Menjadi mahasiswa adalah mimpi setiap orang. Duduk di bangku perkuliahan dengan teman-teman untuk mencapai masa depan. Ini adalah tempat di mana kita bisa mencari jati diri dan menjadi diri sendiri.

Jalan yang ditempuh untuk bisa masuk dan diterima di tempat ini tidaklah mudah. Banyak perjuangan yang harus dilakukan. Berbagai macam tes dilakukan untuk bisa mendapat tiket di bangku perkuliahan.

Cerita seseorang yang berjuang untuk bisa masuk perguruan tinggi sangatlah banyak. Salah satunya ada perjuangan seseorang ditulis dalam tulisan ini. Sebut saja dia Kyla. Kyla sering disebut oleh teman lainnya sebagai seseorang uang ambisius atau bahasa gaulnya adalah ambis.

Organisasi yang diikuti Kyla sebelumnya tidaklah banyak. Bahkan mungkin ia bukan tipe siswa yang aktif berorganisasi. Akan tetapi, di kelasnya Kyla termasuk siswa yang aktif.

Kyla selalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh gurunya. Ia juga selalu menempati tempat duduk di depan. Latihan soal yang dikerjakan pun selalu ia targetkan.

Mendekati waktu ujian masuk perguruan tinggi, intensitas belajarnya pun ditingkatkan. Pulang sore sudah menjadi kebiasaan yang dilakukannya. 

Bukan ia pulang ke rumah, tetapi juga mengikuti tambahan belajar di salah satu bimbingan belajar di kotanya. 

Ketika itu, salah satu universitas swasta sudah membuka pendaftaran, Kyla mencobanya dengan melakukan tes yang ada. 

Sembari menunggu pengumuman, Kyla juga mengikuti tes lain di perguruan tinggi lainnya. Akan tetapi, ujian-ujian yang dilakukannya itu masih belum berhasil. 

Kyla menjadi salah satu siswa yang berhasil mengikuti program penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Impiannya adalah menjadi seorang dokter. Kyla mencoba mendaftar di dua perguruan tinggi berbeda dengan jurusan yang sama. Ketika waktu pengumuman tiba, keinginannya belum dapat terwujud.

Kyla tidak patah semangat dan lebih meningkatkan belajarnya. Jalur selanjutnya Kyla ikuti yaitu jalur SBMPTN. Kyla sudah sangat berusaha semampunya dan yakin dengan hasilnya. 

Dan ya, tulisan "selamat" muncul di layar pengumuman, tetapi universitas impiannya belum bisa tercapai. Kyla diterima di jurusan kedokteran universitas pilihan keduanya.

Tes terakhir untuk bisa masuk ke universitas impiannya Kyla ikuti juga. Akan tetapi, sepertinya bukanlah rezeki untuknya. Kyla gagal menjadi mahasiswa di universitas impiannya.

Perjuangan Kyla untuk bisa menjadi mahasiswa tidaklah sebuah perjuangan kecil. Di balik kerja kerasnya itu, ada dukungan dari banyak pihak, terutama orang tua.

Kyla bersyukur mempunyai orang tua yang sangat mendukungnya. Tidak pernah menuntut untuk menjadi yang nomer satu di mata orang, tetapi selalu mengingatkan untuk bisa menjadi yang terbaik bagi diri sendiri.

Ada beberapa cara atau strategi yang dilakukan Kyla sehingga ia berhasil menjadi seorang mahasiswa. 

Pertama, Kyla selalu meminta petunjuk dan menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta. Semua usaha dan kerja kerasnya selalu ia serahkan kepada-Nya.

Kyla tidak pernah lupa dan tidak berhenti untuk selalu berdoa. Kyla yakin bahwa kekuatan doa sangatlah besar.

Kedua, meminta restu dari orang tua. Kyla juga tak pernah melupakan kedua orang tuanya. Kyla juga yakin bahwa doa restu dari orang tuanya sangatlah besar manfaatnya.

Kyla berusaha untuk tidak menentang keinginan orang tuanya. Keputusannya menjadi mahasiswa jurusan kedokteran juga tidak menjadi perdebatan di antara ia dan orang tuanya. 

Kyla harus belajar semaksimal mungkin untuk bisa menjadi seorang dokter kelak di masa depan. Ia akan berusaha dengan sungguh-sungguh, karena orang tuanya tidak meminta apapun kepadanya selain belajar.

Semua biaya untuk berkuliah sudah disiapkan sehingga orang tuanya tidak menuntut yang lainnya.

Ketiga, belajar dengan sungguh-sungguh. Kyla menerapkan sebuah prinsip yang selalu ia gunakan. Belajar bukan tentang intensitasnya yang lama, tetapi kualitas dalam belajarnya.

Kyla tidak pernah belajar dengan sebuah perhitungan waktu, misalnya 3 jam atau waktu lainnya. Ketika kondisi fisiknya sehat dan tidak lelah, ia akan belajar 45 menit kemudian istirahat terlebih dahulu.

Ketika fisiknya sudah lelah, Kyla memilih untuk berhenti dan melanjutkan saat sudah istirahat. Kyla juga tidak mengukur bahwa ketika belajar satu bab buku harus selesai ia kuasai.

Akan tetapi, Kyla selalu berusaha untuk bisa memahami materi dengan sepenuhnya walaupun waktu yang dibutuhkan lama.

Keempat, menjaga kesehatan fisik dan batinnya. Ini adalah hal penting yang harus selalu dijaga. Ketika tubuh sehat baik fisiknya maupun batinnya, maka aktivitas yang dilakukan akan berjalan dengan lancar. Belajar pun akan lebih maksimal.

Saat menjelang ujian-ujian masuk perguruan tinggi, Kyla selalu menjaga kesehatannya. Kyla tidak belajar semalam penuh untuk menghadapi ujian di esok hari. Namun, ia memilih beristirahat menyiapkan fisik dan mentalnya.

Terakhir, berserah diri kepada Allah. Setelah usaha yang sudah dilakukan, Kyla selalu menyerahkan semua keputusan dan hasilnya kepada Allah. Kyla selalu yakin bahwa Allah tahu apa yang terbaik untuknya.

Jika hasil yang diterima nantinya tidak sesuai dengan kemauannya, Kyla tidak putus asa dan akan selalu belajar. Kyla menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai tolak ukur untuk ia harus berusaha lebih baik lagi.