2 Ari ini memang bikin geger dunia BUMN. Kedua orang ini membuat heboh dunia opini berita dan opini. Yang pertama Arie Gumilar dan yang kedua adalah Ari Askhara.

Orang pertama yang akan penulis bahas adalah Arie Gumilar yang sempat viral videonya dalam menolak Ahok sebagai petinggi BUMN.

Orang ini membuat briefing di hadapan para pekerja pekerja Pertamina untuk menolak Ahok sebagai bos mereka. Saya pun tidak habis pikir mengapa karyawan bisa mencoba untuk menolak pimpinannya. Setahu saya, yang ada adalah pimpinan yang menolak pekerjaanya.

Tapi kita kecualikan saja orang ini. Arie Gumilar adalah presiden serikat pekerja di perusahaan milik pemerintah, yakni Pertamina. Ia dengan lantangnya berani memberikan ceramah untuk gunakan isu-isu rekam jejak Ahok ketimbang agama.

Arie ini bukan orang yang bodoh, melainkan orang ini adalah orang yang cerdas tidak menggunakan agama dalam melancarkan serangannya kepada Ahok. Akhirnya netizen negara +62 ini mendadak memviralkan rekam jejak-rekam jejak Arie Gumilar.

Kisah ini sangat viral di dunia media sosial seperti Twitter, Facebook, dan lainnya. Alumni 212 ini akhirnya bungkam dan tidak berani menindak para netizen yang kepo ini. Kalau fitnah, kan, bisa dilaporkan ke kepolisian? Kenapa malah memilih untuk diam?

Singkat cerita, ia pun akhirnya membuat surat yang ditandatangani oleh dirinya untuk menerima segala kebijakan pemerintahan dan kebijakan perusahaan. Saya jadi curiga, apakah orang ini ketakutan karena sudah dibongkar rekam jejaknya atau murni tunduk kepada Ahok? Erick Thohir pun tidak mencopot orang ini.

Mungkin karena ia sudah menjadi jimat dan taat kepada perusahaan. Begitulah kisah tentang Arie Gumilar. Sekarang kita masuk ke tokoh berikutnya, yaitu Ari Askhara.

Ari Askhara adalah pria kelahiran Bali yang juga punya permasalahan dengan direktorat jenderal bea cukai dari kementerian keuangan.

Awalnya, namanya tidak muncul karena ia diduga dibeking oleh bawahannya yang berinisial SAS. Namun setelah ditelisik oleh duet antara Sri Mulyani dan Erick Thohir, nama Ari Askhara pun muncul.

Diduga sangat kuat ia adalah orang yang bermain di dalam penyelundupan barang ilegal, yakni spare part Harley Davidson dan sepeda mahal Brompton. Penyelundupan ini sebenarnya tidak besar nominalnya, hanya 1,5 miliar saja.

Nominal ini tentu tidak lebih besar daripada angka lem Aica Aibon 82 sekian miliar yang dibongkar oleh PSI. Tapi kenapa malah terkesan dibesar-besarkan oleh Erick Thohir dan Sri Mulyani? Saya memiliki analisis tersendiri terhadap hal ini.

Saya mencurigai bahwa konferensi pers ini adalah momen "Masuk Pak Eko" yang ditunggu-tunggu oleh Sri Mulyani dan Erick Thohir. Sangat mungkin Ari Askhara adalah orang yang sudah lama diincar oleh mereka. Akhirnya, pertahanannya jebol juga.

Kasus ini, untuk lebih detailnya, silakan simak di akun Twitter @digembok. Saya juga mencurigai bahwa momen ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh Sri Mulyani dan Erick Thohir. Kemungkinan besar karena selama ini orang ini sudah tidak tersentuh karena terlalu besar pengaruhnya.

Banyak yang mengatakan bahwa Ari Askhara adalah anak emas menteri sebelumnya. Saya malas untuk menyebut nama menteri itu karena bagi saya itu tidak penting lagi.

Sebenarnya masalahnya bukan di 1,5 miliarnya. Tapi yang lebih jauh adalah kekepoan netizen yang begitu membuncah dan menyembur-nyembur. Kenapa Ari Askhara tidak dipertahankan oleh Erick Thohir seperti Arie Gumilar? Karena posisi direktur utama itu jauh lebih krusial ketimbang karyawan.

Dan memang dia sudah menjadi The Most Wanted Person di tubuh Garuda Indonesia Airlines. Artinya, pencopotan ini menjadi sebuah tindakan yang yang profesional, namun juga ada sedikit kecurigaan yang saya sebut di atas, yakni momen "masuk Pak Eko".

1,5 m itu selain tidak sebesar Aica Aibon juga tidak sebesar biaya perawatan dari hmm hmm-nya. Di bawah direktur utama GIA ini, sebelumnya memang sudah ada polemik yang sengkarut di tubuh Garuda Indonesia Airlines.

Setidaknya saya mencatat ada 2 kejanggalan dan polemik yang dimunculkan di era Ari Askhara. Yang pertama adalah laporan keuangan palsu pada tahun 2018. Pada saat itu, Garuda Indonesia Airlines mencatat bahwa mereka untung.

Ada apanya yang untung? Setelah dibongkar oleh kementerian keuangan dan OJK, laporan tersebut adalah laporan polesan yang palsu. Palsunya seperti operasi plastik dari si hmm hmm-nya.

Tidak tanggung-tanggung, operasinya di Inggris, coy. Harganya pasti fantastis. Sungguh miris. Ketika merugi, tapi kok masih bisa oplas?

Yang kedua adalah perceraian antara Garuda dan Sriwijaya Airlines. Perceraian ini terjadi karena ada tindakan bersih-bersih dari Sriwijaya Airlines terhadap staf-staf Garuda yang ada di perusahaan Sriwijaya. Ya sudahlah kalau memang begitu. Artinya, direktur utamanya perlu diganti.

Terima kasih, Pak Erick Thohir dan Sri Mulyani. Kalian berdua berhasil membongkar kedok pemain pemain lama. Ketika BUMN sehat, saya percaya bahwa bumi bisa majukan bangsa ini dan juga menyejahterakan negara ini.

Dan nanti untuk persiapan reshuffle pertama, Jokowi akan lebih mudah untuk menentukan siapa yang sudah bekerja dan siapa yang hanya main-main dalam menjabat.