Tak sedikit orang yang harus pergi jauh dari rumahnya untuk menjalankan tanggung jawab atau meraih cita-citanya. Merantau dengan memilih tinggal di kos-kosan serta jauh dari keluarga memang tidak mudah, tetapi keadaan memaksa kita untuk menjadi pribadi yang mandiri dengan segala keterbatasan. Hidup mandiri sebagai anak kos artinya kita harus bisa mengurus diri dan mengatur segala keperluan dan pengeluaran dari keuangan kita sendiri.

Yang tadinya di rumah tidak bingung memikirkan makan apa, setelah menjadi anak kos hal tersebut tidak dapat dihindari. Selain itu, yang tadinya di rumah mencuci pakaian tinggal memencet tombol-tombol yang ada, sekarang harus bersusah payah mengucek dan memerasnya dengan tangan. 

Mencuci manual juga memerlukan banyak waktu dan tenaga sehingga kurang efisien. Maka dari itu, anak kos harus pintar dalam memilih detergen jagoannya, tetapi harus tetap mempertimbangkan efisiensi dalam berbagai hal. Terus apa aja sih yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih detergen?

Detergen yang beredar di kalangan masyarakat umumnya berbentuk cair dan bubuk. Selain dari penampakan fisiknya adapun perbedaan antara detergen cair dan detergen bubuk, diantaranya yaitu :

1. Harga

Sebagai anak kos yang harus mengatur segala pengeluaran sendiri dengan dana yang tidak banyak, kita harus pintar memilih detergen mana yang berkualitas namun cocok di dompet anak kos. Dilihat dari segi harga, detergen bubuk relative lebih murah dibandingkan dengan detergen cair. Hal ini dikarenakan detergen cair terdiri dari komponen berupa alcohol ethoxylate yang mampu membasmi noda minyak.

 2. Daya larut

Mencuci manual lebih menyita banyak waktu daripada mencuci menggunakan mesin cuci. Maka dari itu, kita butuh detergen yang memiliki daya larut yang baik sehingga dapat lebih efisien. Dibandingkan dengan detergen bubuk, detergen cair memiliki daya larut yang baik dalam berbagai tingkatan suhu. Saat menggunakan detergen bubuk kita harus memastikan bahwa detergen telah larut dengan air sepenuhnya, jika tidak maka akan menimbulkan endapan pada pakaian serta dapat menyumbat saluran air dan drainase.

3. Busa

Detergen bubuk menghasilkan busa yang lebih banyak dibandingkan dengan detergen cair. Detergen yang menghasilkan busa lebih banyak dapat mencuci pakaian lebih banyak secara sekaligus. Hal ini dapat menghemat pengeluaran kita.

4. Daya cuci

Apabila dibandingkan, daya cuci detegen bubuk lebih baik daripada detergen cair. Dengan satu sachet detergen bubuk mampu mencuci 10–15 potong pakaian, sedangkan satu sachet detergen cair hanya mampu mencuci 8–12 pakaian saja. Hal ini mestinya menjadi pertimbangan yang cukup besar mengingat budget anak kos yang terbatas.

 5. Aroma

Sebagai anak kos yang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar, seringkali pakaian yang dipakai mudah bau akibat keringat dan bakteri. Maka dari itu kita harus memilih detergen yang membuat pakaian kita tidak mudah bau. Dilihat dari segi aroma, detergen bubuk cenderung lebih tahan lama dibandingkan detergen cair.

6. Kemudahan penggunaan

Dilihat dari segi kemasan, detergen bubuk lebih mudah untuk disobek daripada kemasan detergen cair yang memerlukan gunting untuk membukanya. Akan tetapi, apabila membeli detergen bubuk dalam kemasan besar kita perlu alat takar untuk mengambil detergennya, sedangkan apabila membeli detergen cair dalam bentuk botol akan dimudahkan menakar dengan memanfaatkan tutup botolnya. Sebagai anak kos yang ingin segalanya praktis pastinya akan mempertimbangkan hal tersebut. 

Terlepas dari jenis detergen dan segala kelebihan serta kekurangannya, kita juga perlu memerhatikan keamanan ketika menggunakan detergen. Detergen dapat memunculkan alergi atau iritasi pada kulit. Alergi ini terjadi pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif atau tubuh yang intoleran terhadap kandungan kimia tertentu. Reaksi alergi yang paling umum yaitu kulit terasa gatal, panas, kulit mengelupas, hingga ruam pada kulit.

Sebagai anak kos yang mencuci pakaiannya dengan cara manual, pastinya akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami reaksi alergi dibandingkan dengan yang mencuci pakaiannya dengan bantuan mesin cuci. 

Hal ini dikarenakan mencuci dengan cara manual mengharuskan kulit kita berkontak langsung dengan bahan-bahan kimia yang ada dalam detergen. Maka dari itu, sangat penting untuk memilih detergen yang aman bagi kulit sensitif agar tidak mengganggu aktivitas kita, baik aktivitas mencuci pakaian maupun aktivitas lainnya.

Berikut adalah beberapa cara dalam memilih detergen agar dapat mengurangi risiko mengalami reaksi alergi atau iritasi pada kulit, yaitu :

1. Pilih detergen yang memiliki klaim hypoallergenic

Tips yang pertama dalam memilih detergen untuk kulit sensitif yaitu cari produk dengan klaim hypoallergenic. Hypoallergenic adalah suatu istilah atau label yang biasanya dipakai untuk menyatakan bahwa kandungan yang terdapat pada suatu produk tidak rentan menyebabkan reaksi alergi atauiritasi.

 2. Pilih detergen yang tidak mengandung bahan pemutih

Tips berikutnya yaitu dengan memilih detergen yang tidak ada bahan pemutih di dalam komposisinya. Hal ini dikarenakan pemutih merupakan salah satu bahan kimia berbahaya yang kerap ditemukan di dalam detergen yang menyebabkan iritasi pada kulit seperti gatal, panas, maupun ruam.

3. Pilih detergen yang tidak mengandung bahan pewangi buatan

Bahan pewangi dalam detergen membuat pakaian kita tidak bau apak setelah dicuci. Namun, kita juga harus selektif dalam memilih detergen yang mengandung pewangi. Sebisa mungkin hindari penggunaan detergen yang mengandung bahan pewangi buatan dan gunakan detergen dengan bahan pewangi alami seperti ekstrak bunga chamomile, ekstrak citrus atau pewangi alami lainnya.

 4. Pilih detergen ramah lingkungan

Tips terakhir yaitu dengan memilih detergen yang bebas dari bahan kimia atau ramah lingkungan. Hindari penggunaan detergen yang mengandung bahan yang memiliki kecenderungan merusak kulit. Bahan kimia tersebut, antara lain ethanol, lactic acid, dan benzoyl peroxide

Mempertimbangkan kandungan kimia dalam sebuah detergen sangat penting. Maka dari itu, pilihlah produk detergen berbasis tanaman yang kemungkinan tidak akan mencemari lingkungan karena berasal dari bahan yang mudah terurai.

Dari segala kekurangan dan kelebihan dua jenis detergen serta kriteria pemilihan detergen yang aman bagi kulit sensitif. Kamu sebagai anak kos, sudahkah menentukan detergen jagoanmu?