Pada awal tahun 2020, saya dan kelima teman memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Penang, Malaysia ke Kota Bangkok menggunakan jalur darat. Kami naik travel dari Penang, Malaysia ke Kota Hatyai, Thailand. Kemudian melanjutkan perjalanan dari Hatyai ke Bangkok menggunakan kereta api selama hampir 14 jam.

Kami memutuskan untuk menginap di hostel yang letaknya tidak jauh dari kawasan Khaosan Road. Kalau boleh dibilang Khaosan Road ini ibarat Jalan Malioboronya Bangkok. Tentu saja dengan perbedaan arsitektur dan budaya, tetapi kedua jalan ini sama-sama dicintai wisatawan.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di Khaosan Road. Kalian bisa membeli jajanan kaki lima, mencicipi sate kalajengking, menikmati Thai massage, menonton pertunjukan live music, minum bir, dan bahkan menyaksikan ladyboy berjoget-joget di depan bar.

Orang-orang dari berbagai penjuru dunia tumpah ruah di jalan ini. Mereka berjalan beriringan menikmati suasana malam Kota Bangkok. Pemandangan itu membuat saya menyadari bahwa mereka begitu menikmati berwisata Ibu Kota Negeri Siam. Memang benarlah Thailand sebagai negara dengan jumlah wisatawan asing terbanyak di Asia Tenggara.

Setelah berada di Bangkok selama kurang lebih sepuluh hari saya mulai mengamati kenapa Kota ini banyak disukai para wisatawan. Berikut ini beberapa alasan yang terpikirkan oleh saya ketika mengunjungi Bangkok:

Makanan lokal yang beragam

Tom yum, pad thai, mango sticky rice, dan thai tea adalah beberapa makanan khas Thailand yang populer di kalangan wisatawan. Di Bangkok kalian bisa menemukan berbagai masakan khas Thailand di sepanjang kaki lima sampai restoran dengan Bintang Michelin. Harga makanan kaki lima biasanya berkisar antara 50-100 baht per porsi. Harga makanan di restoran tentu lebih mahal, berkisar antara 200-300 baht per porsi.

Buat kalian yang ingin berhemat, makanan di mini market Seven Eleven bisa jadi solusinya. Harga makanan instan disana berkisar antara 30-50 baht saja. Selain menghemat biaya, di Seven Eleven juga menyediakan banyak makanan dengan berlogo halal yang memudahkan umat muslim memilih makanan.

Penginapan dengan harga terjangkau

Keberadaan hostel di Bangkok begitu menjamur. Hostel dengan konsep sharing room biasanya menjadi pilihan para backpacker yang memang ingin menghemat budget. Saya dan teman-teman memutuskan untuk menginap di sebuah hostel dan menyewa satu ruangan. Kami membayar sekitar  350 ribu per malam.

Kami memesan penginapan menggunakan aplikasi online travel agent Airbnb. Sebelum memesan kamar, kami memastikan untuk  untuk membaca ulasan dari para tamu.

Tersedia berbagai transportasi umum

Selama berada di Bangkok, kami selalu menggunakan transportasi umum yang biasa digunakan masyarakat, yaitu bus kota. Nomor bus, rute perjalanan, dan waktu kedatangan bus bisa dilihat melalui google maps. Selain bus kota, terdapat perahu/speed boat yang melintasi sungai Chao Phraya, sungai terbesar di Thailand.

Jika ingin perjalanan cepat dan nyaman, wisatawan dapat menggunakan BTS Skytrain. Kalau ingin yang praktis, Thailand juga memiliki aplikasi taksi online untuk mobil dan motor, bahkan tersedia layanan Tuktuk, kendaraan khas Thailand.

Masyarakat lokal yang ramah

Salah satu kegiatan sederhana yang saya lakukan di Thailand adalah menmbalas sapaan pegawai hostel di pagi hari, lalu dia akan menawarkan menu sarapan pagi itu. Orang Thailand terbiasa tersenyum saat menyapa orang lain. Sebuah kebiasaan yang memberi kesan ramah kepada wisatawan.

Saya merasa masyarakat lokal Thailand telah sadar akan konsep hospitality atau keramah tamahan. Mereka menempatkan diri mereka sebagai host yang ingin memberikan kesan ramah kepada wisatawan sebagai guest, tetapi dengan cara yang tulus.

Terdapat berbagai daya tarik wisata

Bangkok sebagai ibu kota negara tidak hanya menampilkan sisi modernitasnya saja tetapi tetap mempertahankan budaya mereka. Kuil atau yang sering di sebut Wat di Thailand merupakan bangunan suci umat Budha yang digunakan untuk beribadah. Namun, keindahan berbagai Wat yang ada di Bangkok juga dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata.

Wat Pho dan Wat Arun, kedua Wat tersebut begitu populer di kalangan wisatawan. Tapi Wat favorit saya yang ada di Bangkok adalah Wat Saket atau yang dikenal dengan Golden Mountain. Wat tersebut memiliki lonceng besar di atas bangunannya dan menawarkan pemandangan matahari terbenam yang indah.

Kemudian sisi modern Bangkok dapat dinikmati dengan mengunjungi mall-mall megah yang ada di sana. Salah satunya adalah Asiatique yang merupakan mall berkonsep outdoor. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sana mulai dari, berbelanja, menikmati kuliner, menonton muay thai, menonton cabaret show, dan naik bianglala Chang.

Alasan-alasan yang telah saya sebutkan berasal dari opini pribadi saya dan teman-teman setelah melakukan perjalanan ke Negeri Gajah Putih. Tentu setiap wisatawan memiliki pengalaman yang berbeda-beda ketika mengunjungi suatu destinasi wisata. Namun, itulah alasan-alasan yang dapat saya simpulkan dari kacamata seorang wisatawan.