Biasanya sering kita mendengar dan melihat bahwa anak pertama yang dituntut harus kuat, harus mandiri, harus sukses, dan harus segalanya. Namun, tak jarang justru anak bungsu yang mengalami hal tersebut. Anak bungsu adalah anak terakhir dalam keluarga. 

Anak terakhir yang selalu dianggap manja dan mendapat segalanya dalam keluarga. Tapi ada lho anak bungsu yang justru mendapat tuntutan dari orang tua, seperti “kamu harus lebih dari kakakmu ya”.  Pasti ada beberapa dari kalian yang mengalami hal ini.

Siapa nih diantara kalian yang merasa mengalami hal tersebut? Sebenarnya menjadi anak pertama, anak tengah, maupun anak bungsu sama saja, sama-sama harus berjuang untuk membanggakan orangtua. Namun, ada beberapa hal yang membuat proses menuju sukses ini terasa berat, salah satunya tekanan dari orangtua sendiri. 

Seperti diketahui mental tiap orang berbeda-beda. Apabila seorang anak kebetulan tidak memiliki mental yang kuat, bisa saja hal tersebut malah menjadi penghambat jalan hidup mereka.

Lalu apa saja sih yang membuat orangtua justru lebih menuntut anak bungsunya daripada anak pertamanya?

Pertama, mungkin karena kakak-kakaknya tidak ada yang memenuhi keinginan orangtuanya. Hal tersebut membuat orangtua mau tidak mau menuntut anak bungsunya untuk mengikuti kemauannya. Karena anak bungsu inilah harapan terakhir di keluarga mereka.

Kedua, orangtua yang selalu terpaku pada pencapaian orang lain tanpa memperdulikan keinginan dan kemampuan anaknya sendiri. Faktor lingkungan juga menjadi salah satu pengaruh yang dapat membuat orangtua menuntut anaknya. Salah satu contoh yang sering terjadi adalah orangtua yang membandingkan kesuksesan anaknya dengan anak tentangganya.

Ketiga, orangtua menginginkan anaknya menjadi penerusnya. Seperti apabila orangtuanya dokter anaknya juga harus dokter. Padahal belum tentu anaknya ingin jadi dokter. Hal tersebut menjadikan beban pada diri seorang anak dan bisa saja saat menjalaninya kurang ikhlas.

Itulah beberapa alasan yang membuat orangtua lebih menuntut anak bungsunya daripada anak pertamanya.

Apabila salah satu diantara kalian berada di posisi tersebut, jadikan hal ini menjadi motivasi bukan justru menjadikan beban berlebih dalam hidup kalian. Dengan menjadi orang yang kuat bukan berarti kita tidak boleh mengeluh.

Mengeluh dan lelah menjalani kehidupan adalah hal yang wajar. Berproses untuk menjadi sukses juga pasti mengalami kegagalan. Tetapi justru kegagalan tersebut harus menjadi titik balik kalian untuk bangkit lagi.

Lantas apa hal yang bisa dilakukan saat kita mengalami hal tersebut?

Mungkin saat kita jenuh dan stres menghadapi masalah dalam hidup, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah bercerita dengan orang yang dipercaya. Bagi sebagian orang, berbagi cerita dengan orang lain dapat mengurangi beban yang mereka rasakan. 

Hal kedua yang dapat dilakukan adalah liburan. Walaupun liburan ini justru membuat kita mengeluarkan uang, tetapi tak banyak dari mereka yang menganggap liburan dapat melupakan sejenak tentang beratnya hidup. 

Akan tetapi, masalah bukan untuk dihindari. Kita harus tetap menghadapi apapun masalah yang datang. Karena masalah juga merupakan salah satu bagian dari perjalanan hidup.

Kita sebagai anak juga berhak untuk menentukan jalan hidup kita sendiri. Bukan bermaksud untuk tidak berbakti atau bahkan durhaka terhadap orangtua, tetapi jadilah sukses dengan jalanmu sendiri. 

Yakinkan kepada orangtuamu bahwa sukses tak harus jadi dokter, tak harus jadi tantara maupun polisi. Semua orang bisa sukses dengan jalannya masing-masing. Masih banyak pekerjaan di luar sana yang bahkan lebih sukses.

Kejarlah apa yang kalian inginkan bukan yang orang tua kalian inginkan. Buktikan kepada orangtuamu dan seluruh orang di dunia ini bahwa kamu bisa. Karena pada dasarnya setiap orang yang lahir di dunia ini memiliki kesempatan yang sama. 

Namun, mungkin jalan yang di takdirkan Tuhan saja berbeda. Saat kalian merasa gagal, percayalah bahwa Tuhan sedang merencanakan sesuatu hal yang lebih indah daripada ekspektasi kalian.

"Setiap anak memiliki keistimewaanya masing-masing. Jangan putus asa, meski perjalanan terasa tak mudah."

Kata-kata tersebut baiknya kalian tanamkan pada diri kalian masing-masing. Di saat orang lain tidak percaya dengan kemampuanmu, tunjukkan bahwa kalian memiliki keistimewaan yang orang lain tidak punya. Seberat apapun rintangannya pasti kalian bisa melewatinya. Tumbuhlah menjadi anak yang sekuat baja tapi jangan melemahkan yang lainnya.

Ada satu hal lagi yang lebih penting yaitu tentang kesehatan mental seorang anak yang terus-menerus dituntut orangtuanya. 

Orangtua patutnya sadar dan mengerti tentang hal ini. Jangan hanya terlalu banyak menuntut tapi justru menyakiti anaknya. Anak membutuhkan dukungan dan dampingan ketika mereka berproses menuju sukses. Karena dukungan dari orangtua akan memberikan semangat tersendiri untuk anaknya.

Untuk kalian para anak bungsu yang sedang berjuang. Semangat terus apapun rintangannya pasti bisa kalian lalui.  Buktikan kepada seluruh orang dunia bahwa kamu bisa melebihi batasmu sendiri.