Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar kata “kepiting”? Hewan bercangkang? Seafood? Mr. Krab? Tentu banyak hal akan terbayang jika kata “kepiting” tidak sengaja mampir begitu saja di benak kita.

Begitu pula yang terjadi pada tulisan ini. Bermula menonton serial kartun SpongeBob, saya tidak sengaja menangkap ide untuk membuat tulisan perihal hewan kepiting. Setelah mendapatkan ide ini – entah secara kebetulan atau tidak – saya baru tersadar jika rasi bintang Cancer adalah zodiak saya pribadi.

Meskipun saya pribadi adalah orang yang tidak mempercayai tradisi astrologi, namun ide untuk mengulas hewan kepiting, tradisi rasi bintang, dan karakter kepiting Mr. Krab dalam serial kartun SpongeBob adalah hal yang menarik untuk direalisasikan.

Ya, meskipun saya sadar bahwa tulisan ini hanya usaha “cocokologi” dan bersifat dangkal data. Setidaknya, kepuasan saya dalam menuangkan ide terpenuhi secara lahiriyah. Oke, langsung saja masuk ke pembahasan yang sangat bersifat iseng ini.

Kepiting adalah hewan yang masuk ke dalam anggota krustasea berkaki sepuluh. Dalam ilmu Biologi, krustasea disebut juga dengan ordo udang-udangan. Krustasea sendiri adalah sebuah ordo yang masuk ke dalam klasifikasi Malacostraca (hewan yang tidak memiliki tulang belakang).

Oiya, fyi, mungkin kita akan sadar bahwa asal muasal nama restoran Krusty Krab diambil dari istilah “Krustasea” yang dimodifikasi menjadi kata “Krusty”.

Saya mencoba mencari literatur terkait tingkah laku alamiah kepiting. Ada hal menarik yang saya dapat ketika mencoba mencari bagaimana tingkah laku kepiting di habitat alam. Aspek yang sangat menarik perhatian saya adalah perilaku alamiah kepiting yang bisa dikatakan sebagai hewan yang merefleksikan sifat iri dan dengki terhadap sesamanya.

Ternyata, dalam salah satu eksperimen, jika kita meletakkan sekelompok kepiting dalam satu wadah besar, maka akan terlihat perilaku alamiah kepiting dalam merespon keadaan di sekitarnya. Setiap kali ada kepiting yang berusaha untuk naik keluar dari wadah, maka kepiting yang lain akan berusaha menghalangi dengan capitnya.

Dari sisi itu, saya mendapatkan sebuah benang merah terhadap sifat alamiah kepiting dengan realisasi karakter tokoh Mr. Krab dalam serial kartun SpongeBob. Seperti yang kita ketahui bahwa karakter Mr. Krab sangat menunjukkan sekali sifat iri, dengki, dan tentu saja kikir.

Banyak episode dari serial kartun SpongeBob yang memperlihatkan bagaimana watak Mr. Krab sangat didominasi oleh kikir dan kawan-kawannya. Ada satu episode yang menurut saya sangat mengeksploitasi sifat kikir Mr. Krab.

Episode yang saya maksud adalah ketika SpongeBob dijadikan sebagai jaminan ketika The Flying Dutchman menghakimi Mr, Krab karena sifat kikirnya. Dalam episode tersebut ditunjukkan bahwa Mr. Krab lebih mementingkan keselamatan harta dan dirinya dibandingkan dengan pegawai paling berpengaruh di restorannya.

Episode tersebut juga menjadi salah satu episode yang paling menarik rasa kebencian saya terhadap watak kikir akut yang dimiliki Mr. Krab. Namun di sisi lain, episode tersebut juga menjadi episode favorit saya karena menunjukkan sisi empati Squidward terhadap tetangganya, SpongeBob.

Pola narasi cerita yang kurang lebih sama juga ditampilkan pada episode ketika hasil karya seni Squirdward ditawar harga mahal oleh kritikus seni. Pada episode ini, ditunjukkan Mr. Krab yang sangat terobsesi oleh hasil penjualan karya yang fantastis. Namun, karena syarat dari Kritikus yang mengharuskan Sang Kreatornya hilang dari radar kehidupan maka Mr. Krab menghalalkan segala cara untuk “memusnahkan” Squirdward.

Lagi dan lagi, episode yang sangat menunjukkan keculasan Mr. Krab demi memenuhi nafsu duniawinya. Narasi ketidakpedulian Mr. Krab terhadap nasib orang-orang disekitarnya sangat dimanfaatkan habis-habisan pada episode tersebut.

Pelbagai hal tersebut tentu sudah menjadi alasan kuat mengapa penulis cerita Spongebob, Stephen McDannell Hillenburg, memilih hewan kepiting sebagai karakter Mr. Krab. Selain karena perilaku alamiah hewan kepiting, tentu pembangunan karakter kepiting yang diberikan subjek sebagai pemilik restoran akan menjadi sebuah perpaduan yang cocok untuk menciptakan refleksi kikir akut dalam diri Mr. Krab.

Lantas bagaimana hubungannya dengan rasi bintang dan tradisi astrologi? Jika menelisik dari aspek sejarah, ide astrologi kuno tertua dipercaya berasal dari bangsa Babilonia. Lambat laun dengan keberjalanan waktu, ide tradisi tersebut akhirnya mencapai pada bangsa Yunani.

Pada masa Yunani inilah bentuk astrologi Babilonia mengalami perubahan sistem menjadi sebuah hal yang menyadarkan bahwa planet lain membawa pengaruh tidak langsung terhadap hal-hal yang terjadi di bumi. Pengaruh yang dimaksud tentu berkelindan pada aspek batiniyah dan supranatural yang terjadi pada diri manusia.

Cancer menjadi salah satu rasi bintang yang memiliki konstelasi dari sekelompok bintang yang membentuk sebuah konfigurasi visual seperti hewan kepiting.

Legenda yang menyertai zodiak ini berkisah pada Hera (dewi pernikahan) yang mengirimkan seekor kepiting raksasa untuk membunuh Hercules. Akan tetapi, dalam misinya, kepiting tersebut justru terbunuh oleh Hercules. Untuk menghormati pengorbanan kepiting tersebut, Hera mengangkat tubuhnya ke angkasa dan menjadikannya sebagai salah satu rasi bintang.

Tertulis pada beberapa literatur bahwa zodiak ini cenderung memiliki pribadi yang melankolis serta emosional. Selain itu, dipercaya pula bahwa zodiak Cancer memiliki ketertarikan yang lebih terhadap sesuatu yang cantik dan menarik – hal ini menjadi landasan narasi mengapa Mr. Krab sangat tertarik dengan uang.

Namun di sisi lain, Cancer juga dianggap memiliki sifat negatif, yakni terlalu menyibukkan diri mencari cara untuk merintangi jalan milik individu lain dalam meraih sebuah capaian.

Dari sisi tersebut, benang merah mulai dapat terlihat jelas bagaimana perilaku alamiah hewan kepiting dan tafsir zodiak Cancer dari tradisi astrologi memiliki peranan yang cukup intens dalam merefleksikan karakter Mr. Krab pada serial kartun SpongeBob.

Sebagai contoh kasus, kita dapat melihat bagaimana ambisi Mr. Krab dalam mempertahankan kejayaan restorannya. Segala macam cara dilakukan, mulai dari membuat siasat dalam berdagang, strategi menarik pelanggan, hingga melawan musuh bebuyutannya, Plankton, dalam arena pasar kuliner kota Bikini Bottom.

Sungguh hal yang luar biasa bagaimana sebuah ciptaan Tuhan yang disebut sebagai kepiting mampu menginvansi dunia manusia dengan segala filosofinya.

Fisiologi, sifat alamiah, serta segala legenda yang menyertai hewan tersebut pada akhirnya mampu ikut serta dalam peradaban manusia, entah dalam wujud makanan lezat di atas meja makan, penghias langit pada malam hari, maupun penggambaran sifat dan karakter manusia.

Baca Juga: Puisi Bintang