selalu merasa kurang atas apa yang telah saya miliki. Saya selalu merasa bahwa saya jauh tertinggal dari pencapaian orang lain.

Hal tersebut mungkin juga terjadi pada orang lain. Karena sifat seperti itu pasti selalu ada. Tapi kembali lagi pada hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadikan rasa kurang itu berdampak positif.

Saya mencoba belajar menerima. Saya mencoba belajar bersyukur. Memang sulit, memang tidak semudah apa yang diucapkan. Namun, dengan berusaha, dengan mau mencoba, maka perasaan mau menerima itu juga akan muncul.

Saya menerima atas apa yang telah Tuhan takdirkan kepada saya. Saya menerima kekurangan yang mungkin ada pada diri saya. Saya juga menerima diri saya yang mungkin tidak sehebat orang lain.

Proses dalam menghadapi rasa selalu kurang memang selalu butuh waktu. Waktu yang panjang dan juga kesiapan sangat diperlukan untuk menjadikan rasa kurang itu berdampak positif bagi diri kita.

Selalu merasa kurang memang harus selalu ada dalam diri manusia. Tanpa adanya rasa kurang maka manusia tidak akan bisa berkembang. Namun, rasa kurang juga dapat memberikan dampak negatif sehingga perlu disikapi secara baik.

Manusia harus menerapkan sikap merasa selalu kurang sesuai pada tempatnya. Merasa kuranglah pada sesuatu yang berdampak baik bagimu, dan merasa cukuplah pada sesuatu yang berdampak buruk bagimu. 

Teruntuk manusia yang selalu merasa kurang, tetaplah bersyukur dan belajar menerima. Karena terkadang diri kita yang perlu mengalah atas keadaan. Menerima bukan berarti kita kalah atau menyerah, namun rasa kurang hanya perlu dicukupi.

Rasa kurang dan rasa cukup merupakan sikap yang bertolak belakang. Maka jawaban dari rasa kurang yang dimiliki yaitu rasa cukup. Merasa cukuplah atas apa yang telah dimiliki.

Rasa kurang yang disikapi dengan hal baik, maka akan berdampak baik. Namun rasa kurang yang disikapi dengan hal buruk maka akan berdampak buruk.

Belajar bersyukur dan menerima, maka hal-hal baik akan selalu menutupi rasa kurang yang kita miliki. Tetaplah merasa kurang karena itu perlu, namun selalu diimbangi dengan rasa cukup dan rasa syukur.