Anchoring Effect: Teknik Psikologi Marketing untuk Mempengaruhi Keputusan Membeli.

Perusahaan dalam praktiknya selalu berupaya untuk menarik pelanggan untuk membeli barang dan jasa yang mereka tawarkan dengan berbagai macam cara, baik dengan membuat kemasan produk yang menarik, iklan, promosi, diskon, dan lain sebagainya. Hal ini tidak lain merupakan tugas dari sang marketer agar produk bisa laku dipasaran mengalahkan kompetitor.

Marketing atau pemasaran yang baik adalah yang mampu menampilkan citra produk yang baik sehingga pelanggan tertarik untuk membeli secara berkelanjutan. Hal ini tidak mudah dan diperlukan berbagai macam teknik-teknik dan strategi untuk membuat calon pembeli tertarik mencoba produk yang dijual.

Strategi  marketing adalah strategi atau langkah-langkah yang digunakan perusahaan dalam rangka dan upaya untuk menarik calon pembeli, strategi dibuat untuk memudahkan perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan. Menurut Kurtz (2008) yang menjabarkan pendapatnya dalam bentuk tulisan. Ia menulis bahwa strategi pemasaran itu merupakan keseluruhan program perusahaan dalam menentukan target pasar. Ia juga menambahkan bahwa strategi ini bertujuan memuaskan konsumen dengan cara membangun kombinasi dari campuran pemasaran. Campuran yang dimaksud terdiri dari produk, distribusi, promosi, serta harga.

Salah satu strategi marketing yang akan dibahas dalam artikel ini adalah teknik psikologi marketing. Psikologi marketing adalah upaya seseorang untuk mempengaruhi orang/kelompok untuk mengikuti perintah atau aturan yang datang kepadanya. Teknik ini juga disebut sebagai cara memanipulasi lawan bicara. Salah satu teknik psikologi marketing yang akan dibahas dalam artikel ini adalah “Anchoring Effect”

Sudah pernah dengarkah anda tentang  “Anchoring Effect”, atau anda adalah salah satu korban dari teknik marketing ini?,  Banyak sekali perusahaan yang menggunakan “Anchoring Effect“ untuk memberikan bias terhadap harga yang sesungguhnya sehingga mempengaruhi pembeli dalam mengambil keputusan dalam memberi barang. Dengan hanya menanamkan nilai atau angka maka perusahaan dapat mengontrol pikiran seseorang dan mengarahkannya kepada hasil akhir yang mereka inginkan.

Pertama-tama apa itu Anchoring Effect?, Anchoring Effect (Efek Jangkar) atau Efek penahan adalah bentuk bias kognitif yang menyebabkan orang fokus pada referensi pertama yang tersedia (“jangkar”) yang diberikan kepada mereka ketika membuat keputusan. Menurut Daniel Kahneman, psikolog, peraih hadiah Nobel, dan penulis buku Thinking, Fast and Slow, mengatakan kalau secara sistematis, otak manusia akan mengambil informasi pertama yang diterima, dan menginterpretasi hal-hal lain berdasarkan kesimpulan yang diambilnya dari informasi pertama tersebut.

Ilustrasi 1.

Seringkah anda menemukan gambar seperti ilustrasi diatas pada mall, toko-toko, swalayan dan supermarket yang sekiranya produk tersebut memiliki harga yang tinggi yang kemudian dicoret dan diberikan diskon yang cukup besar sehingga kita tertarik untuk membeli, inilah yang disebut “Anchoring Effect”.

Dapat dilihat melalui ilustrasi diatas bagaimana sebuah produk yang menggunakan anchor pada harga, lebih menarik dibandingkan yang tidak memakai anchor, hal ini dilakukan penjual untuk mempengaruhi presepsi pembeli terhadap produk yang sedang mereka jual agar terlihat lebih murah. Produk yang menggunakan harga normal akan terlihat memberikan tawaran yang tidak menarik dibandingkan tawaran yang menggunakan harga anchor dengan iming-iming mendapatkan diskon yang besar yang padahal sebenarnya barang tersebut tidak benar-benar diberikan diskon.

Disinilah otak kita terjadi bias, harga awal yang pertama kali kita lihat sering kali dianggap sebagai acuan atau patokan sebagai harga yang sesungguhnya (inilah yang dinamakan jangkar), sedangkan harga yang sudah didiskon merupakan keutungan kita membeli pada saat potongan harga. Informasi tersebutlah yang pada akhirnya mempengaruhi kita dalam keputusan membeli. Kekurangan informasi tentang harga produk yang akan kita beli merupakan salah satu penyebab terjadinya bias, dikarenakan kita tidak mengetahui mana yang merupakan harga aslinya. Informasi tersebutlah yang pada akhirnya mempengaruhi kita dalam keputusan membeli.

Teknik ini hanya salah satu dari ribuan cara dan strategi yang dikembangkan perusahaan dalam ber-marketing. Harga adalah faktor utama yang seringkali menjadi bahan pertimbangan calon pembeli pada saat membeli, oleh sebab itu memanipulasi harga agar produk terlihat lebih murah adalah cara yang termudah untuk menarik perhatian calon pembeli. Tentu selain itu masih banyak faktor-faktor lain yang mendukung kelancaran penjualan, seperti pelayanan penjual, kualitas produk, banyak tidaknya pesaing dan lain-lain.

Setelah membaca artikel diatas, tampaknya kita perlu lebih jeli, teliti dan bijak dalam berbelanja, memperbanyak referensi sebelum memutuskan untuk membeli produk agar tidak mudah tergiur terhadap harga-harga diskon yang selama ini menggunakan anchor sebagai teknik marketing mereka.

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu, share dan like jika kalian suka, dan follow, tunggu artikel lainnya disini. Stay Healthy, jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan.

Fenny Maylinda (Mahasiswa Universitas Pamulang)