Tidak sedikit orang yang tahu bahwa mencuri (mengambil barang yang bukan miliknya) itu tindakan kriminal, berdosa dan dilarang agama. Namun mengapa mencuri masih menjadi aktivitas favorit beberapa orang di Indonesia, sebut saja Koruptor. Apakah koruptor itu tidak beragama sehingga dia ada niat untuk mencuri? ataukah mereka golongan orang orang yang tidak takut dosa? hmmm. perlu dicek satu per satu ke masing-masing pelakunya.

Okey, berikut ini penjelasan mengapa mencuri itu bisa berdampak negatif ke pribadi dan masyarakat. Namun dari sudut pandang Agama, sudah banyak pembahasan mengenai larangan mencuri mulai dari pendidikan di sekolah, khotbah di masjid, ceramah, buku dsb.

Apalagi di Internet, mudah sekali mendapatkan cara informasi mengenai mengapa Agama melarang kita untuk mencuri. Logikanya, jika manusia percaya dan menerapkan agama dengan baik, tindakan pencurian akan sulit ditemukan. Namun kenyataannya tidak demikian, pelaku korupsi di Indonesia, semua orang2 beragama.

Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman dan penelitian pribadi selama berada di negeri sakura yang damai. Ada banyak fenomena unik yang membedakan antara orang-orang di Jepang dan di Indonesia. Orang Jepang rata-rata bersifat jujur dan tidak mau mengambil yang bukan miliknya.

Misal menemukan Hp di jalan, mereka akan mengembalikan ke kantor polisi atau menaruh di sekitar lokasi jatuhnya Hp tersebut supaya pemilik mudah menemukan. Saya sendiri pernah mengalami kehilangan benda berharga tiga kali dan semuanya kembali dalam keadaan utuh. Berbeda sekali jika hal ini terjadi di Indonesia, kecil kemungkinan barang tersebut kembali jika terjatuh di jalan.

Kemudian, saya bertanya ke beberapa teman orang Jepang, "eh, kalau ada barang di tengah jalan, kenapa gak kamu bawa pulang saja itu barang?". Mereka menjawab "tidak boleh mengambil barang yang bukan milik saya. Ini ajaran sejak dulu. Kalau dulu, katanya setiap gerak gerik kita dilihat oleh Tuhan". Dengar penjelasan itu, saya agak terkejut. Lalu, saya berfikir dan bisa melihat secara jelas bagaimana mencuri bisa berdampak buruk bagi pribadi dan masyarakat. Demikian juga asal muasalnya, mengapa seseorang mencuri.

Mencuri, sebab dan akibatnya.

Ada beberapa sebab mengapa seseorang melakukan tindakan pencurian. Paling tidak tiga sebab ini:

1. Kebutuhan hidup. Ini terjadi pada orang yang merasa tidak punya cara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup dia atau keluarganya sehingga ia mencuri. Namun, lantas bukan berarti setiap orang yang kepepet boleh mencuri. Ada banyak cara untuk mencegahnya, misal melalui kepedulian sosial.

2. Nafsu memiliki lebih banyak. Ini kerap terjadi pada koruptor. Jika di pemerintahan, bisa jadi karena modal mendapatkan kursi cukup besar sehingga mendorong dia untuk balikin modal melalui korupsi. Tapi ada juga yang mencuri untuk meperbanyak harta benda meskipun berkecukupan.

3. Kejiwaan (kebiasaan). Contohnya pada anak klepto, jadi si anak memiliki kemauan untuk mengambil barang-barang orang lain tanpa peduli kalau itu adalah perbuatan terlarang.

Lalu setelah itu apa akibatnya jika seseorang mencuri? selain merugikan orang lain, apa kira2 akibat yang timbul? saya kategorikan menjadi dua yaitu:

a. Bagi pribadi

1. Mematikan kreativitas.
Jika seseorang mencuri dan tidak ketahuan, maka ada peluang untuk mengulangi lagi. Disini dia tidak akan berusaha mencari jalan lain karena merasa nyaman dengan hasil curian itu yang mudah ia dapat.

2. Memunculkan kebiasaan boros.
Karena merasa punya uang banyak, dan mudah didapat, maka si pencuri gak akan berpikir panjang untuk menghabur-hamburkan uangnya. Karena sudah wajarnya, setiap apa yang didapatkan dari usaha yang keras, maka syukur dan rasa memiliki atas hasil itu akan ada. Sebaliknya, jika tanpa usaha yang kuat, sulit untuk memiliki rasa memiliki.

b. Bagi masyarakat
1. Sistem masyarakat tidak membaik.
Apa-apa jadi mahal bisa juga akibat dari tidakan pencurian. Misal, dana pembangunan infrastruktur yang dicuri, akan membuat proyek jadi macet bahkan gagal. Akibatanya perpindahan barang dan jasa tidak bisa cepat sedangkan pertumbuhan penduduk selalu naik.

2. Naiknya daya beli masyarakat tanpa diiringi kenaikan jumlah barang.
Misal uang curian seorang koruptor yang tidak tertangkap, tentu uang ini akan berpindah ke dia, keluarga, teman atau saudaranya. Artinya, beberapa orang penikmat uang itu memiliki uang lebih banyak tanpa usaha apa2. Uang yang banyak akan meningkatkan keinginan untuk membeli. Misal untuk membeli tanah, rumah, yang jumlahnya terbatas. Sehingga, sebagian besar rumah dan tanah dimiliki oleh beberapa orang saja. Dan sisanya yang terbatas, harus direbutkan oleh orang banyak sehingga harga tanah dan rumah jadi naik.

3. Menggerogoti pondasi masyarakat/negara.
Jika di suatu masyarakat/negara sepakat untuk menjadi satu kesatuan. maka keadilan untuk semua orang adalah hal yang utama. Seperti kesejahteraan yang merata, bagi siapapun tidak pandang usia, SARA. Namun jika salah satu atau beberapa orang di masyarakat itu melakukan pencurian, maka sama halnya dia sedang memunculkan poin b.1 dan b.2 yang mana akan berdampak pada sulitnya pencapaian tujuan dari didirikannya suatu masyarakat atau bangsa itu sendiri.

Jadi, apapun keadaanya, jangan pernah mencuri. Itu bisa merusak diri anda dan masyarakat, negara, sebagai identitas anda. Supaya tidak sampai mencuri, maka belajarlah, bersyukurlah, berkreasilah dan bangunlah integritas di diri anda!!.