Suatu kali, ada seorang ayah bertanya kepada anaknya “ jika nanti kamu lulus SMA kamu ingin melanjutkan kuliah dimana?” jawab anaknya “ aku ingin mendalami filsafat.” Kata ayahnya “lho itu kuliah yang sulit, tidak dapat dimengerti, ilmu aneh dan jarang peminatnya. Mau jadi apakah kamu nanti setelah jadi sarjana filsafat?” lalu anaknya bingung karena tidak bisa menjawab pertanyaan ayahnya. Sepenggal cerita tersebut menggambarkan seorang anak yang ingin mempelajari filsafat. Ilmu yang bagi orang – orang adalah ilmu yang jarang di dengar dan sedikit aneh.

Setiap orang pasti pernah bersekolah. Mata pelajaran yang di pelajari di sekolah beragam mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam , Ilmu sosial, Ilmu pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa. Namun tahuhkah Anda semua pengetahuan itu didapat dan dikembangkan seperti sekarang ini berasal dari mana? Ataukah anda tahu bagaimana semua pengetahuan – pengetahuan itu bisa di pelajari oleh kita semua? Jawabannya ialah semua ilmu itu berasal dari sebuah ilmu yang bagi masyarakat asing didengar yakni Filsafat.

Filsafat berasal dari kata Philo dan Sophia. Philo berarti kebijaksanaan sedangkan sophia merupakan mencintai. Dengan demikian filsafat adalah ilmu yang mencintai kebijaksanaan. Kebijaksanaan bukan berarti ilmu yang harus bijak dalam memecahkan masalah namun, ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.  Ilmu pengetahuan yang saat ini kita pelajari seperti biologi, fisika, dan matematika berasal dari sebuah penemuan para filsuf yang mencari sebab dari kejadian kejadian di bumi. Pada ilmu filsafat di punyailah seorang peneliti sekaligus penemu yang dinamakan filsuf. Pada awalnya filsuf berawal dari sebuah kota di Yunani. Filsuf-filsuf Yunani pada awalnya heran dengan kejadian-kejadian di bumi seperti datangnya siang dan malam, lalu udara kemudian air dan sebagainya. Para masyarakat di Yunani mengira bahwa semuanya terjadi dengan ajaib dan dari situlah muncul berbagai mitos. Namun, oleh para filsuf ingin membuktikan semuanya kejadian  itu berasal dari mana. Maka, dimulailah dengan adanya sebuah pencarian. Sebuah pencaharian itu dimulai oleh  filsuf awal yang salah satunya bernama Thales.

Thales merupakan seorang filsuf pertama yang berada di kota Miletos Yunani kuno. Pemikiran Thales dengan kejadian-kejadian di dunia ini bahwa segala sesuatu berasal dari air. Pemikiran Thales jika di pandang sangatlah aneh dan tentunya tidak masuk akal. Menurutnya air mempunyai beberapa bentuk yakni cair, beku, dan uap. Dan thales beranggapan bahwa bumi terletak diatas air. Demikianlah salah satu pemikiran filsuf mengenai jagat raya yang hanya salah satu saja penulis jelaskan.

Berbeda dengan zaman Abad Pertengahan. Perkembangan filsafat pada masa ini di dominasi oleh perkembangan Gereja Katolik. Saat itu, dua tokoh yang cukup terkenal adalah St. Augustinus dan St. Thomas Aquinas. Mereka berdua merupakan tokoh yang sangat mempengarhui pemikiran setelahnya. Kemudian, setelah Abad pertengahan, perkembangan filsafat barat memasuki era modern. Era modern di tandai dengan zaman renaissance. Mengapa di sebut renaisance? Pada era ini, ada perubahan pemikiran filsafat yang awalnya hanya bergantung pada gereja dan majunya  gereja namun pada zaman ini, mulailah manusia lebih memikirkan dirinya sendiiri tanpa bergantung dari pengaruhg gereja. Maka beberapa aliran mulai bermunculan pada era modern. Salah satu pemikiran modern yang membuat penulis menarik adalah tokoh Karl Marx. Kemudian, perkembangan pemikiran filsafat barat terus berkembang hingga era kontemporer atau era masa kini. Pada era ini, sangat di temui berbagai aliran. Salah satu aliran yang penulis minati Mahzab Frankfurt dengan tokoh Herbert Marcuse. Herbert Marcuse adalah salah satu tokoh di era masa kini karena ia menuliskan buku yang cukup fenomenal. Ia mengkritik kondisi masyarakat kapitalisme lanjut yang lebih cederung dalam hal berdimensi satu atau dalam bahasa mudahnya yaitu hanya mengikuti arus jaman tanpa memiliki daya kritis.

Pada intinya, mempelajai filsafat tentu menyenangkan jika mampu untuk berfikir secara logis dan kritis. Hal itulah yang menjadikan filsafat tersebut menjadi jalan untuk mempelajari teologi. Para santo santa awalnya mempelajari filsafat untuk menerjemahkan dan mendalami teologi. Namun, kini filsafat dimata masyarakat dipandang sebelah mata seakan filsafat adalah ilmu yang tidak berguna dan tidak laku untuk mencari pekerjaan selain menjadi seorang calon imam (romo). Tetapi sebuah term atau cap itu tidak benar. ilmu filsafat perlu di pelajari dan di pandang sebagai pencetus sebuah ilmu pengetahuan lainnya. Berkat filsafat ilmu pengetahuan lahir dan berkembang. Mempelajari filsafat pada intinya membongkar rasa penasaran akan sesuatu  termasuk tuhan yang kita Imani. Tetapi, di dalam ilmu filsafat ada batasnya, tidak semua dalam filsafat itu dapat diketahui. Dengan demikian, ilmu filsafat adalah ilmu yang mengarahkan manusia menjadi manusia yang lebih bijaksana.