Dalam konteks dukungan Amerika terhadap kelompok oposisi Suriah, Amerika melihat bahwa adanya kebutuhan dari internal Suriah, yaitu kelompok oposisi Free Syrian Army (FSA) dan Syrian National Council (SNC) atau sekarang disebut Syrian National Coalition for Opotition (SNCORF), dan Revolutionary Forces untuk mendapatkan negara sponsor untuk mendukung dengan mendanai kegiatan mereka dan tentunya melaksanakan intervensi langsung ke Suriah agar perlawanan terhadap rezim Assad akan lebih memperlihatkan pencapaian yang signifikan.

Di samping itu kesadaran Amerika akan pentingnya Suriah untuk setiap kebijakan Amerika yang sedang dan akan diterapkan di Timur Tengah yang kemudian berkorelasi dengan kapabilitas Amerika untuk memobilisasi kekuatan dan sumber daya yang mereka miliki untuk disalurkan ke medan pertempuran di Suriah. FSA dan SNC dipandang sebagai kelompok yang potensial bagi Amerika sebagai alat untuk menanamkan pengaruhnya di Suriah, sehingga nantinya Amerika akan mudah untuk mencapai kepentingan lainnya di Suriah yaitu ekonomi dan keamanan.

Salah satu strategi yang begitu dipertahankan Amerika adalah menjamin keberlangsungan negara sekutu Israel. Karena dengan keberadaan Israel yang merupakan negara yang berdiri melalui pendudukan yang begitu dipaksakan di tengah negara-negara bangsa Arab. Tentunya diharapkan akan menyita perhatian dan menguras tenaga negara-negara Arab dengan konflik yang dimunculkan melalui Israel ini, sehingga Amerika dapat selalu hadir dan dengan leluasa terlibat, serta melakukan kontrol terhadap kawasan. 

Langkah mendukung kelompok oposisi (FSA dan SNC) untuk mengganti rezim di Suriah dipandang Amerika sebagai cara terbaik untuk menanamkan pengaruhnya (kepentingan politik) di Suriah serta untuk dapat mencapai kepentingan lainnya yaitu ekonomi. Sehingga kemudian Amerika mulai menunjukan dukungannya terhadap oposisi berupa mempelopori pengembangan kebijakan internasional untuk mengkordinasikan dan mendukung rakyat Suriah. Seperti membentuk forum “Friends of Syria”, pemberiaan bantuan non-senjata bernilai juataan dolar Amerika. 

Selain itu, bantuan senjata dan amunisi juga disalurkan untuk FSA oleh Amerika dan sekutu Arab, serta anggota-anggota FSA juga mendapat pelatihan khusus di Yodania dari intelijen Israel dan Amerika.

Kehadiran Amerika di Suriah bukanlah suatu kebetulan belaka. Di mana Amerika bersimpati terhadap keadaan yang dialami masyarakat Suriah akan tetapi lebih dari pada itu banyak kepentingan yang sesungguhnya ingin dicapai Amerika dengan memanfaatkan momentum terjadinya revolusi di Timur Tengah yang juga mengguncang Suriah. 

Dari sekian banyak kepentingan yang bisa dicapai Amerika dengan bergolaknya Suriah, terdapat dua kepentingan yang sebenarnya menjadi prioritas Amerika di Suriah, yaitu kepentingan politik dan ekonomi.

Kepentingan politik adalah Kepentingan utama yang ingin dicapai oleh Amerika dengan mendukung FSA dan SNC untuk dapat menggulingkan rezim Assad. Di mana hal ini merupakan langkah atau seperangkat tindakan yang dilakukan Amerika untuk memperoleh pengaruh di Suriah. 

Mengapa kemudian yang didukung oleh Amerika adalah SNC dan FSA, Hal ini cukup beralasan karena dari pandangan Amerika bahwa keduanya dianggap sebagai kelompok yang berpotensi besar untuk mempengaruhi kondisi perpolitikan Suriah dikarenakan mereka merupakan bagian internal dari negara Suriah.

Karena telah memiliki kelembagaan yang lebih terorganisir jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain. Serta dua kelompok inipun membuka peluang untuk keterlibatan asing di Suriah karena sebagian besar anggota SNC pun berdomisili di luar Suriah. Sehingga dilihat dari sudut pandang internasional, keduanya tidak dapat dinilai sebagai kelompok ekstremis ataupun digolongkan sebagai teroris yang nantinya malah dapat membahayakan kepentingan dan agenda Amerika dan Eropa di Suriah.

Sehingga kemungkinan peluang untuk mendapat dukungan dari berbagai negara Eropa akan terbuka luas bagi Amerika, untuk mensponsori setiap kegiatan kedua organisasi tersebut (FSA dan SNC) serta dukungan terhadap kebijakan Amerika atas konflik di Suriah.

Dalam konteks dukungan Amerika terhadap kelompok oposisi Suriah, Amerika melihat bahwa adanya kebutuhan dari internal Suriah yaitu kelompok oposisi (FSA dan SNC) untuk mendapatkan negara sponsor untuk mendukung, Mendanai kegiatan mereka dan tentunya melaksanakan intervensi langsung ke Suriah agar perlawannan terhadap rezim Assad akan lebih memperlihatkan capaian yang signifikan.

Di samping itu, kesadaran Amerika akan pentingnya Suriah untuk setiap kebijakan Amerika yang sedang dan akan di terapkan di Timur Tengah yang kemudian berkorelasi dengan kapabilitas Amerika untuk memobilisasi kekuatan dan sumber daya yang mereka miliki untuk di salurkan ke medan pertempuran di Suriah.

FSA dan SNC dipandang sebagai kelompok yang potensial bagi Amerika sebagai alat untuk menanamkan pengaruhnya di Suriah. sehingga nantinya Amerika akan mudah untuk mecapai kepentingan lainnya di Suriah yaitu ekonomi dan keamanan. Sejalan dengan yang dinyatakan Holsti bahwa pengaruh merupakan sesuatu yang instrumental untuk mempertahankan atau menjangkau kepentingan atau tujuan tertentu yang relatif tetap.

Kepentingann Amerika dalam dukungannya terhadap kelompok oposisi di Suriah adalah ingin menguasai minyak bumi di kawasan timur tengah. Seperti yang kita tahu bahwa Amerika negara kapitalis yang berhasil dalam menguasai dunia. Dimana negara maju seperti Amerika ini memilik tingkat kebutuhan minyak bumi untuk menjalankan perekonomiannya. Salah satunya dengan cara inilah Amerika dapat dengan mudah menjalankan kepentingannya.