Al-Azhar Cairo PLG
2 bulan lalu · 142 view · 3 menit baca · Cerpen 42514_32612.jpg

Apakah Aku Kesepian?

Di pagi hari seperti biasanya aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepedaku. Ngomong ngomong namaku Armand, saat ini aku kelas 3 SMP dan selama aku di SMP aku tidak berteman dengan siapapun. Bukan karena aku dijauhi, tapi aku yang menjauhi mereka. Dan karena sifatku itu tentu saja mereka membenciku, tapi itu tidak masalah bagiku karena aku memang menginginkan itu. 

Lagi pula motoku di sekolah adalah “Mereka semua sampah, dan aku bukan”, kenapa motoku seperti itu? Tentu saja ada alasannya.

Hari ini di sekolah seperti biasa aku mendengarkan kata kata guruku yang tak dapatku mengerti sehingga aku harus belajar sendiri, dan juga melihat tingkah siswa siswi di kelasku yang menjijikan. Selama 4 jam aku dengan sabar menunggu bel istirahat berbunyi dan....

 “kring…” (bel berbunyi), 

Akhirnya aku bisa pergi ke tempat paling nyaman di sekolahku. Perpustakaan, itulah tempat favoritku. Di tempat itu aku senang karena hanya ada aku dan juga buku buku serta penjaga perpus yang selalu tidur. 

Siswa siswi di sekolahku minat baca hanya sedikit, sehingga yang mengunjungi perpustakaan hanya aku sendiri. Tapi hari ini aku terkejut, karena ada orang lain yang datang ke perpustakaan. Ditambah lagi dia seorang perempuan yang berambut pendek dan wajahnya bisa dibilang sangat cantik. Kulihat dia sedang sibuk memilih buku, tapi saat kulihat dia, dia melihatku juga. Sebenarnya aku sudah terbiasa ditatap oleh orang orang, tapi tatapan dia berbeda dengan yang lainnya. 

Entah kenapa saat dia menatapku hatiku terasa bergetar, tapi aku meyakinkan diriku itu bukan perasaan apa apa. Dari pada aku terus merasa terganggu dengan tatapannya lebih baik aku segera ambil buku dan duduk diam di meja baca. Tapi saat aku sedang mau mulai membaca tiba tiba aku mendengar suara “Nyahoo…”, mendengar itu aku terkejut dan saat kulihat ke belakangku aku sadar kalau yang bilang Nyahoo adalah gadis tadi. 

Agar ia segera pergi aku pun harus menjawabnya dan memberikan apa yang ia butuhkan.

 “Ada yang bisa kubantu?”.

“Ya tentu, maukah kau menjadi temanku?” jawab gadis tersebut. 

Mendengar balasannya aku langsung sadar kalau dia ini siswi yang baru pindah ke sekolah ini, dan teoriku ini didukung dari obrolan para siswa di kelasku tadi dan juga wajahnya yang asing bagiku. Untuk menanggapi pertanyaannya aku membalasnya.

“Berteman? Sebenarnya aku ingin berteman tapi maaf aku hanya ingin berteman dengan lelaki. Aku tidak tertarik berteman dengan perempuan, lagi pula aku ini pecinta lelaki”, aku suka laki laki? Tentu saja tidak. Aku berkata seperti itu agar ia menganggapku aneh dan menjauhiku, tapi… 

“Owh jadi kamu h*mo? Baguslah, jika kamu memang h*mo berarti kamu tidak akan melakukan yang aneh aneh terhadapku jadi Mari kita berteman!” ia mengatakan itu dengan senyuman yang amat manis. 

Jujur saja karena aku sudah terlalu lama tidak diberi senyuman seperti itu aku bisa saja jatuh cinta dengan dia. Tapi dalam hatiku aku berkata...

“Wahai diriku jangan mau tertipu dengan senyumannya, ingatlah dia ini salah satu dari sekelompok sampah.”

Karena aku tidak tahu harus bagaimana agar ia membenciku, aku pun memutuskan untuk pergi. Saat aku sedang berjalan pergi meninggalkan dia tiba tiba aku mendengar dia berkata... 

“Apa kau suka sendirian?” mendengar itu aku terkejut.

Aku pun menghentikan langkahku dan bertanya kepadanya “Apa maksudmu?”. 

Lalu si gadis membalas “Entahlah aku hanya asal bicara”, mendengar itu aku membalas “Hebat meskipun kau asal bicara tapi kau benar, jadi tolong jauhi aku karena aku tidak suka berteman”.

“Kenapa kamu tidak mau berteman?” balas gadis itu. 

“Aku tidak mau berteman karena bagiku sendirian itu lebih baik, untuk apa aku berteman? Apa untuk ngobrol hal hal yang tak berguna? Atau untuk mengikuti kegiatan mereka yang negatif? Dari berteman tidak ada hal baik yang akan kudapatkan. Karena semua anak muda sekarang tidak layak untuk dijadikan teman, lagi pula sendiri itu sangat bagus, karena tidak ada yang mengganggu jadi aku bisa menjalani hari dengan tenang dan damai” jawab aku.

“jadi begitu, baiklah jika itu memang begitu menurutmu aku tidak akan berteman denganmu, tapi aku ingin kau tahu. Sendiri itu memang tenang dan damai karena tidak ada orang yang mengusikmu, tapi jika kau sendiri kau pasti kesepian kan? Jadi jika kau kesepian aku bersedia menjadi temanmu kapanpun kau mau.” balas gadis itu. 

Setelah ia mengatakan tadi ia pun pergi kekelas, tepat saat ia pergi bel masuk kelas berbunyi. Saat aku di kelas aku tidak memperhatikan pelajaran, aku tidak memperhatikan orang orang yang ada di kelasku. 

Dan di dalam hatiku aku bertanya tanya “Apakah aku merasa kesepian?”.

Artikel Terkait