Aktivis
5 bulan lalu · 65 view · 3 min baca menit baca · Politik 74600_25596.jpg
Dok. Pribadi

Anak Kampung Sini Mengawasi Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendapatkan penguatan kelembagaan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Salah satu penguatan kelembagaan itu adalah hadirnya pengawas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Dengan begitu, Negara sudah hadir di TPS melalui KPPS (KPU) dan Pengawas TPS (Bawaslu). Sehingga, kehadiran negara di TPS merupakan bentuk pemenuhan asas jujur dan adil pada pemilu. 

Ketua Bawaslu, Abhan mengatakan, penerimaan pengawas TPS dengan mempertimbangkan (prioritas) anak kampung sini (akamsi) atau warga setempat (Sabtu, 12/1/2019).

Kenapa Bawaslu memprioritaskan akamsi untuk pengawas TPS? Menurut Ketua Bawaslu, akamsi memiliki dua keunggulan yang melekat pada dirinya. Pertama, akamsi mengetahui peta geografis dan kependudukan di lokasi TPS. Kedua, akamsi mengenal kampungnya dalam kondisi sosial masyarakat. Sehingga, akamsi akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan di TPS. 

Akamsi yang bekerja kurang lebih selama satu bulan ini bukan hanya pengawas biasa. Sepanjang kita ketahui, pengawas TPS harus memiliki pemahaman yang mendalam terkait teknis pemilu. Agar akamsi lebih mudah menjadi problem solving persoalan teknis pemilu.



Namun, dari sisi kajian satu kesatuan fungsi penyelenggara pemilu, kita berharap pembekalan, pelatihan dan bimbingan untuk pengawas TPS dilakukan bersamaan dengan KPPS. Harapannya agar KPPS dan Pegawas TPS memiliki pemahaman yang sama sebelum, sesaat dan setelah bekerja. 

Di lain sisi, pembekalan akamsi ini butuh persiapan matang. Sebelum melakukan bimbingan teknis, harus dimulai dulu dengan pembelakan pengawas tingkat kabupaten/kota. 

Lalu, pengawas menyusun program penerimaan, seleksi, pelatihan dan bimbingan teknis kepada akamsi-akamsi yang siap bekerja. Apabila ada masalah teknis, akamsi harus langsung online dengan pengawas desa atau pengawas tingkat kecamatan.

Beban Kerja dan Masalah Akamsi

Akamsi yang menjadi pengawas TPS harus mampu menjalankan tugas pengawasannya sesuai UU Pemilu. Beberapa tugas yang harus diemban adalah: 

(a) mengawasi persiapan pemungutan dan penghitungan suara; (b) mengawasi pelaksanaan pemungutan suara; (c) mengawasi persiapan penghitungan suara;(d) mengawasi pelaksanaan penghitungan suara; (e) menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran, kesalahan, dan/atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan suara; dan (f) menerima salinan berita acara dan sertifikat pemungutan dan penghitungan suara.

Sedangkan kewajiban Pengawas TPS antara lain: 

(a) menyampaikan laporan hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara; (b) menyampaikan laporan dugaan pelanggaran pidana pemilihan yang terjadi di TPS kepada Panwas Kecamatan melalui PPL; (c) menyampaikan dokumen hasil pemungutan dan penghitungan suara kepada PPL; dan (d) melaksanakan kewajiban lain yang diperintahkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Akan tetapi, persoalan pemuda dengan kesiapan bekerja sebagai pengawas TPS akan menghadapi tantangan tersendiri. Permasalahan itu antara lain kesediaan akamsi dengan kemungkinan penerimaan saksi partai politik, saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden dan saksi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 

Belum lagi, ada akamsi-akamsi yang menjadi pemantau pemilu. Sehingga, persiapan pengawas TPS harus dipikirkan dari sekarang. Agar akamsi tersebut memiliki kepastian netralitas dan profesional, bukan akamsi yang bekerja untuk partai. Karena pencegahan tersebut menjadi salah satu tugas pengawas untuk memastikan netralitas kelembagaan.

Selain itu, secara personal, akamsi-akamsi itu harus memahami peta kerawanan pemilu 2019 (IKP) dan peta kerawanan TPS. Dengan membaca peta kerawanan, akamsi bisa memadukan bacaan dengan pengetahuannya di lapangan. Dengan begitu, akamsi memperoleh kemungkinan pertanyaan, atau memprediksi persoalan teknis yang terjadi. 

Sehingga, pengawas TPS telah mempersiapkan jawaban atau tindakan atas kejadian di lapangan. Selanjutnya, akamsi tersebut harus mampu mengomunikasikan dengan baik apa yang diketahui dengan apa yang seharusnya. Begitu juga persoalan teknis aturan disesuaikan dengan bagaimana masyarakat memahami terhadap aturan dan realitas yang ada

Posko Partisipatif Desa

Untuk memudahkan pengawas TPS bekerja dengan baik, salah satu usulan untuk penguatan kapasitas harian adalah mendirikan posko partisipatif bersama tingkat desa. Posko Partisipatif Desa adalah pusat koordinasi dan kerjasama antara pengawas lapangan dan TPS juga pemantau pemilu. Sehingga, setiap hari, pengurus/perangkat desa ikut menemani upaya-upaya pengawasan partisipatif. 

Sedangkan pemantau pemilu dapat mengupayakan komunikasi efektif atas kejadian-kejadian pemilu di tingkat desa. Dengan munculnya posko partisipatif desa, maka pengawas dan pemantau akan lebih mudah dalam melakukan sosialisasi dan pelatihan pengawasan kepada masyarakat.

Akamsi-akamsi yang aktif juga tidak perlu bersedih hati terkait anggaran kegiatan. Dengan adanya posko partisipatif desa, maka masyarakat dapat membantu secara partisipatif pula. Misalnya, masyarakat dengan konsep gotong royong dan kebersamaan menyediakan konsumsi harian. Sedangkan perangkat desa bisa membantu dari ketersediaan alat administratif. 

Apabila ada kegiatan yang membutuhkan peserta yang cukup banyak. Perangkat desa akan langsung berkomunikasi dengan tokoh lokal. Di lain sisi, akamsi mampu bekerja sama dengan pemuda desa dan remaja mesjid atau larang taruna untuk suksesi acara.

Pada akhirnya, posko partisipatif desa termasuk dalam kajian efektifitas dan efisiensi pengawasan. Bimbingan teknis yang hanya dilakukan dalam beberapa kali kegiatan akibat aturan pelaksanaan dan pendaaan akan teratas. Apabila posko partisipatif desa berjalan dengan baik. 

Selanjutnya, keseharian pengawas dan pemantau beserta pemuda kampung akan meningkatkan kapasitas bersama. Karena, kuantitas (keseringan diskusi) akan menciptakan kualitas (pemahaman). Akamsi adalah harapan keadilan pemilu Indonesia. Berbanggalah menjadi akamsi yang partisipatif.


Artikel Terkait