4 minggu lalu · 1497 view · 1 menit baca · Politik 26529_89733.jpg
detikNews

Amien Rais Jangan Jual Rakyat

Ini sekadar saran yang harus dan wajib Amien Rais indahkan.

Sepertinya bapak yang satu ini tidak bosan-bosannya bikin ulah. Yang ia lakukan kini adalah menjual “rakyat”. Ia mengatasnamakan rakyat (Indonesia) dalam gerakan yang ia usung, "Gerakan Kedaulatan Rakyat", padahal tujuannya hanya untuk meloloskan kepentingan kelompoknya semata.

Ini sama sekali tidak patut, saudara-saudara. Tindakannya ini sangat tercela. Ia jual identitas orang-orang yang tidak seturut dengannya demi menjadikan paslon 02 Prabowo-Sandi sebagai Presiden-Wakil Presiden Terpilih 2019-2024.

Meski disokong penuh oleh BPN Prabowo-Sandi, pengikut-pengikutnya, hingga kandidat usungannya sendiri, tetap saja tidak representatif. Ia tidak layak menamai gerakannya sebagai “Gerakan Kedaulatan Rakyat”. Ini perampasan hak! Klaimnya kebablasan!

Kita tahu, tujuan Amien bukanlah tujuan bersama. Tidak semua rakyat Indonesia ingin dan ikut memperjuangkannya. Justru sebagian besar darinya malah berkebalikan, yakni memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Kenapa Kedaulatan Rakyat?

Mungkin People Power-nya kurang laris. Mungkin pula dagangannya itu kurang bisa dipahami secara bahasa, sehingga merasa harus mengindonesiakannya segala. Maka jadilah "Gerakan Kedaulatan Rakyat", pengganti People Power.

Saya mengerti, Amien Rais ingin menjangkau semua kalangan. Dengan mengalihbahasakannya, tentu ada harapan Amien agar makin banyak orang turut berjuang bersamanya. Minimal memberinya dukungan walau itu dari belakang.


Sebenarnya tidak ada yang salah kalau Amien, atau siapa pun, mau menjual apa saja di negeri ini. Semua tidak masalah selama itu masuk kategori hak kepemilikannya, diri dan propertinya. Ia bebas menjualnya ke mana saja yang ia kehendaki, seperti berhaknya Vanessa Angel menjual apemnya seharga Rp80 juta per sekali pakai.

Sayangnya, yang Amien jual ini beda dengan yang Vanessa jual. Yang Amien jual sama sekali bukan barang yang masuk kategori hak kepemilikannya. Yang ia jual adalah barang di mana hanya rakyat sendirilah yang bisa mengeklaim kepemilikannya, bukan individu atau kelompoknya.

Amien memang rakyat. BPN dan para pengikutnya juga adalah rakyat. Kandidat usungannya pun, Prabowo-Sandi, adalah rakyat. Tetapi rakyat individu atau rakyat kelompok tidak sama dengan rakyat Indonesia. Beda skala.

Kalau Amien atau siapa pun tetap mau menjual “rakyat”, mencomotnya sebagai nama gerakan, tetapi tujuannya hanya untuk memenangkan satu pasang calon presiden-wakil presiden, tentu ia harus memperjelas dulu kata “rakyat” dalam frase “kedaulatan rakyat”-nya. 

Tidak bisa menggunakan hanya “rakyat” saja. Karena tidak semua rakyat (Indonesia) sehaluan dengan apa yang ia dan kelompoknya usung.

Kalau mau tepat, mestinya ia cantumkan “pemilih Prabowo-Sandi” atau “pencinta paslon 02” setelah kata “rakyat” dalam “Gerakan Kedaulatan Rakyat”-nya. Itu harus dan wajib ia indahkan. Tidak bisa tidak.

Artikel Terkait