Merapi

Stratovulkan yang menggelitik
Kepulkan solfatara abadi
Mengasapi angkasa luas
Dari legenda hingga metadata
Penuh berjuta canda kawah

Wahai Eyang Sapu jagad
Wahai Eyang Megantara
Wahai Eyang Sapu Angin
Wahai Nyi Gadung Melati

Entah siapa lagi
Mereka berbagi sakti
Agar Merapi tetaplah gunung
Bukan panggung ketakutan

Wahai Hutan Patuk Alap-Alap
Wahai Hutan Gamelan
Wahai hutan Bingungan
Wahai Hutan Pijen
Wahai Hutan Blumbang

Entah hutan apalagi
Mereka berbagi kesegaran
Agar hutan tetaplah hutan
Bukan arena tebang dan keseraman

Lahar dan lava beri kehidupan
Hadiah aluvial umat manusia
Sedekah pasir, andesit terbesit

Segala Kitab Pustaka Raja Pujangga
Dari Keraton Surakarta Hadiningrat
Petuah-petuah bijak
Raden Ngabehi Ranggawarsita
Agar Merapi tetaplah dapur api
Dengan magma panas itu

Bijak kata tentang menjulang itu
Yang besar bukanlah gunung
Bukan pula lautan
Melainkan hawa nafsu
Jika lepas tali dikendalikan
Menjadi gunung angkara

Jika hati adalah gunung api
Berat tiada harap cinta untuk mekar
Dari gunung  cinta deras mengalir
Dari tubuh kita jiwa pun bergerak
Ilham cinta dan alam

Merapi adalah tetes ilmu
Dan samudera kebijakan
Merapi adalah malam yang malu
Erupsinya adalah fajar yang bangga

Bencana adalah lembah kosong
Pengetahuan adalah puncak berisi
Kegagalan paham adalah duri hitam
Dan cinta adalah bunga kemanusiaan

Pada gunung ada kekuatan dahsyat
Tak terduga

Timbul terbit pada telik sandinya
Pada gunung berapi
Pribadi yang tahu
Akan tujuan hidupnya

Tentang seorang pengembara
Dan Merapi yang malu
Tidak boleh terlalu lama berhenti
Di satu persinggahan saja
Yang terus memesona pengembara
Adalah alam bebas dan kemerdekaan

Gunung-gunung, sawah-sawah
Sungai-sungai dan ngarai
Dan orang-orang yang berjalan
Di sepanjang jalan itu
Ada ilmu dan ilham


Pralaya

Gejolak birahi di tahun 1006
Tersebut letusan terdahsyat
Menyimpan banyak mitos

Dan legenda gunda gulana
Menyentil peradaban Jawa
Dan riwayat kerajaan besarnya

Merapi pasti bisa
Karena Merapi akan lebih baik
Dan lebih besar dari ketakutan
Dan Merapi masih tetap sepertu itu
Akan sebesar itu
Dan tidak akan berkembang lagi

Tarian lava-lava di tahun 1006
Usik segala harta dan tahta
Tentang peradaban Mataram Kuno
Di Jawa Tengah yang menjulang
Berselimut lahar dingin
Membungkam riak-riak Sungai Progo
Melahirkan Perbukitan Gendol
Sumbangsih Merapi Sakti

Jangan buang kelindan di hari itu
Dengan ketakutan hari esok
Gunung pun terasa datar
Ketika kau sampai ke puncaknya
Benar bukan?

Merapi menulis sama alasannya
Dengan kita berjalan, berbicara
Tinggal pilihan kata
Mendaki gunung
Atau mengarungi samudra

Wahai Prasasti Pucangan
Terpahat angka tahun 1041
Sembah bakti Raja Airlangga
Tentang Kahuripan yang hidup
Walau telah terjadi pralaya
Di Kerajaan Mataram Kuno itu
Pada 928 Saka
Yang tertanda Sri Maharaja
Yang tersembah Rakai Hino Sri Isana Wahai Wikramadharmottunggadewa
Karena Mpu Sindok bisa!


Giyanti

Personifikasikan persetubuhan
tentang dua makhluk halus
Bergelora berlainan jenis
Kyai Sapu Jagad pejantan Merapi
Ratu Kidul pesolek Laut Kidul,
Buah-buah magis perkawinan
Bebagi benih raja-raja Mataram

Simpul-simpul gaib utara-selatan
Merapi-Keraton-Laut Kidul,
Poros dan nyawa Mataram
Menguatkan patri-patri Giyanti
Untuk berbagi kekuasaan raja Jawa.

Raja-raja memiliki dorongan dalam diri
Membuat alam ingin mengatakan
Tentang Merapi kepada semua
Tentang merapi yang mewarna
Itulah mengapa Merapi berani
Mencintai semua
Karena Merapi memiliki dorongan
Untuk mengungkapkan siapa dirinya

Jatuh cinta kekuasaan itu persis kau
Wahai Merapi
Tentang jerambab jurang dalam
Meluncurnya mudah
Tapi susah payah
Merangkak naik kembali padanya

Bak melepaskan gunung permata
Di tangan raja-raja itu
Hanya karena ingin pungut batu kecil
Dari jelata-jelata yang menjerit pilu

Umur raja-raja mana
Yang berani bersaing
Dengan Merapi sakti
Raja-raja tak pernah melebihi tuanya
Dari sebongkah andesit Merapi
Yang dimuntahkan dengan riangnya

Dunia lambang dan mitos-mitos
tidak harus mengikuti logika
Kuat dan beretika sendiri
Bahkan itu bebas bersupralogika
Yang melayang bagai awan gunung
Yang mengandung mati-hidup
Bagi segala yang di bawahnya

Jatuh cinta pada kekuasaan
Cintamu bukan pada gunung
Yang tak akan membuat sakit
Hanya sedikit mencandaimu
Ketika kau merasa rindu

Raja-raja jalani kehidupannya
Karena raja akan mendaki
Temui sebuah pandangan
Untuk rakyat jelatahnya

Sesekali Raja menuju puncak
Yang bukan puncak kekuasaanya
Raja terus tujuan dalam pikiran
Temui pemandangan indah
Yang harus dilihat
Dari setiap sudut derita rakyatnya

Ada banyak jalan wahai Raja!
Meniti riak kacau kehidupan 

Tentang rakyatmu
Namun hanya ada jawaban: cinta
Bangkit cinta, bukan durjana 

Dengan jarimu menitahhalus
Bukan dengan nanar mata kuasa
Sentuh dan kecapi keringat upeti
Dengan jarimu menirus halus

Tahukah kau semboyan Merapi
Dia mau!
Patah kata ringkas dan keras
Beberapa kali mendukung
Bawa aku melintasi berat
Menikmat susah
Kata-kata "ah, sudahlah!"
Melenyap rasa berani
Pekik  "Aku mau!"
Kau mudah menziarahinya