AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrom) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus yang  terkait dengannya disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). Fungsi sistem kekebalan melindungi tubuh dari serangan penyakit. Kalau sistem kekebalan tubuh dirusak virus HIV, maka ketika tubuh diserang penyakit, sangat mudah penyakit itu masuk dan menyebabkan sakit hingga meninggal.

AIDS merupakan fase terakhir dari perjalanan infeksi virus HIV yang merupakan sekumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh. Penyakit HIV/AIDS belum ditemukan vaksin maupun obatnya dan virius HIV ini dapat menyerang siapa saja, terutama yang melakukan penyimpangan terhadap pola perilaku seksual.

Dewasa ini, hubungan seksual pranikah cukup banyak dijumpai di kalangan kaum muda. Di dorong oleh rasa ingin tahu dan ingin mencoba, kaum muda sering terperangkap dalam hubungan seksual pranikah yang sering dilaksanakan dengan pasangan yang berganti-ganti.

Dalam pandangan Islam, AIDS adalah penyakit kelamin akibat perzinaan dan merupakan siksa Allah karena ulah manusia sendiri. Kebanyakan Firman Allah dalam Al-Quran melarang aktivitas seksual di luar nikah, di dalamnya juga dijelaskan aspek-aspek moral, etik yang menuntun dan memberi petunjuk manusia agar tidak rusak karenanya.

Kebanyakan penderita yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala apapun. Pada umumnya penderita merasa sehat dan juga dari luar Nampak sehat-sehat saja. Walaupun tampak sehat, penderita tersebut akan menjadi pembawa dan penular HIV kepada orang lain.

Untuk diketahui, infeksi HIV akan tampak pada 2 tahap yaitu gejala awal yang ditandai dengan kondisi berat badan semakin menurun, sering demam, rasa lelah letih berkepanjangan, sering mencret/diare tanpa penyebab yang jelas, dan sariawan yang sering timbul dan lama proses penyembuhannya.

Gejala yang kedua adalah gejala lanjut yang ditandai dengan kondisi radang paru-paru, sesak napas dan batuk tanpa dahak, mudah terserang TBC paru-paru, bercak-bercak merah ungu pada kulit terutama kulit tubuh bawah, bercak-bercak putih di mulut, dan gangguan syaraf otot, ingatan, perubahan kepribadian.

Virus HIV tidak mudah menular seperti penularan influenza. HIV ini hanya bersarang pada sel darah putih tertentu yang disebut sel T4. Oleh karena sel T4 ini terdapat pada cairan-cairan tubuh seperti Nanah, termasuk darah haid, air mani dan cairan-cairan lain yang keluar dari cairan kelamin wanita dan cairan dari leher Rahim.

Berdasarkan uraian cara penularan diatas yang di kutip dari jurnal MOH. ISYAM, bisa dipahami apabila kontak sosial seperti hidup serumah, tidur bersama, berenang bersama, mandi/WC bersama, bukan merupakan media penularan virus HIV. Namun masalahnya mungkin akan lain, kalau pengidap HIV/AIDS tersebut terluka mengeluarkan darah atau penderita AIDS telah mengalami infeksi sekunder di kulit, mulut, saluran cerna, saluran nafas, saluran kencing dan lain lain.

Darah yang keluar dari luka ada kemungkinan mengandung HIV walaupun untuk penularan masih dibutuhkan kontak langsung segera ke pintu masuk atau luka calon tertular. Sebagai contoh seorang sokter sedang menjahit luka seorang pengidap HIV/AIDS kebetulan tanpa sarung tangan dan jari tangan dokter itu ada yang terluka walaupun sedikit, maka dokter tersebut bisa tertular HIV.

Melihat kenyataan ini setiap orang dapat saja tertular AIDS. Tetapi bisa dihindari dengan memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan agama, budi pekerti ataupun etika dan upaya-upaya agar kepedulian terhadap AIDS terus berkembang di masyarakat.

Virus HIV sangat cepat mati di luar badan kita. HIV tidak bisa menular lewat udara. HIV mudah mati oleh air panas, sabun dan bahan pencuci lama lainnya. HIV tidak bisa menembus kulit yang utuh yaitu kulit yang tidak luka atau lecet. Karena itu maka HIV tidak bisa menular lewat kontak sosial seperti bersenggolan dengan pengidap HIV, berjabatan tangan, bersentuhan dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita AIDS. Penderita AIDS bersin atau batuk-batuk didepan kita, berciuman, lewat makanan dan minuman, gigitan nyamuk dan serangga lainnya, sama-sama berenang di kolam renang.

Upaya pencegahan HIV/AIDS yaitu :

  • Secara Medis
  • Pencegahan penularan melalui hubungan seksual.
  • Infeksi HIIV terutama terjadi melalui hubungan seksual, sehingga pencegahan AIDS perlu difokuskan pada hubungan seksual. Dengan ini perlu dilakukan penyuluhan agar orang berperilaku seksual yang aman dan bertanggungjawab yaitu hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami/istri) dan mempertebal iman agar tidak terjerumus ke dalam hubungan-hubungan seksual diluar nikah.
  • Pencegahan penularan melalui darah
  • Tranfusi Darah
  • Pastikan bahwa darah yang dipakai untuk tranfusi tidak tercemar HIV. Kalau penderita HIV (+) jangan donor darah. Begitu pula kalau penderita berperilaku resiko tinggi, untuk tidak berhubungan seksual dengan banyak pasangan.
  • Alat suntik dan alat lain yang dapat melukai kulit
  • Bersihkan alat-alat seperti jarum, alat cukur, alat tusuk seperti tindik dan lain-lain. Perlu dilakukan pengawasan agar setiap alat suntik dan alat lainnya yang di pergunakan dalam sistem pelayanan kesehatana selalu dalam keadaan steril.
  • Pencegahan penularan dari ibu dan anak
  • Diperkirakan 50 % bayi yang lahir dari ibu yang HIV(+) akan terinfeksi HIV sebelum, selama dan tidak lama sesudah melahirkan. Ibu-ibu seperti ini perlu konseling dan sebaiknya ibu yang HIV(+) tidak hamil.
  • Dengan Bahasa Agama :  Konsep Islam dalam Memerangi HIV
  • Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa hingga sekarang belum ditemukan cara-cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit AIDS. Riset terakhir membuktikan bahwa cara yang paling efektif dan aman adalah “jangan ganti-ganti pasangan seks”, tetapi seperti diketahui hal tersebut adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Salah satu ciri jiwa yang sehat adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu. Mereka tidak lagi mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk apalagi agama mereka abaikan. Mereka beranggapan bahwa batasan-batasan sesuatu dengan moral, etik dan agama hanyalah merupakan penghalang kebebasan dan tidak sesuai dengan hak-hak asasi dan kemerdekaan individu.

Bagaimana pencegahan penularan penyakit AIDS yang benarm bertanggub jawab serta Islami ? Karena sesungguhnya AIDS adalah penyakit perilaku seksual manusia, maka pencegahannya adalah dengan merubah perilaku seksual itu ke arah yang sehat, aman dan bertanggung jawab. Oleh karena itu perilaku seks yang sehat adalah NIKAH. Perilaku seks yang aman adalah NIKAH. Perilaku seks yang bertanggungjawab adalah NIKAH.

Demikianlah ancaman virus HIV/AIDS dan upaya pencegahannya. Ternyata sangat mudah upaya pencegahannya. Tidak boleh kita menjauhi pengidap HIV karena virus HIV tidak bisa tertular melalui kulit yang tidak terluka. Karena virus ini tidak mudah tertular lewat udara. Virus HIV cepat mati di tubuh kita.

Semoga bermanfaat…….