Siapa nih yang anak pertama? Pasti kalian bisa relate sama apa yang akan kita bahas kali ini. 

Bagi kalian yang anak pertama pasti pernah mendengar "Anak pertama tuh harus kuat, harus sukses tidak boleh cengeng jangan manja karena kamu penerus keluarga." Atau kalian yang punya adik "Kamu tuh harus ngalah, harus jadi contoh yang baik untuk adiknya". Pasti kalian cukup sering mendengar kata-kata ini baik di rumah maupun di luar ya atau di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekitar kalian.

Gimana sih perasaan kalian sebagai anak pertama ketika mendengar hal tersebut? 

Apakah pernyataan tersebut menjadikan motivasi untuk kalian atau mungkin sebagai tekanan ataupun beban? Mungkin hal tersebut terdengar sebagai motivasi atau penyemangat tapi jika hal tersebut dikatakan berulang kali mungkin bisa jadi beban ya untuk yang mendengarnya. Seakan-akan persepsi anak pertama itu tidak boleh gagal, tidak boleh menangis, dituntut untuk terus mengalah dan harus menjadi kuat sekuat baja. Padahal anak pertama kan sama-sama manusia. Dan mau anak pertama, kedua, ketiga atau anak tunggal sekalipun. Itukan hanya urutan lahir selain itu tidak ada bedanya.

Pernahkah kalian anak pertama berada diposisi ini? 

Merasa menjadi terbebani dengan predikat sang anak pertama ini. Yang selalu dituntut harus sempurna dalam berbagai hal. Harus bisa menjadi sukses dengan tolak ukur orang tua dan keluarga bukan tolak ukur diri sendiri. Bahkan tidak bisa menjadi yang diimpikan karena harus memenuhi impian orang tua. Juga harus selalu kuat dan tersenyum karena menjadi sandaran untuk adik-adiknya.

Lalu kenapa sih sampai ada istilah-istilah seperti itu?. Mari kita bahas. 

Pertama, karena anak pertama itu harapan terbesar orang tua. Orang tua kalian pasti sangat berharap bahwa kalian akan jadi lebih sukses daripada orang tua kalian. Pernyataan ini tidak salah sama sekali, namun akan menjadi salah ketika ada istilah bahwa kalian tidak boleh gagal. 

Kedua, karena mau tidak mau suka tidak suka ya memang anak pertama akan menjadi contoh untuk keturunan selanjutnya. Ini bisa dibenarkan karena ya memang harus sebagai contoh yang baik namun bukan berarti anak pertama tidak bisa salah. 

Ketiga, karena sebagai penerus keluarga. Biasanya anak pertama ditunjuk sebagai tongkat estafet penerus keluarga apalagi kalau keluarga yang tidak biasa seperti: keluarga kerajaan atau keluarga yang memiliki bisnis keluarga yang harus ada penerusnya dari keturunan selanjutnya. Sehingga anak pertama lah yang ditempa lebih keras untuk memenuhi tahta-tahta tersebut.

Itulah beberapa alasan yang menimbulkan berbagai spekulasi bagi anak pertama.

Dengan alasan-alasan tersebut memang masuk akal jika anak pertama harus bermental sekuat baja. Namun bukan berarti jika tidak memenuhi spekulasi tersebut maka predikat sang anak pertama itu gagal. Tidak juga yang tepenting kalian harus hidup tanpa terbebani apapun.

Dengan menjadi kuat bukan berarti kalian tidak boleh menangis atau mengeluh. Dengan menjadi sukses bukan berarti tidak boleh gagal. Dengan menjadi contoh yang benar untuk adik-adik kalian bukan berarti kalian tidak boleh salah. Dengan menjadi penerus keluarga bukan berarti kalian tidak bisa menjadi apa yang kalian impikan.

Dengan semua istilah, tuntutan, spekulasi yang ditimpakan kepada kalian sang anak pertama. Semoga ini tidak membebani kalian untuk melakukan hal-hal yang kalian suka ya dan tidak juga menjadikan diri kalian sebagai diri orang lain yang kalian tidak kenali. Jadikanlah semua istilah, tuntutan, spekulasi ini sebagai motivasi dan penyemangat kalian dalam meraih impian kalian sekaligus mewujudkan spekulasi-spekulasi tersebut ke arah yang positif.

Jika menurut kalian spekulasi tersebut berlebihan dan tidak sesuai dengan kalian maka buatlah spekulasi kalian sendiri yang dapat mewujudkan hal-hal tersebut tanpa harus merasa terbebani. Tanpa harus merasa kalian dibeda-bedakan. Tanpa harus menjalani semuanya dibawah tekanan. Dan tanpa harus merasa bahwa kalian tidak diperlakukan sebagai manusia. 

Lalu mengapa harus anak pertama saja yang dituntut agar sekuat baja?

Bahkan sebenarnya hal tersebut harus disematkan kepada anak dengan urutan lahir ke-berapa-pun bahkan anak tunggal sekalipun agar semua anak dapat tumbuh menjadi anak yang kuat, anak yang dapat diandalkan juga dan memiliki kesempatan yang sama dalam hal berkompetisi dalam prestasi dan dalam berbagai hal lainnya.

Jadilah sukses dengan jalanmu sendiri. Kejarlah apa yang kamu impikan bukan orang lain impikan dan buktikan kepada dunia bahwa kamu bisa. Juga tumbuhlah menjadi anak yang sekuat baja tanpa harus melemahkan yang lain. Jadilah anak yang sukses namun jangan lupa juga harus menjadi anak yang tumbuh dengan bahagia. Karena kesehatan mentalmu juga penting loh.

Karena pada dasarnya semua anak yang lahir memiliki kesempatan yang sama, kewajiban yang sama namun jalan takdirnya saja yang berbeda sesuai yang dituliskan Sang Pencipta.

Ketika bisa tumbuh beriringan tanpa dibeda-bedakan, mengapa anak pertama harus tumbuh dalam tekanan dan beban?