Beberapa dari kalian pasti familiar dengan sebutan anak kos. Siapa sih anak kos itu? kenapa sih menarik untuk dibahas?  kemudian apa saja sudut pandang anak kos yang dapat kita ambil? langsung saja kita bahas tentang kehidupan dari anak kos.

Anak kos adalah sebutan untuk gaya hidup orang yang memilih merantau jauh dari rumah. Anak kos yang kita bahas adalah mereka yang tinggal di kos sebagai mahasiswa, di mana mereka berkuliah jauh dari rumahnya yang mengharuskan mereka tinggal di suatu tempat bernama “kosan”.

Kesan pertama anak kos adalah kebebasan yang mana menjadi kebahagiaan tiada tara. Bagi anak kos, ini merupakan momen kebebasan di mana kita yang biasanya tidak boleh pulang malam dan tidak boleh bangun siang namun ketika menjadi anak kos hal tersebut dapat bebas kita lakukan.

Selain hal itu nih, apalagi ya kira-kira yang membuat bahagia menjadi anak kos. Yuk yang penasaran simak ya!

Pertama yaitu kebebasan. Bebas adalah utama yang menjadi salah satu alasan anak kos buru-buru merantau. Bebasnya gimana sih? ya bebas, seperti bisa pulang larut malam, bangun siang, dan melakukan hal apapun tanpa diatur. Bebas juga diartikan kita bisa explore banyak tentang diri kita tanpa ada yang menghalangi.

Kedua kita dapat bertemu dengan kawan-kawan yang sama. Anak kos pasti bertemu banyak orang, tidak terkecuali orang yang sepemikiran dengan kita. Karena sepemikiran pasti mereka paham tentang diri kita. Mereka juga mengalami hal yang sama dengan kita. Selain itu kita bisa bermain, ngeluh, dan belajar bersama, serta bahagia bersama. 

Ketiga itu juga dapat memulai apapun bersama karena bertemu dengan orang yang senasib dengan kita. Terkadang kita memulai sesuatu itu bersama-sama seperti bermain, mengerjakan tugas, jalan ke kampus bersama, dan terkadang mempunyai ide yang sama seperti dalam mencari tambahan uang saku dengan berjualan.

Keempat adalah dapat melatih kemandirian. Yes anak kos relate nih, dalam hidup mandiri apabila dijalani dengan ikhlas kita akan menemukan titik kebahagiaan. Kebahagiaan ini seperti apabila kita yang biasanya bangun tidur dibangunin oleh ibu, ketika di kos kita harus bangun sendiri. 

Hal ini memang awalnya sulit, namun apabila sudah terbiasa akan menjadi suatu hal yang positif karena memperbaiki manajemen waktu kita.

Dan yang terakhir itu healing bersama. Bagi para anak kos yang punya trauma masa lalu bisa nih healing bareng temen-temen seperti hangout, mendaki gunung, pergi ke pantai dan apapun itu yang membuat pikiran kita tenang.

Healing bareng temen enak loh karena terkadang juga mengalami hal yang sama dengan kita. Saat kita ke alam terbuka kita menangis dan tertawa bareng, serta saling support. Asik ya!

Karena harus hidup seorang diri dan jauh dari keluarga, menjadi anak kos pasti akan mengalami hal-hal berikut ini. Yuk disimak, nih!

Pertama, bertahan hidup sendiri. Anak kos harus mandiri. Tidak ada lagi anak manja, tidak ada lagi makan disediakan,  dan tidak ada lagi pakaian dicucikan. Semua kontrol kos ada di diri kita, kalau kita tidak melakukan kegiatan secara mandiri kemungkinan kita tidak kuat lama bertahan hidup di kos sendirian tanpa bantuan keluarga.

Kedua, rindu masakan ibu. Apabila kita di rumah, kita akan lebih sering dimasakin ibu. Racikan bumbu khas masakan rumah yang tidak bisa ditemukan anak kos ketika di perantauan membuat banyak anak kos yang rela balik jauh hanya untuk menyantap masakan rumah. 

Waw, memang ada pepatah yang bilang “Seenak apapun masakan di luar, lebih tidak terlupakan masakan rumah”.

Ketiga, selalu rindu rumah alias homesick. Homesick biasa dirasakan anak kos baru, mereka pengen cepet-cepet ngekos jauh dari rumah dengan alesan agar bebas. Heitsss, tapi karena rasa terburu-buru tersebut terkadang mereka tidak mempersiapkan diri secara matang. 

Mental yang masih rindu akan rumah dan cepat-cepat ingin ngekos karena rasa ego akan kebebasan. Ketika tidak dipersiapkan dengan matang, pasti ada rasa yang tertinggal di rumah yaitu rasa rindu. Rindu akan rumah itu susah, obatnya cuman pulang.

Keempat, hidup terlampau irit hingga makan enggak teratur. Relate nih dengan anak kos. Terlebih jika sudah akhir bulan dan uang saku tinggal sedikit. Terkadang makan menjadi tidak teratur yang biasanya makan 3 kali sehari, kalau di kos bisa 2 bahkan hanya 1 kali sehari karena uang saku sudah habis di awal bulan.

Kelima, awal bulan adalah raja dan akhir bulan adalah petaka. Awal bulan adalah suatu yang menggembirakan bagi anak kos yang biasanya transferan uang saku masuk nih, seneng dong sampe kadang kebablasan beli-beli yang berakibat petaka di minggu akhir. Yes, kantong menipis dan anak kos kembali mengirit.

Itulah hal-hal yang relate dengan anak kos entah itu kebahagiannya ataupun perjuangannya. Bagi anak kos tetep semangat ya! bahagia boleh tapi inget ada tujuan dan impian yang harus di capai. Tetap konsisten ya!!