aku membaca dunia. peta-peta yang kau tulis sepanjang dada – berlari di mataku.

tak ada yang bisa kau tulis selain musim di tanganmu, huruf-huruf saling bersembunyi di bilik pustaka.

tata bahasa dan kosa kata; seperti ekskursionis pohon pinus 1000 tahun silam. (identity) kertas yang malang menjadi tumpukan buku dan riset hukum lingkungan.

"bagaimana jika tanah dan tanah saling membunuh? apakah manusia dapat hidup di masa depan?"

kita seperti asing menjawab itu. sebuah pensil menjelma karet penghapus.  (non-identity). mencorat-coret sembarang mata dan tangan. hapus.

Tuhan tertawa. hapus.. hapus.. hapus..
Ia menghapus.. sebuah jawaban.

aku dan jawaban saling mengutuk. seperti sobekan kertas; hapus. pensil dan tanah – hapus. dunia terhapus. jawaban menjadi salah. segala hal adalah salah. aku membaca kesalahan.

Biografi Bahasa

kepalaku adalah transposisi or transmiter
kalimat asing di sinismu. struktur kata-kata berusaha menghilangkan (identity) bahasa:
- slang +62
- sanskerta
- arab
- melayu
- ibrani
- hindi  
- jawa
- sunda
- bugis dan,
- aksen daerah 

 kepalaku revisi membaca bahasa umum

/

sebuah bedil; menembak kalimat.
gaungnya berdengung di telingaku
dor! bruk! krak! ngung..
rintih makna, jatuh ke dasar perpustakaan
"mampus kau tidak mengerti bahasa"

/
sementara mesin ketik berusaha
agresi mencatat data kematian 2020. 
anonim; bahasa kehilangan (identity)

Sebuah Relaksasi Masa Depan 

mengapa akhir-akhir ini seluruh aku; berdiam-desak ke dunia baru? hidup seperti memenjara nafas sendiri, bercemas sendiri-sendiri, ngeriwik sendiri-sendiri, menangis sendiri-sendiri  

sejak barikademu meneror (gerombolan-massa-inferior) di televisi, dari tayangan otoriter dan pasukan-pasukan kuda malam 

aku takut jelaga tumbuh di perutku. seperti orang lemas yang melemahkan tubuh sendiri; karena makananku telah disediakan warga negara asing 

aku takut mataku hilang. seperti bahasa yang kehilangan (identity) ketika puisi diguyur hujan dan banjir kopi

aku takut lidahku hilang. ketika suara diganti oleh tombol-tombol percepatan pascamodernisme 

aku takut tak bisa kemana-mana; lokasi dan struktur tubuhku dikenal material bangunan lain. mengintip (identity) kantong baju ketika mengambil pulpen yang kusimpan di koper mesin tik 

aku takut ketika pulang ke rumah, Tuhan menyasar di kepala negara 

manipulatif di sekitarku melempar seluruh aku; di dalamnya

Profesi Dadakan Kelangsungan Hidup

manusia memaksa kembali; dirinya hidup seperti tiang-tiang dilarang keluar malam

sebuah kematian menerawang upah dan krja keras – setengah kematian menjelma anggaran pemerintah

Teknokrasi

dunia berlari ke belakang,
diam-diam terhalau teknokrasi
dunia menetap, dunia yang menetap bungkang bangking
dari keadaannya sendiri.
dunia yang mundur, dunia mundur membelakangi masa lampau

aku tersingkir; melihat kebodohan dari atas langit

Kematian Massal

apakah jasa peti yang kau pesan hari ini mengundang mereka kebahagiaan? tetapi kesedihanmu barangkali terkubur di media massa

Mengantre Jadi Pegawai

jam 6 sore, jam 6 sore
kosong (-) lapangan kerja nihil
berita epidemi dari statistik 2020
memecat pegawai honorer

hari ini kami membeli kuota isolasi
diskursif dan seminar
aktivitas budak korporasi

tetapi aku ingin manajemen diri saja
memantau kerabat, wawancara dengan orang dalam; portofolio yang mereka pegang
berisi arogansi dan ambisi

di sisi lain
aku melihat pegawai
mengantre di deretan mahasiswa
ia tercecer menjadi sertifikat pengalaman kerja dan lisensi legal negara
ia berpongah-pongah di teguk ludah yang melihatnya

di bilik ruangan; seorang perekrut
memanggil-manggil
namun dengan merasa heran
calon pegawai yang jenuh
telah berada di ruang tunggu
perusahaan asing

Usaha Menjadi Narsistik

seorang bertanya, “adakah cermin di rumahmu?”
seorang menjawab, “aku berkaca di kamera ponselku”
di situ sekarang hidup manusia bekerja –
dari aplikasi ke aplikasi: kitab digital
(yang tak pernah dibaca)

media sosial menyeberang jalan ke badan intelijen negara, mengelak kematian navigasi

aku masih melihat tubuhnya di situ
setiap orang menjadi struktur bangunannya sendiri-sendiri
mereka tak bisa menyembunyikan dirinya kembali. manusia menjadi notifikasi yang terus berdering dimana-mana

Personifikasi Jalanan Sepi

jalanan malam adalah hakim
menghukum di antara lajur paling gelap
ia dipertemukan untuk meninggalkan
keangkuhan-keangkuhan

dari jalanan dan trotoar
kita mencium bau tubuh sendiri
seperti mencium parade konsumerisme
yang ditata dari botol minuman keras.

dari jalanan yang sepi
hadir langkah-langkah yang bersembunyi
apakah kriminalitas muncul dari gang-gang negara maju?

Malam Ini Aku Jadi Politikus

halo, malam ini aku jadi politikus sayang..
yang menendang kesejahteraan
dan residental masyarakat

kini mereka terbaring di trotoar;
demontrasi-demontrasi bugil
berfantasi dengan keadilan
berujung mayat di atas papan aspirasi
yang menderu, yang dungu.

kenapa harus gelisah sayang..
di antara kaki-kaki
yang berlari ke belakang
pemotret mengambil gambar
kemunduran gerilya pengecut.

usap air matamu – ini sebuah masa depan. kemiskinan hanya berlaku bagi tatanan idealis