Insecure merupakan kata yang akrab didengar pada zaman milenial ini, kata tersebut merupakan ungkapan ketika seseorang merasa cemas, takut ataupun tidak percaya diri. Sering kita jumpai kata insecure ini diucapkan secara terang-terangan atau tersirat dalam tindakan orang yang mengalaminya.

Perasaan insecure sebenarnya sangat merugikan karena akan menghambat perkembangan dan kemajuan, misalnya saja jika insecure terkait kepandaian maka mereka akan selamanya menganggap dirinya bodoh dan tidak mampu melakukan sesuatu secara maksimal, dan bila insecure terkait penampilan fisik maka mereka akan membatasi pergaulan sosial dengan dalih takut dihina, alhasil relasi yang dipunya pun sedikit. Oleh sebab itu banyak psikolog yang mencari cara untuk menghilangkan perasaan tersebut.

Mengubah pola pikir dan keluar dari zona nyaman adalah cara mengurangi perasaan insecure, keduanya memang tidak terlihat mudah, tetapi  jika keduanya berhasil dilakukan akan tumbuh rasa percaya diri dengan sendirinya. 

Mungkin banyak yang menggunakan motivator atau kata-kata motivasi sebagai pengubah pola pikir mereka  tetapi tidak banyak dari mereka yang beralih kepada Al-Qur’an. Padahal di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang berisi penyemangat ketika sedang merasa cemas.

Sebelum masuk ke pembahasan ayat Al-Qur’an kita bahas terlebih dahulu apa itu insecure. Insecure merupakan kondisi di mana seseorang merasa kurang percaya diri dan cemas dengan apa yang dirasa kurang dari dirinya. Jadi insecure itu sendiri merupakan perwujudan dari rasa kurang bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.

Salah satu bentuk insecure yang sekarang banyak dialami oleh masyarakat adalah terkait penampilan fisik, yaitu ketika seseorang merasa penampilannya kurang menarik yang membuat mereka tidak percaya diri, ditambah dengan pandangan dan hinaan orang lain. 

Padahal dalam Islam tidak diperbolehkan mengolok-olok orang lain, untuk itu terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang memotivasi mereka yang merasa minder dengan fisiknya.

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. (At-Tiin:4)

Begitu mulianya Allah yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang indah dan baik, lantas apa yang membuat manusia masih merasa kurang. Sepatutnya kita bersyukur dengan segala penciptaan Allah dalam diri kita.

Wahai orang-orang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolo-olok), dan jangan pula perempuan -perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al-Hujurat:11)

Ayat diatas sepatutnya menjadi acuan umat muslim untuk menjaga lisannya, karena lisan yang tidak dijaga dapat menyakiti pendengarnya. Sebab ketika manusia telah sakit hati maka sakit hati tersebut dapat berkembang menjadi kebencian dan memunculkan rasa rendah diri. Selain itu banyak dari tindakan kejahatan didunia dipicu dari rasa sakit hati. 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(Al-Hujurat:13)

Bagaimana bisa manusia membeda-bedakan manusia berdasarkan kepintaran atau penampilan fisiknya ketika Allah Sang Maha Pencipta saja tidak begitu. Allah membedakan hambanya sesuai ketaqwaannya, jadi jangan khawatir dengan pandangan orang lain cukup menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah karena letak kebahagiaan dan ketenangan sejatinya berasa dari Allah.

Dan janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman.(Ali Imran: 139)

Sesungguhnya   orang-orang   yang   mengatakan:   "Tuhan   kami   ialah   Allah" kemudian  mereka  meneguhkan  pendirian  mereka,  maka  malaikat  akan turun kepada  mereka  (dengan  mengatakan):  "Janganlah  kamu  merasa  takut  dan janganlah  kamu  merasa  sedih;  dan  bergembiralah  kamu  dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Fusshilat: 30)

Kedua ayat tersebut berbicara mengenai bagaimana orang-orang yang beriman tidak perlu merasa takut dan cemas, karena dalam konsep kedua ayat tersebut orang yang beriman pasti selalu mengerjakan apa yang telah menjadi kewajibannya dan hatinya selalu tenang dari berbagai hiruk pikuk kehidupan dunia.

Ketika mereka selalu menjalankan perintah Allah maka Allah pun akan membalas dari perbuatan baik mereka dan tentu Allah akan menepati janji-Nya berupa surga. Jadi ketika kita merasa insecure atau tidak percaya diri ingatlah bahwa apa yang telah diusahakan dengan penuh keyakinan pasti akan membuahkan hasil yang baik, jadi bagaimana hasil yang baik dapat tercapai jika dalam proses mengerjakannya saja tidak percaya diri.

Dari banyaknya ayat di atas memuat motivasi bagi orang-orang yang merasa insecure untuk lebih percaya diri. Karena kita sebagai makhluk yang diciptakan dengan banyak kelebihan dan sudah sepatutnya kita merasa bersyukur dan bangga dengan segala kelebihan dalam diri kita.