Keluarga adalah sekelompok manusia yang menjalin hubungan antar satu sama lain. Keluarga yang kita ketahui berisikan Ayah sebagai kepala keluarga, Ibu dan anak-anak mereka. Yang pertama lahir di keluarga atau yang biasa kita sebut 'Anak pertama' merupakan anak yang memiliki peran paling besar dalam keluarga. Mengapa demikian? 

Seperti yang kita tahu di Indonesia banyak atau bahkan hampir semua keluarga menggantungkan harapan mereka pada anak pertama. Mengapa? karena anak pertama dituntut untuk bersikap dewasa entah berapa umurnya, mereka (anak pertama) harus paham situasi di dalam keluarga mereka, harus menjadi contoh yang baik untuk para adiknya. Dengan kata lain anak pertama diharuskan untuk sempurna, se-sempurna yang mereka bisa. 

Tuntutan sebagai anak pertama sangatlah berat dan bahkan lebih berat dari anak lainnya. Mereka benar-benar harus membanggakan orang tua mereka. Bahkan banyak orang tua yang membebankan cita-cita yang mereka impikan tetapi tidak bisa terwujud karena suatu hal kepada anak pertama.

Lalu bagaimana anak pertama bisa bahagia? Sedangkan beban yang mereka pikul sangat besar? Dimana mereka berkeluh kesah? 

Anak pertama tentu sangat ingin bahagia. Ingin sekali melepas beban yang ada di pundak mereka. Tetapi mengingat keluarganya sangat bergantung padanya membuat dia sedikit mengurungkan niatnya untuk melepas beban tersebut. 

Karakter anak pertama cenderung keras karena mereka pun dididik dengan keras juga. Mereka juga mandiri berusaha semaksimal mungkin agar tidak merepotkan orang lain bahkan orang tua mereka. 

Pemimpin juga merupakan salah satu sifat mereka. Seperti mereka diharuskan untuk menuntun adik mereka ke jalan yang benar. Tetapi dibalik sifat keras, mandiri dan berjiwa pemimpinnya anak pertama juga mempunyai sifat yang lembut suka menolong dan rajin.  

anak  pertama yang bisa dianggap rumah untuk pulang siapa? Lalu ketika si sulung ini lelah ingin menyandarkan bahu mereka harus pergi ke mana? 

Anak  pertama tidak mungkin menyimpan beban mereka sendiri, mereka butuh berbagi. Jawabannya adalah pasangan. Ketika Rumah sudah tidak dapat menjadi tempatnya pulang, mereka anak mencari rumah kedua yaitu pasangan mereka. 

Banyak anak pertama yang menceritakan keluh kesah mereka kepada pasangannya atau biasa disebut 'pacar'. Sekedar untuk berbagi cerita satu sama lain pasangan menjadi tempat yang tepat. Ketika anak pertama dipaksa kuat oleh keadaan, mereka dapat menyandarkan bahu sejenak di pundak pasangan mereka.

Hal tersebut tidak menghilangkan beban tetapi setidaknya beban mereka terasa sedikit lebih ringan karena sudah 'sedikit' bercerita kepada pasangan mereka. Pasangan mereka turut ambil andil dalam proses pendewasaan anak pertama, karena secara tidak langsung mereka juga mendampingi selama proses berkembangnya anak pertama.

Maka dapat diartikan bahwa Rumah bagi Anak Pertama adalah Pasangannya. Tapi tunggu dulu, bukankah tidak semua anak pertama memiliki pasangan? Lalu ke mana mereka bersandar sedangkan mereka tidak memiliki pasangan?

Bagi mereka yang tidak belum atau tidak memiliki pasangan pun pastinya memiliki seseorang lain untuk berbagi, contohnya teman, saudara, sahabat, kakak, adik, dan masih banyak lagi orang yang dapat diajak untuk berbagi.

Karena memang orang tidak dapat menanggung bedanya sendiri sekalipun tidak memiliki siapapun jalan satu-satunya adalah berbagi dengan Tuhan yang pastinya selalu ada dan bersedia untuk mendengarkan keluh kesah beban dari seseorang. 

Memiliki orang lain untuk berbagi pun tidak menjamin dapat melepaskan beban yang dimiliki karena tidak semua orang dapat membantu dan sekalipun sudah berbagi menceritakan keluh kesannya banyak dari mereka hanya sekedar mendengarkan lalu melupakan dan menganggap seseorang yang memiliki beban dapat menyelesaikannya sendiri.

Banyak orang yang bahkan hanya membantu menyelesaikan dalam artian memberikan jalan keluar atau saran, tidak sedikit dari mereka hanya menjadi seorang pendengar saja, yang mana kemudian anak pertama yang memiliki beban berakhir mengatasinya sendiri.

Memang tidak semua yang memiliki beban dan ingin berbagi membutuhkan saran ada dari mereka yang hanya butuh di dengar saja tetapi hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak dapat melewatkan sendiri dan membutuhkan orang lain dan juga tak terlepas bantuan dari Tuhan. 

Namun, kembali lagi anak pertama adalah manusia sosial yang selalu membutuhkan orang lain dan manusia tidak sempurna. Jadi, anak pertama sekalipun tidak selalu dapat memenuhi tuntutan dari orang tua nya, tidak semua bisa dan mampu. Tetapi karena keadaan yang ada yang memaksa mereka untuk menjadi sempurna. Hal tersebut menimbulkan beban yang sangat berat sebagai seorang anak pertama. 

Orang tua seakan-akan tidak ingin tahu apa yang sedang dilalui anaknya, yang mereka tau anaknya pasti mampu untuk memenuhi tuntutan mereka dan bahkan mereka pun tidak peduli atau ingin tahu apa saja yang telah dilalui anaknya. Bila anaknya tidak menceritakan bedanya kepada mereka. 

Memang tidak semua orang tua seperti itu namun sebagian besar orang tua seperti itu, dengan adanya hal demikian para orang tua diharapkan lebih memperhatikan dan memahami anak nya. 

Orang tua harus adil terhadap semua anaknya, tanggung jawab tidak hanya untuk anak pertama melainkan semua anak mereka, semua anak memiliki tanggung jawab sama sekalipun mereka anak pertama, tengah, terakhir yang menjadi perhatian adalah bagaimana orang tua bisa membesarkan anak dengan baik sehingga anak tersebut dapat memenuhi tuntutan nya dan tetap tidak boleh memaksakan tuntutannya terhadap anak-anaknya jika mereka tidak mampu.

Untuk seluruh anak pertama jika kalian membaca ini, saya tau beban kalian berat tapi saya yakin kalian dapat mengatasinya. Semoga suskes bagi seluruh anak anak tangguh dimanapun kalian berada,kalian hebat sudah bertahan sejauh ini.