Pasar Modal sudah semakin berkembang. Daerah-daerah pedesaan yang pada awalnya tak pernah tersentuh sama sekali, kini sudah tersentuh saham dan produk reksadana. Jika sudah begini, tak akan ada lagi yang bisa membendung Nusa Tenggara Barat untuk menjadi salah satu provinsi kuda hitam Indonesia di masa yang akan datang, menuju Nusa Tenggara Barat Gemilang.

Anak muda Nusa Tenggara Barat sudah semakin melek dengan produk-produk Investasi. Saya terbayang pada saat masa sekolah menengah dan awal kuliah, mempelajari pasar modal dalam keadaan mengawang. Kami diberikan materi pasar modal, namun tak sama sekali mengeri seperti apa produk dan logika berpikirnya.

Namun kini semua sudah sempurna. Kantor cabang Bursa Efek Indonesia sudah berdiri kokoh di tengah Kota.  Perusahaan-perusahaan sekuritas sudah bertebaran di mana-mana. Kini sudah tidak ada alasan untuk tak berusaha. Karena semua kesempatan sudah terdapat dimana-mana. Sekarang tinggal pilih saja, saham mana saja yang kita percaya.

Sudah saatnya anak muda Nusa Tenggara Barat mendukung gerakan Ayo Main Saham. Sudah saatnya kita sebagai pemuda penerus masa depan menjadi contoh untuk adik-adik kita sendiri di masa yang akan datang. 

Hidup ini sudah bukan lagi tentang foya-foya, namun sudah saatnya berfikir sejak dini untuk bisa menjadi kaya. Agar masa tua tak menjadi terlunta-lunta kesana kemari untuk meminta-minta.

Bursa Efek Indonesia sudah semakin agresif untuk melakukan perkenalan kepada seluruh masyarakat Bumi Gora. Saham awalnya tak berjalan mulus untuk diperkenalkan. 

Banyak masyarakat yang masih beranggapan jika bermain saham itu sama dengan judi. Padahal Majelis Ulama Indonesia sudah secara tegas mengeluarkan fatwa bahwa bermain saham tidaklah haram, asal dilakukan dengan benar dan tepat.

Sekalipun ada masyarakat yang takut dengan saham konvensional, masih ada alternatif lain yaitu saham syariah, yang sudah semakin banyak bertebaran di lantai bursa. 

Perbankan syariah yang sudah go publik pun sudah semakin banyak. Sehingga kebutuhan akan investasi akan sangat begitu beragam. Hanya tinggal mengambil keputusan saja, ingin berinvestasi ke bagian yang mana. Semua sudah semakin sederhana.

Generasi muda harus diberikan wawasan yang lebih mendalam lagi mengenai produk-produk pasar modal. Anak muda tak boleh mengikuti sistem penyimpanan harta kekayaan orang zaman dulu yang menyimpan emas dan tabungan di bawah bantal. Karena itu tidak akan memberikan keuntungan, yang ada hanyalah memberikan kerugian. Karena inflasi tidak akan pernah diam untuk menurunkan nilainya.

Zaman memang sudah semakin maju. Keinginan untuk membeli berbagai macam keinginan memang semakin menjadi-jadi. Namun sudah seharusnya generasi muda masa kini menjadi lebih bijak lagi dalam memanfaatkan uangnya. Buat apa membeli barang jika sama sekali tak memberikan nilai tambah untuk diri sendiri.

Kita selama ini terlalu banyak diperbudak iklan-iklan produk tersier. Nafsu ini selalu gatal untuk segera memiliki barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Iklan yang semakin agresif memang sudah benar-benar memberikan pengaruh yang sangat besar untuk mengubah perilaku anak muda zaman sekarang untuk menjadi lebih hedonis lagi dalam berbelanja.

Padahal kita ketahui bersama, memenuhi keinginan tak akan pernah ada pangkal batasnya. Semakin menuruti keinginan, makan semakin tak berhenti untuk terus membeli dan membeli. Kita memang terkadang terlalu banyak gaya. Menganggap barang yang kita beli dan miliki akan mencerminkan diri kita sendiri. Padahal ini sama sekali tak benar. 

Manusia adalah manusia. Barang yang kita kenakan tak sama sekali akan menunjukkan siapa kita sebenarnya. Etika dan perilaku adalah kunci dari cerminan kita kepada orang lain. Sudah bukan saatnya lagi untuk hidup terlalu hedonis di masa yang sangat tragis ini, bisa-bisa hidup semakin miris dan akhirnya menangis karena tabungan masa depan makin menipis.

Ayolah anak muda Nusa Tenggara Barat. Sudah saatnya kita melepas ego dan memperketat semua kemauan emosi. Menabung melalui investasi saham dan reksadana akan membuat masa depan kita menjadi lebih terjamin. Tak selamanya raga kita ini akan sanggup untuk dipakai kerja hingga tua nanti. Namun dengan memiliki tabungan saham dan reksadana, setidaknya masa tua kita nanti akan lebih terjaga.

Mari salurkan semangat menabung saham dan reksadana ini kepada seluruh orang yang berada di sekitar kita. Anak-anak Nusa Tenggara Barat harus gaul dalam hal ini. Semakin banyak anak muda yang bermain produk pasar modal, tentunya akan semakin maju daerahnya nanti. Kita pasti bisa, mengejar cita-cita untuk berkontribusi kepada tanah air dan bangsa. Semua itu harus berawal dari anak muda.

Orang bijak pernah mengatakan, sebelum menghabiskan, hasilkanlah uang dulu. Sebelum berhutang, menabung terlebih dahulu. Sebelum pensiun, investasi terlebih dahulu. Sebelum investasi, analisis dahulu. Sebelum berhenti, coba dahulu. Sebelum meninggal, sedekah terlebih dahulu.

Anak muda tak selamanya hanya berkutat dengan pulsa dan kuota. Namun sudah saatnya untuk menaikkan level diri untuk bermain saham dan reksadana. Hari tua mungkin masih lama, namun menyiapkan diri dari sekarang justru akan membuat masa depan menjadi lebih lega. Hidup hanya sekali, jadi sepanjang usia harus tetap bahagia.