Dilihat dari pemeringkatan militer secara global. Kekuatan militer dan armada tempur Indonesia masih menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Tak dapat diragukan lagi jika kekuatan militer dan armada tempur Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di dunia.

Dilansir dari Global Fire Power kekuatan militer dan armada tempur milik Indonesia menempati ranking ke 16 dunia. 

Dan yang menempati peringkat 2 ialah negara Vietnam berada pada peringkat 28 dunia.

Pemeringkatan tersebut dilihat atas beberapa kategori, yakni kekuatan militer, keuangan, hingga kemampuan logistik dan geografis.

Namun, jika dilihat lebih dalam, ternyata militer Indonesia masih tertinggal dari Singapura jika bicara soal jumlah pesawat tempur dan alat pertahanan udara lainnya.

Singapura saat ini dinilai menjadi negara yang unggul pada segi pertahanan udara di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu dapat dilihat dari berbagai senjata dan jet tempur canggih yang dimiliki oleh Singapura.

Indonesia kalah telak jika berbicara dalam jumlah pesawat tempur. Saat ini Singapura memiliki 100 unit pesawat tempur sementara Indonesia hanya memiliki 41 unit saja.  

Selain itu juga jumlah helikopter tempur yang dimiliki oleh Singapura juga lebih banyak jika dibandingkan dengan Indonesia yakni 18 unit dan milik Indonesia 15 unit.

Singapura merupakan negara yang kecil dengan jumlah penduduk jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Ini harus menjadi perhatian salah satu bagi militer Indonesia, agar lebih serius menambah jumlah pesawat tempur.

Karena luas wilayah Indonesia yang sangat besar baik di darat, laut maupun udara tentu butuh alutsista lebih banyak.

Tak tinggal diam kini militer Indonesia siap untuk mengejar ketertinggalannya itu. Dilihat dari kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan Korea Selatan untuk mengembangkan kerjasama pada bidang kedirgantaraan.

Dan terbukti dari kerjasama tersebut menghasilkan pesawat tempur generasi 4.5 yang diberi nama KF-21 Boramae. 

Proses uji terbang pertama ini dilakukan di Bandar Udara Sacheon, Korea Selatan. Dan yang lebih membanggakan nya lagi, terdapat bendera Indonesia yang bersebelahan dengan bendera Korsel di bagian pesawat.

KF-21 Boramae ini dilengkapi dengan beragam teknologi serta fasilitas canggih. Seperti KF-21 dibekali BAE's Meteor air to-air missile dan Saab/MBDA Taurus missile. Selain itu, KF-21 juga dipersenjatai M61 20-milimeter gatling gun dari General Electric.

Pada bagian mesin KF-21 Boramae ini ditenagai mesin General Electric F414, mesin yang sama dengan milik F/A-18E/F Super Hornet. 

Meskipun saat ini pesawat KF-21 Boramae ini masih diproduksi di Korea Selatan, kedepannya pesawat ini akan diproduksi dalam negeri juga.

Selain itu juga, saat ini Indonesia tengah dalam langkah untuk bisa membawa balik jet tempur Rafale buatan Prancis.

Tidak tanggung-tanggung kementerian Pertahanan (Kemhan) direncanakan akan membeli sebanyak 42 pesawat jet tempur dari Perancis.

Negara Prancis dipilih lantaran alutsista buatan negeri ayam jantan tersebut kualitasnya tidak kalah dengan alutsista negara maju lainnya. Ditambah lagi Prancis mempunyai posisi tawar.

Sebelumnya, kesepakatan pembelian 42 pesawat tempur Rafale ini secara resmi diteken Kementerian Pertahanan dengan Dassault Aviation dari Prancis pada 10 Februari.

Rencananya pembelian pesawat ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal ada enam pesawat, dan sisanya 36 lagi akan datang bertahap.

Bahkan digadang-gadang Indonesia akan menjadi salah satu operator dari jet tempur Rafale terbesar di dunia.

Disisi lain juga, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan perihal penyetujuan penjualan terhadap 36 jet tempur jenis F-15 ke dan berbagai peralatan militer ke Indonesia. Potensi penjualannya mencapai 36 unit.

Meski pesawat F-15 ini merupakan pesawat dari era 1970-an. Dan dengan bentuk yang hampir tak berubah hingga saat ini. Namun F-15EX merupakan pesawat yang terbilang baru. 

Bahkan Angkatan Udara Paman Sam ini baru saja mendapatkan beberapa saja pesawat sejenis ini. 

Negara lain Di luar Amerika yang memesan pesawat ini ialah, negeri kaya minyak di Teluk Persia dan Qatar. 

Maka jika Indonesia resmi membeli, maka TNI AU akan menjadi penggunanya yang ketiga.

Tak heran kalau pemerintah Amerika Serikat sudah melabeli pesawat ini dengan kode ID atau Indonesia. 

Itu menandakan bahwa kedekatan pemerintah Indonesia dengan Amerika pada bidang militer khususnya. Bisa menjadi pertanda baik

Pada seri F-15 sebelumnya, negeri Paman Sam ini biasa melabeli pesawat yang dibeli negara lain dengan kode khusus seperti F-15K untuk Korea Selatan, atau F-15SG untuk yang dibeli Singapura.

Jika F-15EX sudah resmi masuk jajaran alutsista TNI AU. Maka Indonesia akan menjadi negara kedua di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikannya.  

Sementara untuk di kawasan Asia Pasifik, Indonesia akan menjadi pengguna selain negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Dilihat dari hal itu maka alutsista yang dimiliki oleh Angkatan Udara milik Indonesia akan segera menyusul Singapura dan Thailand.

Indonesia masih kalah telak dibandingkan dengan alutsista udara milik Thailand. Yang jauh lebih banyak memiliki pesawat tempur dibandingkan Indonesia.

Bahkan jika proyek KF-21 Boramae ini terus dikembangkan, masa depan TNI AU akan semakin cerah ke depannya.

Hal tersebut semakin menegaskan kekuatan udara milik Indonesia sebagai negara dengan militer terkuat di ASEAN. 

Maka TNI AU akan menjadi penguasa langit ASEAN dan posisi militer Indonesia akan semakin kuat mengalahkan Negara-negara di kawasan Asia tenggara lainnya.

Dan militer Indonesia akan semakin dipandang Dimata dunia. Selain itu juga demi menjaga kedaulatan daerah teritori milik Republik Indonesia.