Bumi yang menangis

Dari sekian cerita diatas awan
Gerilya gabak memeluk
Telah memupus tawa sore itu
Tanpa jeda masih saja berdeging

Pikirku sececah saja, ternyata lama
Pertarungan itu menurunkan tetesan
Mengebas debu bawah langit
Jatuh berduyun daun

Siapa yang bisa melerainya
Patahan-patahan butir terus bergulir
Melahirkan deraian
Menembus pori-pori bumi

Ketika ia datang manusia tak menyapa
Sebaliknya, sebagian berkata ini petaka
Dari mana mereka membeli pikiran itu
Atau hanya tuntutan kepuasan saja

Lerainya pertarungan diatas awan
Bukan akhir kerinduan butir
Dia tetap hilir hingga tenggatnya
Sapa dan berlega hatilah
Menuntun pulangnya kenegeri awan tanpa sisa tangisan


Kepergian mengundang rindu

Sosok yang pergi itu
Kembali membanjiri nestapa
Tatkala tanah negeri mengering
Apa mau dikata dia diacukan

Jejaknya hanya dipijak-pijak
Tak pernah ia menuntut ketika ada
Kini kepergiannya, mengundang ribuan rindu
Membuka lembaran demi lembaran doa

Kembalinya pun kita tak tahu
Hanya lewat suara angin
Sebatas merasakan hadirnya
Mungkin dia akan segera hadir


Bersahabat dengan hujan

kemarin aku melompat
diatas genangan rindumu
jernihmu menjadi cermin bagiku sore itu
merapihkan sehelai rambut diatas kening

engkau datang dipenghujung bulan
rintikanmu mengundang hayal
hingga tak terasa air mata ini menetes
tersadar engkau menghapusnya dengan butiran dingin

Jika engkau berbicara ingin kuceritakan
apa yang kurasakan, tak banyak
Hanya sekotak bingkisan kangen
Yang telah lama ku kemas


Hujan yang mengajarkan 

Lamunanku diawal september
Memupuk banyak cerita
Melahirkan benih-benih histori
Terbungkus rapih dalam memori

Ku akui diri ini tak bisa berdiri sendiri
Arsiran-arsiran ketegaran adalah bentukan
Banyak pemikiran-pemikiran senjang
Yang membulat pada satu poros

Dipersimpangan waktu (sore menjelang malam) engkau turun
Tidak sendiri, berdua ataupun bertiga
Engkau datang berduyun-duyun
Memecah debu berserakan 

Membawa dedaunan kering hingga kesudut
Pikirku! bagaimana jika engkau melakukannya seorang diri
Kedatanganmu bukan sekedar menyuburkan, juga mengajarkan
Hidup adalah tentang kebersamaan