Antara cinta dan cita cita


Manusia selalu dihadapkan sama pilihan dimana pilihan tersebut untuk masa depannya. Jadi manakah yang lebih penting???

Cita-cita itu sangat penting dalam kehidupan. Dengan cita-cita kita dapat lebih bersemangat dalam aktivitas sehari-hari dan juga dapat menjadikan diri kita menjadi lebih baik. Begitu pula dengan cinta.

"Cinta" semua orang memiliki dan mengenal cinta tapi tidak semua orang memiliki pengalaman percintaan yang sama. Ada pepatah mengatakan bahwa "hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga" begitu pula di kehidupan kita tanpa cinta hidup tidak berwarna dan bermakna. Sekaya ataupun sukses anda kalau anda buta akan cita ya percuma. Cinta itu menurut saya ada dua yaitu personal dan universal dimana cinta yang personal lebih kepada kediri anda sendiri. Lalu secara universal cinta dapat diartikan sebagai cinta terhadap makhluk penciptaan Tuhan.

Namun dalam hal ini saya memaparkan apa yang lebih penting didahulukan  bagi anak muda yang masih dalam masa pencarian jati diri dan bagaimana kita membagi waktu antara menggapai cinta dan cita-cita….

Dalam kehidupan sehari hari orang selalu dihadapkan pada beberapa pilihan yang mau tidak mau harus ia pilih. Terkadang pilihan yang ditawarkan itu tak selalu ideal dan sesuai dengan yang kita harapkan. Maka dari itu diperlukan sebuah kecerdasan untuk memilah dan memilih agar tidak salah pilih yang berujung pada sebuah penyesalan kelak di kemudian hari.

Demikian pula yang dialami oleh mahasiswa, dalam perjalanan kuliahnya menuju sarjana, ia selalu dihadapkan pada beberapa pilihan seperti antara studi dulu sampai selesai atau nyambi menikah atau bekerja. Apapun pilihan kita tentunya ada resiko dan mungkin sedikit tunjangan yang harus dibayar. Kuliah sambil menikah bisa jadi kuliahnya tidak selesai-selesai atau malah putus di tengah jalan. Kuliah sambil bekerja dapat mengakibatkan prestasi tidak maksimal. Sebaliknya dengan kuliah saja diharapkan prestasi bisa lebih maksimal dan cepat selesai.

Jika diantara kita ada yang dihadapkan persoalan seperti ini, barang kali tulisan berikut dapat dijadikan untuk berbagi pengalaman dalam menentukan sikap. Tulisan ini lebih banyak didasarkan pada pengalaman penulis sendiri ketika kuliah dulu ditambah dengan berbagai literature yang relevan.

Kuliah, nikah serta kerja adalah sebuah kebutuhan dari semua mahasiswa. Ketiga-tiga cepat atau lambat pasti akan dilalui dan dilewati oleh setiap mahasiswa. Maka dari itu kita harus mempersiapkan ketiga-tiganya dengan sebaik-baiknya agar kesemuanya dapat diraih dengan sukses tanpa harus mengorbankan atau ada yang dikorbankan salah satunya. Prinsip yang perlu dipegang di sini adalah “taqdimul aham minal muhimm” yakni mendahulukan yang lebih penting dari yang penting. Yang kedua kuliah lebih dahulu, lalu bekerja baru menikah. Itulah yang ideal.

Kalau keadaan anda kurang memungkinkan Anda untuk melanjutkan ke perguruan tinggi anda bisa menjadi gapier atau sering disebut dengan kerja dulu. Kalau tidak ingin kerja anda bisa magang, ikut seminar, dan lain sebagainya. Tanamkan pada hati anda kalau anda bisa membahagiakan orang tua anda dengan cara anda sendiri. Tunjukan kepada semua orang kalau anda itu mampu. Patenkan prinsip "Usaha + Doa = Hasil".

Cinta dan cita-cita itu sama pentingnya dalam hidup so saat mengejar cita-cita jangan pernah lupa kalau anda punya cinta. Dan sebaliknya saat anda bercinta jangan pernah lupa kalau punya tujuan hidup. 

Kesimpulan nya ialah kuliah kerja dan nikah (KKN) adalah sebuah mata rantai kehidupan yang setiap mahasiswa akan melalui dan melewatinya, jadi harus dipersiapkan ketiga-tiganya dengan sebaik-baiknya. Cuma dalam hal ini perlu pengaturan serta penentuan prioritas mana yang lebih dahulu harus ‘digarap’ dan diselesaikan terlebih dahulu.

Berdasarkan kaidah taqdimul aham minal muhimm,  yang perlu diutamakan dan didahulukan secara berurutan adalah kuliah sampai selesai dengan prestasi yang tinggi, lalu bekerja dan terakhir baru menikah. Ingat ! Siapa yang mampu menyelesaikan yang sulit, yang kurang sulit tentu akan mudah diselesaikan. Sebaliknya, siapa yang terbiasa menggarap hal-hal yang mudah saja, maka ketika menghadapi yang sulit ia bisa kelabakan.

Jika keadaan berkata lain maka pada dasarnya kuliah sambil kerja maupun kuliah sambil nikah dan kerja mungkin dan dapat saja dijalankan bersama-sama walau untuk itu dibutuhkan seni dan skill untuk mengelola dan mengatur sebaik-baiknya. Jika kemampuan anda dalam mengatur dan mengelola ini kurang, sebaiknya anda kuliah saja tanpa harus nyambi kerja atau nikah.

So, masih bingung harus milih cita - cita ataupun cinta. Jangan dibuat ribet soal cinta biarlah mengalir seperti air dan soal cita-cita tetaplah berjuang untuk dapat menggapainya.  Jangan buang waktu anda untuk hal yang tidak penting!! Ingat masa depan anda berada di tangan anda sendiri. Kalau anda ingin sukses maka berusahalah. Hidup tidak segampang membalikkan tangan.