Di sela-sela riuh rendahnya perhatian sebagian masyarakat kita terhadap persebaran wabah virus covid-19, saat ini tampak di antara mereka yang telah terjangkiti oleh demam virus baru, yakni film The Word of Married

Tak dapat dimungkiri, alur cerita yang disuguhkan pada film ini memang begitu menarik dan seakan memiliki daya magis tersendiri hingga mampu menghipnotis siapa saja untuk mengikuti rangkaian ceritanya sedari awal hingga akhir.

Beberapa penulis bahkan telah mencatatkan sinopsis dan komentar tentang film The World of Married ini pada kolom tersendiri. Wabilkhusus, saya sendiri pun memiliki catatan mengenai alasan kenapa mereka menonton film ini. Dan berdasarkan kesimpulan saya, inilah beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang tertarik untuk menyaksikan The World of Married ini.

Pencinta drakor sejati

Untuk alasan pertama ini jelas tidak dapat dimungkiri bahwa para pencinta drama Korea (drakor) sejati merupakan garda terdepan yang selalu update tentang perkembangan film-film drakor. Dapat dikatakan mereka ini merupakan trendsetter sekaligus rujukan bagi para penikmat film lainnya yang akan merekomendasikan film-film Korea apa saja yang layak untuk ditonton.

Di tengah derasnya keseragaman film lokal yang cenderung memiliki jalan cerita yang lempeng saja, film The World of Married serasa hadir bersama dengan film-film drakor lainnya untuk mendobrak pakem standard alur cerita yang sudah terlalu mainstream sehingga terkesan menjenuhkan. Dan pada akhirnya, film ini pun dianggap sebagai obat mujarab bagi sebagian penikmat film yang mulai kehilangan gairah untuk sekadar menyalakan televisi sebab suguhan cerita film domestik yang dinilai stagnan.

Tayangan film-film drakor yang mampu menyuguhkan sajian cerita apik cum artis-artis imut berkarakter kuat yang membintanginya menjadi alasan realistis mengapa fans film drakor ini makin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Bahkan para fans film ini pun tidak segan-segan mendeklarasikan diri mereka sebagai pencinta drakor sejati.

Ikut-ikutan trend

Para penonton film tak ubahnya pengguna produk tertentu. Mereka yang memiliki kesan baik setelah menggunakan sebuah produk—baik itu barang maupun jasa—akan cenderung menceritakan pengalaman berharga mereka kepada pihak lain agar memiliki testimoni yang serupa. 

Perihal ini juga dialami oleh para pencinta drakor yang terlebih dahulu menyaksikan puluhan judul film, mereka akan memberikan sinopsis dan komentar tentang film-film yang telah mereka tonton. Sinopsis beserta komentar inilah panduan berharga bagi pihak yang berposisi sebagai pengikut alias pengekor perkembangan trend film drakor.

Setelah mendapat sinopsis dan rekomendasi dari pencinta drakor sejati, para pengekor trend film drakor akan dibuat makin penasaran untuk menyaksikan film-film Korea yang sebelumnya telah diulas. Dan untuk meredam rasa penasaran yang makin membuncah itu, mereka pun akan mencoba ‘mencicipi’ film-film apa saja yang telah direkomendasikan oleh para pecinta drakor sejati.

Finally, film-film hasil rekomendasi ini pun akan menuai tanggapan yang beragam dari para pengekor trend setelah mereka menyaksikan film-film itu. Di antara pengekor trend film, ada yang auto baper setelah mencicipi beberapa menit tayangan, ada yang tanggapannya biasa-biasa saja, dan bahkan ada pula yang berbalik menghujat. 

Ya, apa pun tanggapan mereka, tentu saja itu bebas. Karena masing-masing orang boleh berbeda selera atas tayangan film.

Namun catatan khusus untuk para penghujat film drakor maupun film lainnya. Pastikan argumentasi dan mental mereka cukup kuat sebelum nanti mendapatkan counter attack yang bertubi-tubi dari para pecinta drakor dan fans film sejati. Jangan sampai saat mereka mendapat serangan balik nanti, pada akhirnya mereka berdalih sedang bercanda atau lari bersembunyi dari hujan bully-an para fans. Sungguh sikap yang tidak sportif.

Ingin belajar berumah tangga melalui film

Untuk alasan ketiga ini biasa dialami oleh mereka yang telah berkeluarga atau mereka yang penasaran tentang seluk-beluk dunia perkawinan. 

Bagi mereka yang berumah tangga, dengan menyimak kisah film The World of Married ini seakan memperoleh pelajaran berharga tentang sikap yang dapat ditempuh oleh seseorang manakala menghadapi orang ketiga yang berpotensi merusak hubungan perkawinan, sekaligus merenungkan solusi jitu untuk menemukan tali jiwo pada pasangan supaya tidak berpindah ke lain hati.

Para penonton film The World of Married ini tentu tidak ingin kisah tragis yang telah mereka saksikan justru berbuah kenyataan pada keluarga mereka sendiri. Untuk alasan itulah mereka perlu belajar tentang apa saja yang berpeluang memunculkan gangguan-gangguan dalam kehidupan rumah tangga, seperti yang digambarkan dalam film ini. 

Sehingga mereka pun dapat merumuskan dugaan, apakah ancaman itu muncul sebab kurangnya perhatian seseorang terhadap keluarga lantaran terlalu sibuk dalam meniti karir? Apakah gangguan itu hadir karena masing-masing terlalu asyik masyuk dalam zona nyaman pernikahan sehingga lupa untuk mewaspadai hadirnya orang ketiga? Dan seterusnya.

Bagi mereka yang belum menikah, film The World of Married juga dapat menjadi rujukan untuk mengetahui cara mempertahankan keluarga mereka kelak dengan mengantisipasi setiap ancaman kehadiran orang ketiga yang berpotensi mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga. 

Meski pada film ini nyatanya pemeran utama dikisahkan gagal untuk mempertahankan keluarga mereka, namun para penonton setidaknya mendapat pelajaran berharga tentang pentingnya sikap waspada, antisipasi, dan penanganan manakala hal itu terjadi pada seseorang, sehingga mereka dapat menghindari pemilihan jalan keluar yang fatal seperti suicide yang justru menimbulkan derita berkepanjangan, baik di dunia maupun di akhirat.

Mencari inspirasi script

Pihak yang terakhir ini diisi oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia penulisan naskah (script) cerita. Bisa jadi mereka itu adalah pembuat cerpen, penulis novel, sutradara film, atau penulis. 

Dengan mempelajari kisah dalam Film The World of Married ini, setidaknya mereka akan mendapat inspirasi berharga yang melimpah sebagai bekal untuk menyusun cerita yang laris manis, meski alurnya tidaklah harus sama persis.

Secara umum, saya pun menyimpulkan, rahasia mendasar dari kesuksesan film The World of Married ini adalah lantaran mampu menyuguhkan tema permasalahan familiar yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yakni konflik keluarga. 

Selain itu, pembawaan alur cerita pada film ini yang twist telah membuat para penontonnya mengalami kesulitan dalam menerka jalan cerita sehingga mereka pun akan terpaksa mengalah demi mengobati rasa penasaran mereka dengan menyusuri aliran cerita hingga tuntas.

Sejauh yang saya tahu, para penulis cerita yang mampu menyuguhkan alur cerita menarik dan unpredictable memang cenderung banyak yang sukses mendulang apresiasi dari penggemarnya. Sebagai pembanding dari film World of Married ini, kita dapat mengambil contoh dari kesuksesan salah satu film di tanah air, Si Doel Anak Sekolahan yang juga menyuguhkan kisah seputar permasalahan keluarga.

Seperti halnya film The World of Married, jalan cerita dari film Si Doel Anak Sekolahan ini saya anggap juga bergelombang dan berkembang. Mulai dari kisah perjuangan seorang anak kampung yang bercita-cita ingin menjadi sarjana, tugas berat yang masih harus ia hadapi saat mencari pekerjaan usai lulus kuliah, dilema memilih di antara dua wanita yang sama-sama baiknya (menurut pandangan Si Doel), serta benturan dengan anggota keluarga lainnya. 

Dan untunglah, konflik yang cukup pelik dalam kisah Si Doel ini mendapatkan relaksasi dengan hadirnya para tokoh jenaka yang mewarnai jalan cerita, sehingga penonton pun tidak terlalu jenuh dengan kesan konflik tak berkesudahan yang dihadapi oleh sang pemeran utama. Film ini nyatanya meraup kesuksesan dengan 162 episode selama 7 musim tayang di layar kaca.

Dan seakan tak ingin kalah bersaing dengan kesuksesan film The World of Married yang trending saat ini, kisah sukses film Si Doel Anak Sekolahan ini menjadi secuil representasi bagi kita, bahwa industri perfilman tanah air kita pun sebenarnya memiliki treasure film-film pilih tanding, yang sama-sama mengangkat tema tentang permasalahan keluarga. 

Penasaran apa saja daftarnya? Please welcome, Janjiku, Tersanjung, Keluarga Cemara, Catatan Hati Seorang Isteri.

Sekadar catatan dari saya, film-film tersebut sebenarnya memiliki kisah yang sangat menarik. Namun amat disayangkan, film-film tersebut menjadi hilang kewibawaan akibat ambisi para produser dan sutradara yang tak akan pernah menghentikan penayangannya selama masih laku di pasaran. Bagi mereka, film merupakan sebuah komoditas, dan dengan bekal itu mereka berharap akan mendatangkan pundi-pundi keuntungan.

Dan manakala rating film tersebut mengalami kemerosotan tajam akibat kejenuhan para penontonnya, barulah film tersebut benar-benar akan diakhiri penayangannya dengan kondisi yang sudah menjadi ampas busuk.

Mungkin para produser dan sutradara film belum sepenuhnya menyadari, bahwa salah satu kenikmatan dalam hidup ini adalah karena adanya keterbatasan, karena sesuatu yang jumlahnya sedikit. Sebagai contohnya adalah saya sendiri. 

Saya biasa makan apa saja, yang terkadang makanan itu rasanya tidak enak, dalam jumlah yang sedikit. Dan ajaibnya, makanan yang saya anggap tidak enak itu setidaknya bisa masuk dalam mulut saya tanpa kengerian sama sekali dalam lidah saya. Saya selalu mudah menjinakkan batin saya, tidak apa-apa tidak enak, toh jumlahnya sedikit.

Dalam persepsi saya, perihal yang tidak enak saja bisa berasa netral atau bahkan berubah menjadi enak karena jumlahnya yang sedikit, apalagi sesuatu itu dari sananya memang terasa nikmat. Betapa berlipatnya kenikmatan yang akan saya peroleh manakala mencicipinya. Surga dunialah pokoknya.

Kembali ke bahasan dunia perfilman, perihal yang sedikit inilah yang mungkin saja disadari betul oleh para pelaku industri perfilman drakor untuk selalu menyuguhkan film-film yang episodenya sedikit namun dengan kualitas yang terjaga. Daripada mereka harus memproduksi film dalam jumlah episode yang banyak, namun ternyata isinya ampas.

Demikian kesimpulan saya tentang alasan seseorang tertarik untuk menonton film The World of Married. Kira-kira Anda termasuk yang mana?