Cinta merupakan emosi yang paling kuat yang dirasakan manusia. 

Sudah tidak asing lagi bahwa cinta sering kali berhasil megubah bermacam hal. Setiap scroll sosial media, artikel majalah, acara TV tak pernah terlepas dari pembahasan mengenai cinta. 

Yang jelas pembahasan mengenai cinta tak akan pernah ada habisnya dan selalu menjadi topik favorit. bahkan saya merasakan sendiri bahwa topik pembicaraan sehari hari di pondok tak pernah terlepas dari kata cinta. 

Tapi apakah banyak diantara kalian yang menyadari adanya perbedaan doa Ketika dalam keadaan biasa saja dengan doa Ketika kita sedang jatuh cinta, lalu hubungan erat antara pengaruh besar perasaan cinta itu sendiri terhadap terkabulnya doa apalagi Ketika didampingi dengan sholawat dan diungkapkan dengan penuh keikhlasan. 

Saya sudah membuktikan sendiri

Akhir akhir ini saya sendiri menyadari banyaknya perbedaan yang terjadi. Nyatanya seiring dengan berjalannya waktu, cara pandang kita mengenai cinta tentu saja mengalami banyak perubahan. 

Saat kecil kita mengartikan  cinta hanya sebatas perasaan kepada lawan jenis saja. Padahal makna cinta itu luas, tidak hanya sebatas hubungan antara laki-kaki dan perempuan saja, bahkan menurut saya yang tidak selalu dua insan yang menjalin hubungan itu di dalamnya terdapat cinta, karena zaman sekarang banyak sekali hubungan yang didasari nafsu tapi diatasnamakan cinta. 

Cinta itu fitrah, cinta itu anugrah dari Tuhan yang paling istimewa. Setiap makhluk pasti butuh cinta. Hanya saja yang perlu kita luruskan adalah cara pandang kita terhadap cinta itu sendiri. 

Jadi cinta itu tidak hanya sebatas kepada lawan jenis saja, banyak sekali cinta, seperti cinta kepada orang tua, kepada keluarga, kepada saudara, dan cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah yang menciptakan cinta dan kekasihNya yaitu nabi Muhammad SAW.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui apakah kita sudah mencintai Tuhan kita dan kekasihNya ? 

kita intropeksi sepanjang usia yang sudah Tuhan berikan kepada kita apakah di setiap peristiwa yang terjadi kita sudah melibatkan Tuhan ? entah itu sedih, gelisah, atau bahkan Bahagia. 

Mayoritas orang melibatkan Tuhannya Ketika sedang sedih saja, kemudian Ketika sedang Bahagia atau senang  mereka menganggap itu adalah hasil usahanya sendiri. Mereka lupa bahwa semua yang kita miliki dan kita rasakan adalah pemberian dari Tuhannya.  

Kebanyakan orang terlalu sibuk mengejar sesuatu yang mereka inginkan tanpa melibatkan kekuata Tuhan. Sehingga Ketika hasilnya tidak sesuai keinginan mereka akan kecewa bahkan frustasi. 

Akan terdapat perbedaan yang sangat sangat mendalam Ketika kita mampu menjalani sesuatu atas dasar cinta kepada Allah dan sang kekasihNya dibandingkan dengan yang tidak. 

Logikanya seperti ini, semua yang ada di bumi adalah ciptaan Allah, iya semuanya milik Allah. Ketika kita menginginkan sesuatu maka Langkah pertama yng harus kita lakukan adalah dekat dengan pemiliknya yaitu Allah. Dan salah satu cara untuk merayu allah dengan mencintai juga kekasihnya yaitu Nabi Muhammad SAW. Perbanyak sholawat kepada beliau.

Sangat merugi bagi orang-orang yang tidak menggunakan lisannya untuk bersholawat. Karena apa ? 

Ketika kita satu kali saja bersholawat kepad Nabi Muhammad Allah membalas dengan sholawat kepada kita sebanyak 10 kali. Ini bukan main-main, seorang hamba yang masih sangat hina tapi Ketika kita mau bersholawat Allah dengan senang hati membalasnya. 

Namun jangan sampai salah niat juga, yang kita fokuskan adalah bagaimana cara kita menumbuhkan cinta kepada sang pencipta dan kekasihNya, bukan fokus kepada apa yang kita inginkan. 

Ketika kita hanya fokus dengan apa yang kita inginkan maka Ketika sudah diberi pasti kita sudah tidak mau memperbanyak dzikir dan sholawat lagi. Disini kuncinya adalah ikhlas.

Ikhlas dalam berdoa dan bersholawat, jika dengan washilah ini hajat kita cepat terkabul itu adalah kuasa Allah yang harus membuat kita berfikir dan bersyukur bahwa Allah adalah sebaik-baiknya tempat untuk kita meminta dan berharap.

Ketika kita mampu ikhlas, yang bekerja sebenarnya adalah kekuatan Allah

Ingat, kemampuan Allah itu tidak terbatas dan tidak dapat dilogika dengan akal manusia. Apapun yang bagi kita tidak munkin, tapi bagi Allah semuanya menjadi munkin, tidak ada yang mustahil bagiNya. Jadi Ketika hajat kita terkabul dengan washilah sholawat kepada kekasihNya adalah cara Allah memberi tahu kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah dan agar kita mampu mencintai Allah dan kekasihNya dengan perasaan yang ikhlas. 

Tidak mengharapkan apapun selain ridhoNya.

Dalam sebuah kitab yang pernah saya baca, dijelaskan bahwa 'Ketika seorang hamba berdoa, diantara langit dan bumi itu ada penghalangnya yaitu dosa-dosa kita, dan yang mampu menembus atau menghilangkan penghalang itu adalah sholawat'. 

Jadi bisa dibayangkan Ketika kita mampu menyatukan antara cinta, doa, sholawat dan ikhlas bagaimana bahagia dan tentramnya hidup kita. 

Orang yang paling beruntung adalah orang yang dicintai oleh Sang Maha Cinta :')