Kajian al-Qur’an selalu menjadi hal menarik perhatian. Al-Qur’an itu bagaikan Al-Qur’an bisa menjadi petunjuk setiap orang yang berada dalam kesesatan,

menjadi obat bagi yang sakit. Anehnya, semakin al-Qur’an sering dibaca bukannya kita merasa

bosan,tetapi semakin kita merasakan kerinduan yang mendalam kepada al-Qur’an.

Orang mukmin akan meyakini bahwa semua tamsil itu adalah benar berasal dari Allah SWT untuk menunjukkan superioritas dan kekauasaan Allah SWT.

Berbeda halnya dengan Orang fasik cenderung akan mempertanyakan keberadaan tamsil itu.

Mereka akan bertanya – tanya tentang tujuan Allah menciptakan tamsil itu, bahkan boleh jadi mereka menentang tamsil itu

disebabkan karena akal mereka tidak mampu menjangkau maksud dan tujuan yang dikehendaki Allah.

Sebagai contoh sederhana adalah penciptaan Allah terhadapa nyamuk atau bahkan makhluk yang lebih rendahsemisal kutu, tengu,

amuba dan semisalnya. Orang fasik akan mempertanyakan mengapa Allah menciptakan makhluk yang rendah seperti itu? Apakah Allah kurang kerjaan?

Pertanyaan ini muncul karena ketidakmampuan mereka dalam memahami tamsil Allah yang tertuang dalam kitab suci al-Qur’an.

Memang sepintas ketika kita memperhatikan nyamuk adalah makhluk yang rendah.

Hidupnya ditempat-tempat yang kotor, penuh dengan sampah dan makanannya adalah darah.

Seolah-olah makhluk ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Inilah yang mungkin menjadi penyebab

banyak diantara orang fasik yang tidak mampu untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari penciptaan ini.

Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana Allah menciptakan makhluk yang begitu kecil dengan struktur tubuhnya yang rapi dan teratur.

Kita manusia yang terhebat dan tercerdas pun tidak akan mampu menciptakan yang serupa dengannya.

Bagi orang mukmin mereka akan meyakini bahwa semua itu berasal dari Allah SWT. Memang sekilas

ketika diperhatikan remeh, tetapi bila diteliti dan dikaji secara mendalam betapa dahsyatnya ciptaan Allah ini.

Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana Allah menciptakan makhluk yang begitu kecil dengan struktur tubuhnya yang rapi dan teratur.

Di antara tamsil yang dihadirkan Al-Qur’an adalah mengilustrasikan fenomena alam, karakter manusia, tingkah laku,status, amalan, siksa,

pahala dan idiologi umat manusia selama hidup di dunianya. Oleh karena itu, Al-Qur’an membuat segala macam perumpamaan dari berbagai visi. 

Semua ini adalah untuk kepentingan umat manusia, agar mereka menyadari kalau kebenaran

yang hakiki hanyalah datang dari sisi-Nya, sebagaimana disebutkan dalam surat az-Zumar :

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“ Sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.” ( QS.az-Zumar: 27 )

Pelajaran yang bisa dipetik dari tamsil Al-Qur’an amatlah banyak, terutama yang berkaitan dengan keimanan.

Apa yang diangkat oleh Al-Qur’an sebagai tamsil memang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Adapun untuk mengetahui dari dibuatnya tamsilan tersebut dibutuhkan ilmu pengetahuan tersendiri.

Karena itu, orang-orang kafir dan orang-orang fasiq tidak bisa memahami maksud dari tamsil Al-Qur’an.

 Tak pernah ada satu pun kitab di dunia ini yang mampu membuat tamsil yang kesempurnaannya sebanding,

apalagi melebihi Al-Qur’an. Tamsil yang dibuat Al-Qur’an mampu menembus batas waktu dan tabir alam, bersifat rasional dan ilmiah.

Ia mengemukannya dengan bahasa yang sederhana tetapi mengandung interprestasi yang cukup dalam.

 Oleh karena sangat pentingnya tamsil sebagai media untuk menjelaskan kepada umat manusia tentang

berbagai persoalan baik mengenai keimanan, syari’at, akidah, sosiologi, keluarga, sejarah dan sebagainya.

 maka Al-Qur’an membuat segala macam perumpamaan dari berbagai visi yang berkaitan dengan

segala persoalan dan problemaktika umat manusia sewaktu di dunianya maupun di akhirat nanti.

     Adapun ayat yang menjelaskan tentang dibuatnya tamsil dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِىۡ هٰذَا الۡقُرۡاٰنِ مِنۡ كُلِّ مَثَلٍ‌

“Dan sesungguhnya telah kami buat dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan untuk manusia.” ( Q.S. Ar-Ruum: 58 )

Sedangkan yang terdapat dalam surat al-Isra’ disebutkan bahwa Allah telah mengulang-ulangi dalam

membuat perumpamaan, tetapi manusia masih banyak yang mengingkarinya. Sebagaimana ayat berikut ini:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

“ Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini tiap-tiap macam

perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak mau, kecuali mengingkari (nya).”( Q.S. al-Isra’: 89 ).Dalam surat al-Kahfi juga disebutkan mengenai hal yang sama:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلً

“ Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur’an ini bermacam-macam

perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” ( Q.S. al-Kahfi: 54 )

Berdasarkan ayat-ayat diatas maka dapat disimpulkan bahwa banyaknya tamsilan yang terdapat dalam Al-Qur’an itumemang memberikan ilustrasi

tentang sesuatu kebenaran yang diangkat oleh Al-Quran, agar manusia bisa memahami dengan sejelas-jelasnya. 

Meski demikian masih banyak manusia yang membantahnya, tidak mau mempercayainya, padahal kebenaran itu berada di pelupuk matanya.

Maka tepat sekali kalau Al-Qur’an mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

Semoga dengan tamsil-tamsil Al-Qur’an ini kita dapat mengambil pelajaran atau ilmu

yang berharga,yang dapat kita jadikan landasan dalam menapaki kehidupan di dunia ini.