Sebagai seorang mahasiswa, tugas, buku, belajar, baca, nulis, sudah menjadi hal wajib yang tidak bisa kita tinggalkan dalam proses belajar-mengajar di kampus. Begitu pula dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen kepada para mahasiswanya, semua tugas itu bertujuan agar kita memiliki kompetensi yang komprehensif mengenai suatu materi kuliah, yakni dengan menyelesaikan soal-soal.

Sebagai anak teknik yang juga seorang organisatoris dan aktivis dakwah, managemen waktu yang baik wajib hukumnya dimiliki olehku, karena tanpa managemen waktu dan kegiatan yang baik, aku pun tak akan optimal dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah, organisasi, dan sosialku.

Namun sayangnya hingga sekarang aku masih belum menemukan formula yang tepat dalam memanajemen waktu dan kegiatanku agar kehidupan akademik, organisasi, dan rohaniku seimbang. Dalam tulisan ini aku pengen berbagi pengalaman semoga dapat diambil yg baiknya.

Jadi begini cuplikannya. Saat itu pukul 01.05, aku begadang mengerjakan tugas kuliahku, dengan terpaksa dan bijaksana harus begadang karena tugas itu harus dikumpulkan esok paginya. Tugas ini adalah pengganti UTS, jadi jika tidak selesai, maka aku takut akan mengulang mata kuliah tersebut di semester depan, aku takut jika tugas itu tidak selesai aku akan terkena azab dari dosen, oleh karena itu aku tak punya pilihan lagi selain bekerja semalam suntuk.

Suasana di kosku sangat ribut, seperti biasa anak-anak muda balapan motor di jalan raya depan kosanku jam segitu, jika pembaca tinggal di daerah Karang Menjangan pasti mengerti bagaimana berisiknya jalan raya jam 1 sampai jam 3 malam disana. Sesekali terdengar suara kokokan ayam dan ciutan burung yang menemaniku mengerjakan tugas (di kosku banyak yang melihara binatang), tak lupa dengan para nyamuk yang dengan bahagianya menyanyi di kupingku, mereka berpesta pora meminum darah orang yang sedang stress dengan tugasnya.

Semangat dan tekadku tak kan pernah pudar, aku harus tetap menyelesaikan tugas ini. Sudah terpatri dalam pikiran ini bagaimanapun caranya agar tugas ini selesai. Seketika benakku berkata “mengapa tak ku kerjakan ini dari kemarin-kemarin”, lalu benakku yang lain pun menjawab “namanya juga penyesalan, pasti diakhir, jika penyesalannya di awal, itu namanya pendaftaran, hahaha”.

Pergulatan batin dalam diriku semakin keruh, karena aku dari Isya hingga sekarang menjelang subuh aku belum sholat, aku meninggalkan semua sholat dan ibadahku kepada Allah hanya karena tugas ini. Aku masih tetap fokus dan mencurahkan seluruh konsentrasiku untuk mengerjakan tugas pengganti UTS ini, tak peduli langit mulai menerang, kokok ayam semakin nyaring, ciutan burung semakin merdu, serta tubuh yang sudah semakin lelah ini.

Tiba-tiba Pak Rasyid (tetanggaku) datang mengetuk pintu kamarku, dan terjadilah percakapan antara kami berdua.

Aku : A

Pak Rasyid : PR

PR : “Fiz, dari tadi malam ngerajain itu terus, sudah sholat subuh belum?”

A : “Sholat? Sholat subuh? Jangankan sholat subuh, sholat isya saja belum Pak!”

PR : “Wah, imanmu bisa berubah gara-gara tugas ini”

A : “Iman?”

PR : “Sholat dulu lah Fiz, ini urusan dunia, urusanmu dengan Tuhanmu jangan kamu tinggalkan!”

A : “Iya Pak, terimakasih atas nasehatnya, saya ngerjakan tugas dulu pak, soal itu gampang, urusan nanti”

PR : “Kamu jangan anggap remeh  sholat Fiz, itu tanda kamu beriman kepada Allah”

A : “Iya pak, justru ini yang lebih penting”

PR : “Astagfirullah”

A : “Ini bukan masalah iman saya kuat atau nggak Pak. Masalahnya tugas ini dikumpulkan pagi ini, jika belum selesai, saya bisa kena azab dosen pak, yakni ngulang kuliah tahun depan.  Tapi kalau meninggalkan sholat hukumannya kan masih lama di akhirat, saya masih sempat bertaubat”

PR : "Kamu lebih takut azab dosen atau azab Allah?"

A : "Azab dosen efeknya sekarang pak, kalo azab Allah kan nanti"

Pak Rasyid pun meninggalkan kamarku sambil geleng-geleng kepala.

Semoga Engkau mau mengampuni dosa-dosaku ya Allah, seorang hambamu yang terkadang semangat dan terkadang malas-malasan dalam beribadah kepada-Mu. Ini adalah Pengalaman nyata, jika ada yang baik dalam cerita tadi ambillah dan jika ada yang buruk jauhilah, semoga bermanfaat. Terimakasih.