Sambil memandangi ananda bungsuku  mengudap brownies kukus coklat buatannya, yang baru dikeluarkan dari kukusan. Dan melihat di pojok meja makan terlihat satu box makanan kekinian yang lagi hits, yaitu croffle, milik si sulung. Saya pun berbicara dengan mereka, apakah  tahu makanan yang ada di dalam besek di depan saya? Serentak mereka menggelengkan kepalanya, ditingkahi dengan wajah penuh tanya.

Sambil tersenyum saya sampaikan, kepada anak-anak saya yang terlahir di era generasi Z, bahwa makanan milik saya, yang tersaji dalam besek adalah jajanan tradisional Indonesia,  memiliki istilah lainnya jajanan pasar. 

Mengapa dinamakan jajanan pasar? Karena di masanya makanan ini sangat mudah ditemukan di setiap pasar tradisional. Makanan ini bahkan sudah ada sejak jaman dahulu kala, pada jaman penjajahan di Indonesia.  

Jajanan pasar seperti ini, sudah tidak mudah lagi mendapatkannya di kota-kota besar seperti di Jakarta, kecuali di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena di daerah tersebut memang masih menjadi menu jajanan sehari-hari dan memang jajanan pasar berasal dari daerah tersebut. 

Beruntung saya  memiliki langganan yang menjual jajanan pasar ini. Kalau sedang kangen ingin menikmatinya, pasti saya menghubunginya via chatt satu hari sebelumnya, untuk dapat saya nikmati keesokan harinya. Makanan nikmat, penuh warna, dengan tekstur yang beraneka, nilai gizi yang baik sekaligus menyimpan kenangan masa lampau saya sebagai generasi X. 

Tersaji dalam besek, aneka jajanan pasar yang cantik memikat, kaya serat  dan nutrisi, tentu saja sangat  nikmat memanjakan lidah ini, terdiri dari cenil, tiwul, sawut, gatot, getuk dan urap ketan hitam. Saat menikmatinya dapat ditambah dengan taburan kelapa parut yang gurih, kinca gula aren dan gula pasir, sesuai selera. Rasanya, tidak ada  makanan lainnya, yang akan saya nikmati selain jajanan pasar pada hari ini.

1. Cenil

Makanan yang  terbuat dari singkong dan tepung kanji. Selalu memiliki aneka warna menarik yang menggugah selera, dapat berbentuk bulat atau kotak kecil, dan jika dimakan memiliki tekstur kenyal dan  rasa gurih, disempurnakan dengan taburan parutan kelapa bercampur manisnya gula pasir atau kinca gula aren sesuai selera. Cenil ini sangat disukai semua jenis kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

2. Tiwul

Makanan ini adalah salah satu makanan pokok pengganti nasi, karena terbuat dari ketela pohon atau singkong. Untuk membuat tiwul, singkong harus dikeringkan terlebih dahulu, dan disebut dengan gaplek. Gaplek inilah kemudian dihaluskan, kemudian dikukus. 

Selain memiliki kalori lebih rendah dari nasi, tiwul memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, seperti vitamin C, kalsium, zat besi, protein hingga fosfor. Saya menikmatinya dengan taburan parutan kelapa. Bagi yang ingin menurunkan berat badannya dapat mencoba sesekali memakan tiwul sebagai pengganti nasi.

3. Sawut

Jajanan pasar terbuat dari parutan kasar  singkong yang dicampur gula jawa, kemudian di kukus. Rasanya perpaduan antara manis  dan legit serta gurihnya topping  kelapa parut. Sama seperti tiwul, sawut dapat menjadi pilihan hidangan pengganti nasi untuk sarapan pagi yang ringan. Jajanan pasar ini berasal dari Yogyakarta. Nama sawut sendiri berasal dari bahasa Jawa semrawut yang bermakna berantakan. 

4. Gatot

Makanan yang memiliki warna coklat kehitaman dan memiliki tekstur kenyal, manis dan lengket, terbuat dari bahan dasar singkong, dan disajikan dengan parutan kelapa. Konon, nama gatot berasal dari "gagal total" yang ditujukan untuk singkong yang tak bisa tumbuh maksimal umbinya di daerah Gunung Kidul yang terkenal tandus dan kering.

5. Getuk

Makanan ini terbuat dari singkong yang digiling halus dengan sedikit gula pasir dan vanili, memiliki tekstur lembut dan rasa yang manis legit. Kadang dapat juga diberi pewarna sesuai selera. Dapat disajikan dengan parutan kelapa untuk menambah sempurna kenikmatannya. Getuk dapat juga dijadikan menu sarapan pagi, karena cukup mengenyangkan. Kata getuk berasal dari bahasa Jawa yang artinya singkong rebus tumbuk.

6. Urap Ketan Hitam 

Berasal dari ketan hitam yang dikukus, dimakan dengan taburan kelapa parut dan ditambah kinca gula aren agar semakin nikmat. Kadang kala urap ketan hitam ini juga di jadikan menu sarapan pagi atau sore hari menjelang malam dengan ditemani teh manis hangat.

Jajanan Pasar kini sudah naik kelasnya. Di beberapa perusahaan selalu menyediakan jajanan pasar ini dalam wadah tampah, dengan penataan yang artistik mengugah selera, dan wadah kelapa parut, kinca gula aren dan gula pasir yang unik, disetiap acara syukuran kantor, peresmian kantor, gatheting kantor dan kegiatan lainnya. 

Percaya atau tidak jajanan pasar ini selalu tandas tak tersisa, dikarenakan memang selain rasanya nikmat, tidak terlalu mengenyangkan, dan tentu menjadikan pengobat rindu kampung halaman atau masa lalu, yang melekat dengan jajanan pasar tersebut atau sekedar mengulas rasa dengan sesama kolega.

Akhirnya, ditemani hujan yang turun sepanjang hari dan seduhan teh hangat manis, kami  menikmati sajian jajanan pasar yang tersedia dan memang benar jajanan pasar selalu melekat di hati sepanjang masa.