Pialang Serigala

Mukaku kepura-puraan
Munafikku megah nian
Tiada hari tanpa kelindan
Membodoh diri untuk tuan dan puan

Bak bara dan cair
Cembung cekung berpandir
Tak bertepi tiada akhir
Tiada bergelung zikir

Itulah aku tuan puan
Meludahi langit tuhan
Berharap jadi hujan
Nyata yang turun setan

Ingin henti berkelebat
Sungkur hadap kiblat
Penuh harap munajat
Untuk aku yang sesat

     ***

Sang Soliter

Menyebranglah bersamaku
Bila kau tahan landasan paku
Cobaan ini nikmat tiada ragu
Hingga akhir pisah dan temu

Wahai diri
Kenapa beranikan diri
Dipancung di sore hari
Pada qishash pengganti

Gantikan si pemuda yang pergi
Jiwa penolongnya tinggi
Berani jadi jaminan mati

Ingatkan pada masa
Ketika mayat jadi menu pesta
Oleh tanah dan mikroba
Lebur berzarah fana

Wahai surah al Jin
Ingatkan pada mukmin
Tentang tundukmu pada 'illiyin
Pada hari tanpa Qorin

    ***

Elegi Rimbawan

Pisau Tramontina
Tebas perdu Pteridophyta
Berpeluh sang surya
Dalam titah kompas dan peta

Apa yang kau damba
Dingin kabut Halimun Jawa
Dalam hangat kompor Trangia
Lupakan siksa hipotermia

Webbing berpeluk tebing
Berkalung karabiner screwing
Jangan kira kami sinting
Asal bukan maling illegal logging

         ***

Untuk Korporat Belantara

Laga Anion dan Kation
Dalam kekerdilan sebuah zarah
Seakan ingin bicara
Dalam makro kosmos
Misfalah hantarkan itu

Elektron ber thawaf
Kelilingi inti
Berlapis tujuh
Seperti hitungannya
Anion Kation pun berdzikir

Pada gravitasi Muzdalifah yang agung
Tertariklah bebatu rajam
Potensial perlawanan kinetik
Setan terbirit birit

Wahai Jumroh perajam
Terbanglah tinggi
Lontar lontar perlawanan
Setan perangsang 

Kerapatan udara terbela
Bebutir kian menderu
Bercampur munajat maha ikhlas
Muzdalifah pesta gravitasi

     ***

Sinusiodal Pujian

Desibel sonik puji-pujian
Jatuh lembut di pangkuan membran timpani
Hingga bergetar hati

Paduan sintesizer usang di pojok mimbar
Resonansi surau kami
Pujipujian bocah
Modulasi akbar malam ini

Mengembara di udara
Ramaikan lintas gelombang pendek
Saksi pada Mu Ya Tuhan

Percayalah ku mencintaimu
Wahai Qolbi
Tenanglah engkau
Dalam pergulatan khidmat suluk 

Ya Huwasy Dardan
Ya Nazhar Barkadam
Ya Safar Darwathan
Tawajjuh 

ku meludah juh...juh
Mucus oral kemunafikan
ku meludah juh....juh

Zikr izmudzat
Zikir nafi itsbat

      ***

Beth el-Lahem

Tersebutlah regna admirabilis
Sayyidah Maryam sang Amabilis
Pemakmur Beth el Maqdis
Tangguh lawan talbis iblis

Banana banana terra cotta
Mulialah ibu Nabi Isa
Tak takut Lucifer versi Yesaya
Hasil tarbiyah Nabi Zakaria 

Surah Ali Imran berhembus
Redam Ekumenis versi Efesus
Trinitas hipostatis kasus
Gelap bak awan Nimbus

        ***

Firqoh Qirdun

Sensasi firqotun najiyah
Berebut sentimen hurriyah
Sikut kanan nafsu jadi khalifah
Sikut kiri nafsu rebut daulah

Sensasi apokalipta
Saling klaim kamilah pembela
Injak kanan klaim panji berkuda
Injak kiri klaim Khurasan insignia

Usah sentimen akut
Kebenaran tak suka ribut
Usah saling sikut
Kebenaran datangnya runut

             ***

Bambino Bambini

Parental akhir zaman
Lihatlah surah al Luqman
Nasehatnya tiada padan
Benteng akhir jaman edan

Hai bambino, tuhan kita uang
Hai bambino, kitab kita parang
Hai bambino, iman kita jalang
Hai bambino, agama kita perang

Bambini sedih sedan
Bambini dipaksa sebadan
Bambini pemuas hewan
Bambini pecah ketuban

Baca Juga: Puisi Harianku

          ***

Ekumenis Doa

Di tiga perempat surah Ibrahim
Temuilah sebuah taklim
Dari sebuah doa salim
Panjatkan wahai para 'alim

Eskaton sebuah doa
Adalah relektur Asma'ul husna
Bersiaplah segala apokalipta
Mampukah kita menciumnya

Beit Librin negeri Ninive
Ibrahim moyang perawan Eve
Salam salam Farwell Ave
Isa pun peluk bunda Eve

       ***

Sintesa Enam Masa

Surah Takwir bersuar
Resureksi padang Mahsyar
Wajah berparalisis kasar
Dibangkitkan refleksi 'atsar
Seram bak edema vaskular

Ada berwajah babi
Mungkin penculas hati
Ada berwajah anjing Puli
Mungkin pengkhianat negeri
Ya Alloh lindungi wajah kami

Tipologia surah al Fathir
Ingatkan masa akhir
Bergegaslah wahai musafir
Penjarakan hati dalam dzikir

    ***

Legam

Pigmentasi bukanlah deskriminasi
Ia adalah nikmat ilahi
Melanosit bukanlah reduksi
Ia adalah melanin insani

Telah dipersembahkan pasti
Kau yg legam sekali
Takdirnya sungguh pedih
Terpanggang terik bagai api

Amal delegasi sejati
Bagi yang punya hati
Jangan kau sombong diri
Pigmentasi bukan hakiki

    ***

Tabayyun Sang Protoplasma

Tujuh Puluh Lima Trilyun
Sel tubuh kita tersusun
Tujuh Puluh Lima Trilyun
Sel tubuh kita bertabbayun

Tentang beningnya al Qolbun
Tentang perkasanya al Azizun
Tentang Dzikrun dan Tadzkirun
Tentang cinta yang mengalun

Inti dan sitoplasma berduyun
Bersatu dalam ikatan anggun
Puja dan puji wahai al Mutakabirun
Engkaulah pemilik hayatun

          ***

Arunika

Aroma tanah dari sang hujan usai menanak kerontang
Harum sepadan dengan daun pandan yang terselip
Dengan ikatan yang malu-malu
Saat dada terpanah lezat pejantan
Seketika sedu sedan

Sejiwa namun anta-berantah
Entah kemana dara-dara
Timang kasmaran tiada kuasa
Reka biru kepayang dinda
Petala kasih kusuma arunika

Rajutmu berpilin pilin seribu tisik
Sekuat ulin yang menghitam diri
pelantangmu bak lilin
Jaga terjalin
Ku tak kuasa tuk tersalin