Berbicara tentang perempuan, mereka memegang peran sebagai anak dan menantu, istri dan ibu, saudara ataupun ipar, tetangga maupun warga negara. Perempuan sangat identik dengan kecantikan, kecantikan perempuan adalah sesuatu yang sangat melekat pada diri bagi kaum hawa. Cantik itu sendiri diartikan sebagai suatu yang indah dan menarik.

Perempuan yang pada dasarnya tidak terlepas dari kegiatan kecantikan mulai perawatan di klinik kecantikan, bermake-up serta rutin memakai skincare.

Bahkan banyak perempuan yang hanya terfokus pada kecantikan fisik, perawatan wajah dan perawatan tubuh. Tak jarang dari mereka yang ingin tampil cantik dengan menghabiskan uang untuk sulam alis, sulam bibir, tanam bulu mata, suntik putih dan bahkan ada yang sampai operasi plastik yang jelas di agama Islam melarang perbuatan yang menyakiti diri sendiri seperti itu hanya karena untuk tampil lebih cantik. Kecantikan fisik memang perlu tetapi kecantikan fisik bukan segalanya.

Kecantikan di zaman sekarang, yang faktanya menjadi penentu harga diri dan kehormatan perempuan, semakin cantik perempuan tersebut maka semakin tinggi harga dirinya di depan laki-laki.

Sebenarnya apa sih itu yang dikatakan cantik? Apakah adil jika harga diri dan kehormatan perempuan dilihat dari fisik dan rupanya saja?

Dalam pandangan Islam kecantikan itu bukan dilihat dari parasnya saja namun dalam Islam kecantikan dibagi menjadi 2 yaitu:

Kecantikan jasmani, kecantikan jasmani ini dapat kita artikan dengan bagaimana kita merawat tubuh, cara berpakaian dan menutup aurat dengan benar.

Kecantikan rohani, kecantikan rohani ini adalah kecantikan yang penting dalam Islam selain bisa merawat diri kita, mengatur diri kita, kita bisa mengisi diri kita dengan akhlak-akhlak yang mulia akan menambah 10 kali lipat kecantikan diri kita.

Sebenarnya tuhan telah menciptakan perempuan dengan sebaik-baiknya dan secantik-cantiknya, semua perempuan dilahirkan cantik, tidak ada perempuan yang dilahirkan tidak cantik, yang salah bukan standar kecantikan yang dimiliki oleh perempuan tersebut.

Namun cara penilaian manusia yang salah sebab manusia mengartikan cantik itu dari parasnya saja seperti kulit yang putih, rambut yang lurus, badan yang tinggi, badan yang tidak gemuk dan tidak kurus, hidung yang mancung dan sebagainya.

Namun menurut saya kecantikan perempuan tidak hanya dilihat dari parasnya saja tetapi juga dilihat dari akhlaknya, tingkah lakunya, cara bicaranya dan cara dia bersikap.

Jangan mau didikte dengan standar kecantikan yang dibuat orang lain, definisikan kecantikan menurut pendapat mu sendiri, karena kita hidup bukan untuk menjadi sempurna melainkan kita hidup untuk menjadi nyata. 

Dan sebenarnya perempuan dilihat tidak hanya dari kecantikannya saja namun juga dilihat dari akhlak (attitude) dan rasa malunya.

Banyak perempuan di zaman sekarang di mana diz aman teknologi yang semakin canggih banyak perempuan yang bisa dikatakan sudah kehilangan rasa malunya karena mereka tidak malu saat berjoged di tempat umum dan ditonton oleh khalayak ramai, dan tidak malu ketika membuka aurat untuk dipertontonkan oleh banyak orang. 

Padahal rasa malu perempuan adalah mahkota bagi dirinya. Semakin ia malu semakin tinggilah kehormatannya. Sifat malu adalah sifat yang mulia. Dalam HR. At-Tirmidzi, Al- Hakim dan Al-baihadi meriwayatkan bahwa malu adalah bagian dari iman dan iman itu akan ditempatkan disurga.

Bahkan setelah perempuan menikah kecantikannya bukanlah satu-satunya yang dilihat melainkan akhlak dan attitudenya. Bagaimana dia nanti mengajarkan anaknya di rumah sehingga anaknya bisa memiliki akhlak yang baik sepertinya, dan bagaimana dia menjaga aib keluarganya.

Dan juga perempuan sering dikaitkan dengan dapur, sumur dan kasur, bahkan ada oknum-oknum yang mengatakan kodrat perempuan bukan untuk memimpin.

Bahkan perempuan yang sudah menikah selalu diberi pertanyaan "kamu mau menjadi ibu rumah tangga saja atau ingin bekerja?" . Kenapa perempuan harus diberi pertanyaan seperti itu? Kadang perempuan tidak bisa memilih antara keduanya karena perempuan ingin bekerja mengejar karier yang bagus dan perempuan juga ingin mengurus keluarganya.

Dulu keberadaan perempuan justru kurang mendapat perhatian di keluarga maupun lingkungannya. Apalagi untuk mendapatkan dan berada di tempat yang strategis di negeri ini, perempuan bukan sosok yang diperhitungkan, terutama dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Akibatnya perempuan mengalami keterbelakangan status maupun akses dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bahkan kelembutan dan kepekaan perempuan dijadikan alasan untuk meletakkan perempuan pada posisi yang lemah oleh sekelompok orang. 

Dimana pada posisi ini bukan kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki oleh perempuan, tetapi hanya karena adanya kecantikan wajah dan tubuh perempuan itu sendiri.

Namun sekarang kepimpinan perempuan di pemerintahan sudah mendapat banyak respons positif saat ini dan bahkan dari tahun ke tahun kesenjangan peran antara perempuan dan laki-laki perlahan ditinggalkan.

Dengan banyaknya dukungan dan gerakan menuju kesetaraan gender seharusnya tidak ada lagi larangan ataupun batasan bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin di berbagai aspek kehidupan.