Keinginan untuk memiliki suatu benda yang belum pernah dimiliki anak merupakan hal yang wajar pada anak-anak. Akan tetapi tingkat kepentingan suatu benda bagi anak dan upaya yang dilakukan anak untuk mendapatkannya dapat menjadi tolok ukur kewajaran untuk memiliki suatu benda yang diinginkan.

Tetapi terdapat juga di suatu kondisi yang dilakukan anak sudah dirasa berlebihan, selalu ingin memiliki sesuatu yang dilihatnya. Hal itu terjadi bukan karena dia ingin benar-benar membutuhkan benda yang dilihatnya. Tetapi, hal tersebut dilakukan  upaya dari anak untuk mendapatkan perhatian lebih

Sayangnya, beberapa orang tua kerap salah mengartikan dan menyikapi sikap ini dengan menuruti apa saja yang diinginkan anaknya untuk membuat kondisi menjadi lebih sederhana. Dengan begini pola pikir anak akan berubah seiring perilaku yang ditunjukkan orang tuanya.

Anak akan sering menunjukkan sikap ini. Salah satunya dengan kebiasaan memuji benda milik orang lain dan selanjutnya mengemukakan keinginannya untuk mendapatkan benda tersebut. Hal ini jika diteruskan maka bisa menjadi pengaruh buruk bagi anak.

Dalam diri anak akan tertanam pola pikir bahwa mendapatkan segala sesuatu tidak perlu dengan bekerja keras, mereka bisa mendapatkannya cukup dengan memuji-muji benda tersebut di hadapan orang tuanya, seperti “Bun, itu bagus sekali. Adek ingin punya.”

Sebenarnya, memuji segala sesuatu itu seharusnya memiliki nilai positif bila dilakukan tanpa meminta atau mengharapkan suatu imbalan. Namun, memuji dengan pamrih ataupun dengan ketulusan hati memang batasannya sangat semu. 

Untuk itu diperlukan bimbingan orang tua dalam mengajarkan kepada anak bagaimana cara memberikan pujian yang benar sekaligus memberikan contoh konkrit padanya.

Persoalan ini memang sering terjadi pada anak dan dapat diatasi dengan mengubah pola perilakunya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan setiap kali hendak pergi mengajak anak selalu ditanamkan norma-norma yang harus dipatuhi anak.

Tanamkan bahwa di rumah sendiri dan di rumah orang lain atau di lingkungan luar sangat berbeda situasi dan kondisinya. Namun, orang tua juga harus memperhatikan kebutuhan yang diperlukan anak, misalnya dengan menanyakan apa yang diinginkannya. Jika keinginannya itu wajar, sebaiknya dituruti.

Selanjutnya, jika telah terjadi kesepakatan, berikan rambu-rambu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berada di tempat orang. Rambu-rambu diberikan untuk memberikan batasan kepada anak. 

Jika anak mulai menunjukkan perilaku seperti ingin meminta sesuatu yang dirasa tidak penting, maka segera antisipasi dengan mengingatkan padanya tentang apa yang menjadi kesepakatan sebelum berangkat.

Lakukan hal itu dengan lembut dan penuh kesabaran sehingga tidak membuat anak kecewa. Karena teguran yang kasar dan bernada tinggi akan membuat situasi menjadi semakin tidak terkendali dan membuat anak semakin ingin memberontak.

Selain itu, orang tua juga dapat menanamkan sikap andil kepada anak. Sikap andil ini sangat penting agar anak tahu usaha yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan segala sesuatu itu tidaklah instan. Anak akan tahu proses yang dilalui dan tidak hanya mementingkan hasilnya saja.

Misalnya saat anak sangat menginginkan mainan, orang tua bisa mengajak anak untuk turut andil dalam membeli mainan tersebut dengan patungan atau dengan mengajarkan menabung sedikit demi sedikit untuk membeli sesuatu yang diinginkan, sehingga anak juga bisa sembari belajar menabung.

Saat anak merengek ingin sesuatu, orang tua juga dapat memberikan pengertian yang cukup yang bisa dicerna oleh sang anak. Karena mengingat ada beberapa kondisi keuangan keluarga yang berbeda-beda.

Berikan pemahaman kepada anak bahwa keuangan keluarga tidak cukup untuk menuruti segala keinginannya dan berikan pemahaman bahwa bisa memakai sesuatu yang masih ada dan masih bisa dipakai.

Memberikan pengertian ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan memarahi dan menyertakan segala emosi di dalamnya. Anak akan pelan-pelan mencerna dan mengerti kondisi yang sedang dilalui keluarganya.

Namun, di samping itu semua, peran orang tua di sini juga sangat penting dalam menanamkan  dan mengajarkan kasih sayang yang disiplin pada anak. Karena orang tua kebanyakan akan menuruti segala keinginan anaknya apabila sang anak sudah keras kepala.

Apabila orang tua tidak tegas dalam memberikan pemahaman kepada anaknya maka anak akan merasa selalu dimanjakan. Hal itu jika dibiarkan akan dibawa anak sampai dia beranjak dewasa. Dengan begitu, untuk mengatasinya, orang tua harus biasa untuk tidak memberikan segala sesuatu yang dinilai tidak penting.

Misal saat anak sudah menangis, marah-marah bahkan membentak, kita sebagai orang tua harus sabar dan mengarahkan anak untuk ke arah yang positif dengan memberikan beberapa pemahaman dan melakukan beberapa tips yang sudah dijelaskan di atas dengan pelan-pelan. 

Walaupun tidak mudah saat dilakukan tetapi redamlah emosi dan prioritaskan maksud dan keinginan anak daripada mendahului emosi yang hanya membuat kondisi menjadi lebih rumit.

Semoga beberapa tips dan penjelasan di atas dapat memberikan sedikit pemahaman kepada orang tua saat menghadapi kondisi di mana anak ingin meminta segala sesuatu yang dilihatnya.