Apa yang dimaksud dengan pendidikan informal? Pengertian pendidikan informal adalah jalur pendidikan yang dilakukan di lingkungan keluarga dan lingkungan, di mana kegiatan belajarnya dilakukan secara mandiri. Jalur pendidikan ini diberikan kepada setiap individu sejak lahir dan sepanjang hayatnya, baik melalui keluarga maupun lingkungannya. 

Jalur pendidikan ini akan menjadi dasar yang akan membentuk kebiasaan, watak, dan perilaku seseorang di masa depan. Hasil pendidikan informal mendapat pengakuan sama seperti halnya pendidikan formal dan pendidikan non-formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan dari pemerintah.

Homeschooling (HS) adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama. 

Dalam bahasa Indonesia, ada yang menggunakan istilah “sekolah rumah”. Aku sendiri secara pribadi lebih suka mengartikan homeschooling dengan istilah “sekolah mandiri”. Tapi nama bukanlah sebuah isu. Disebut apa pun, yang penting adalah esensinya.

Salah satu pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orangtua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak; sementara pada sekolah reguler, tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah.

Walaupun orangtua menjadi penanggung jawab utama homeschooling, tetapi pendidikan homeschooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan oleh orangtua. Selain mengajar sendiri, orangtua dapat mengundang guru privat, mendaftarkan anak pada kursus, melibatkan anak-anak pada proses magang (internship), dan sebagainya. 

Sesuai namanya, proses homeschooling memang berpusat di rumah. Tetapi, proses homeschooling umumnya tidak hanya mengambil lokasi di rumah. Para orangtua homeschooling dapat menggunakan sarana apa saja dan di mana saja untuk pendidikan homeschooling anaknya.

Homeschooling pada umumnya diterapkan kepada anak yang memiliki prestasi menonjol dalam satu bidang tertentu ataupun pada anak yang sering berpindah kota karena tuntutan profesi orangtua sehingga mengharuskan mereka memiliki waktu yang fleksibel. Selain itu, homeschooling juga membuka kesempatan pada orangtua untuk memastikan kualitas belajar anak dan memastikan anak mendapatkan perhatian cukup dari sang pengajar.

Dalam kasus tertentu di mana anak sudah menunjukkan bakat mereka dengan jelas, homeschooling dapat membantu untuk menitikberatkan pelajaran yang berhubungan dengan bakat tersebut, atau dikenal sebagai “customized curriculum”. Selain itu, karena lingkup homeschooling berbasis rumah, maka kemungkinan ia terpengaruh narkoba dari teman-temannya tentu lebih kecil. 

Mengenai mahal atau tidaknya, tentunya homeschooling juga memberikan fleksibilitas kepada orangtua untuk menetapkan budget, di mana Anda mengetahui tujuan dari pendidikan anak dan memfasilitasinya dengan semaksimal mungkin.

Adapun kelemahan dari homeschooling, yaitu kemampuan sosialisasi anak yang cenderung akan melemah. Hal ini akan memengaruhi peranan anak dalam melakukan kerja sama dalam suatu kelompok dan juga kemandirian si anak dalam mengambil keputusan atau menghadapi hal-hal di luar prediksi. Mereka akan lebih sulit membuat keputusan sendiri karena kemungkinan besar mereka terbiasa dengan orangtua yang selalu ada di sekitar mereka.

Selain kelebihan dan kelemahan dari homeschooling, Anda pasti ingin tahu bagaimana peraturan perundangan Indonesia mengenai metode pendidikan ini dan penerapan sertifikasinya. Homeschooling telah diatur dalam perundangan RI UU 20/2003 pasal 26 ayat (4): “Satuan pendidikan non-formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.” 

Peserta didik dari Komunitas Belajar yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan pada jalur pendidikan non-formal. Hal itu sejalan dengan UU 20/2003 pasal 26 ayat (6):

“Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.” Untuk penerapan sertifikasi, anak Anda dapat berpartisipasi dalam ujian Nasional kejar paket A, B, dan C, tentunya dengan melengkapi syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai peraturan pemerintah.

Pada dasarnya pendidikan merupakan kebutuhan esensial bagi anak yang tentunya memengaruhi masa depan si kecil. Tentukan pilihan Anda dengan bijaksana dengan mempertimbangkan kebutuhan si cilik. Tentunya wacana ini dapat menjadi referensi dan pertimbangan bagi Anda sebagai orangtua terbaik Indonesia.

Apa pun alasan sebuah keluarga memilih homeschooling, hal pertama yang perlu dijadikan pijakan adalah bahwasanya homeschooling atau pendidikan berbasis keluarga itu legal. Legal itu berarti diakui oleh negara. Legal itu berarti tidak melanggar hukum. Karena homeschooling itu legal, maka seseorang yang memilih homeschooling itu sah-sah saja. Memilih homeschooling sama sahnya dengan memilih untuk mengirimkan anak ke sekolah.

Saat ini belum ada survei dan data mengenai alasan keluarga di Indonesia memilih homeschooling. Beberapa tayangan di TV memberitakan tentang alasan artis yang memilih homeschooling karena ingin mengembangkan karier. Tapi fenomena artis homeschooling hanya sebagian kecil dari realitas homeschooling karena sebagian besar praktisi homeschooling adalah keluarga-keluarga biasa.

Dari pengamatan selintas, ada beragam alasan keluarga Indonesia memilih homeschooling. Ada yang memilih homeschooling karena alasan praktis, misalnya: anak mogok sekolah, trauma karena bullying, orangtua berpindah-pindah kerja, dan sebagainya. Ada keluarga lain yang memilih homeschooling karena alasan yang lebih filosofis/ideologis: mencari pendidikan yang lebih baik daripada sekolah, ingin mengembangkan sebuah model pendidikan tertentu (agama, keterampilan, profesi), dan sebagainya.

Tentu saja, banyak alasan lain yang mungkin belum tersebutkan. Dan sangat mungkin, alasan sebuah keluarga memilih homeschooling bisa lebih dari satu alasan.