Rasa cemas biasa dirasakan oleh individu ketika sedang mengalami suatu masalah. Pada saat mengalami kecemasan individu akan merasa dihantui oleh rasa takut yang terus menerus. 

Jika tidak ditangani rasa cemas yang berlebihan akan mengganggu aktivitas keseharian individu. Maka di sini kita bahas mengenai kecemasan, dari mana datangnya kecemasan dan bagaimana cara meringankan rasa cemas melalui kajian islam.

 

Kecemasan (anxiety)

Kecemasan atau yang biasa dikenal dengan anxiety adalah salah satu bentuk neurosa, gejala yang paling mencoloknya adalah ketakutan terus-menerus yang berbahaya dan tampaknya akan terus mengancam, yang sebenarnya tidak nyata tetapi hanya ada dalam emosi penderitanya (Nida, 2014).

Sedangkan menurut kajian psikologi islam sendiri yang merujuk pada Al- Quran menegaskan bahwa kecemasan merupakan emosi takut, takut di sini diartikan sebagai takut dengan Allah SWT juga, takut tentang siksaan dan keridhaannya (Nugraha, 2020). 

Surat al baqarah ayat 155 menjelaskan bahwa manusia akan diuji dengan ketakutan mereka, yang berbunyi sebagai berikut.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ 

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 


Faktor penyebab kecemasan

Kecemasan biasa datang dari pengalaman negatif di masa lalu atau pikiran individu yang tidak irasional. Menurut Darajat (2001) dan Fauzi Ahmad (2019) dalam (Nugraha, 2020) faktor penyebab kecemasan adalah sebagai berikut.

a) Perasaan cemas yang timbul karena perasaan bahaya yang akan segera terjadi. Ketakutan ini lebih dari perasaan takut yang muncul dari ruh yang ada di dalam dirinya. 

b) Takut bersalah (merasa bersalah) Rasa bersalah hati nurani ketakutan ini sering dikaitkan dengan gejala gangguan jiwa, yang sering muncul dalam bentuk umum.

c) Kecemasan yang sering terlihat berupa rasa sakit atau penyakit. Ketakutan ini disebabkan oleh kejadian yang tidak jelas atau tidak berhubungan, dan terkadang disertai dengan perasaan cemas yang mempengaruhi individu. Kecemasan muncul dari emosi yang berlebihan.

 

Gejala Kecemasan

Sarwono (2017) dalam (Nugraha, 2020) berpendapat bahwa gejala fisik yang muncul saat seseorang mengalami kecemasan ialah berkeringat dingin, detak jantungnya berdetak kencang, mengalami sakit kepala, tekanan darahnya naik, susah tidur, gelisah dan gejala lainnya. 

Gejala lain yang diungkapkan Yusuf (2018) dalam (Nugraha, 2020) dapat terlihat pada perubahan kinerja tubuh, yakni deyut jantung yang lebih cepat, mengalami gangguan pernapasan, dan lainnya. 

Sudah umum gejala individu yang sedang mengalami kecemasan, biasanya yang berkeringan tangan dan kaki ikut bergemetar. Dan saat denyut jantung berdetak lebih cepat biasanya individu menjadi kurang fokus dan perasaannya tidak tenang.

 

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa cemas

1. Dzikir

Jika sedang merasa cemas, cobalah anda berdzikir maka hati akan menjadi lebih tenang. Hasil penelitian dari Fitriani & Supradewi (2019) dalam (Nugraha, 2020) menunjukkan bahwa terapi dengan cara berdzikir dapat mengurangi kecemasan fisik dan psikis, terjadi tingkat phobia yang sebelumnya berat menjadi phobia ringan. (Sumarni, 2020) juga berpendapat bahwa Dzikir dipercaya dapat menenangkan hati. Ketenangan pikiran, menciptakan pikiran yang bersih dan tubuh yang sehat. 

Oleh karena itu, Dzikir dijadikan sebagai terapi yang sangat baik bagi para sufi dan Ahlu al-Thariqah. Dzikir menyebabkan pikiran dan keadaan jiwa menjadi terkendali dan seimbang. 

Dzikir memiliki nilai magis, selain berfungsi sebagai karya seni, dzikir juga memiliki sentuhan dengan proses spiritual healing. Dimulai dengan menumbuhkan keimanan kepada Allah Azza wa Jalla untuk memberikan kenyamanan spiritual.

2. Al- quran

Membaca Al – quran atau mendengarkan murottal Al- quran dapat menenangkan hati kita. Al- quran dapat menjadi media penyembuhan pada gangguan kesehatan mental. 

Syekh Ibrahim dalam (Sumarni, 2020) juga menegaskan bahwa semua huruf yang ada di dalam Al- quran mengandung obat bagi penyembuhan gangguan mental. 

Jika Anda sedang merasa cemas cobalah untuk membaca atau mendengarkan murottal Al- quran agar hati menjadi tenang dan lupa akan rasa cemas tersebut.

3. Berdoa dan Selalu Berpikir Positif

Berdoa meminta kepada allah untuk diberikan ketenangan hati dan dijauhkan dari rasa cemas juga bisa dilakukan saat Anda mengalami kecemasan. Saat berdoa memohon kepada Allah dengan sungguh- sungguh agar Allah senantiasa memberikan kesehatan mental. 

Dan selalu berpikir positif dalam segala hal, saat Anda merasa cemas jauhi hal- hal yang membuat pikiran kita semakin kacau. Dengan berpikir positif juga kita dapat menenangkan hati dan jauh dengan masalah mental.


Kesimpulan

Demikian yang sudah kita bahas, bahwa cemas merupakan gejala ketakutan terus menerus mengancam. Hal yang menyebabkan rasa emas muncul biasanya datang dari pengalaman masa lalu. 

Ketika kita mengalami kecemasan kita biasa mengeluarkan gejala seperti keringat dingin pada tanga, kaki gemetar dan masih banyak lagi. 

Untuk mengatasi kecemasan dalam kajian islam bisa dilakukan dengan cara berdzikir, membaca atau mendengarkan murottal Al- quran dan senantiasa berdoa memohon epada Allah SWT agar dijauhkan dari rasa cemas.

 

Referensi

Nida, F. laili khoirun. (2014). Zikir sebagai Psikoterapi dalam gangguan kecemasan bagi lansia. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5.

Nugraha, A. D. (2020). Memahami Kecemasan: Perspektif Psikologi Islam. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 2(1).

Sumarni, S. (2020). Proses Penyembuhan Gejala Kejiwaan Berbasis Islamic Intervention Of Psychology. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 3(2), 134–147. https://doi.org/10.23971/njppi.v3i2.1677